Pemerintah baru saja meluncurkan program Making Indonesia 4.0. Program ini adalah upaya agar anak-anak Indonesia tidak terisisih oleh zaman. Era baru itu ditandai dengan internet berkecepatan tinggi
Bila disuruh membuat 10 barang yang dibutuhkan keluarga, barang apa sajakah yang akan bercokol di list temans? *** Kalau saya disuruh membuat list, bisa dipastikan salah
Halo temans, apa kabarnya. Tak terasa bulan puasa sudah akan berakhir ya. Ayo siapa nih yang sudah kemas-kemas untuk mudik. Salah satu faktor yang harus menjadi perhatian
Memiliki microwave dan oven sekarang bukan lagi menjadi kebutuhan mewah. Seiring perkembangan pola hidup masyarakat yang mengarah gaya hidup sehat, kebutuhan akan oven dan microwave semakin besar pula.
Siapa di antara temans yang bergolongan darah B? Yuk sini merapat, karena saya juga bergolongan darah B. Hihi.. *** Kali ini saya berbagi tulisan ringan saja. Mengenai karakter
“Wanita Juara adalah ia yang bisa berkarya dan menginspirasi untuk orang di sekelilingnya.” Director of Operation, AXA Mandiri, Ni Nykman Trisnasari *** Ada ga sih wanita yang
Tak terasa, momen Ramadhan kembali hadir. Ini waktu yang sangat istimewa bukan? Selama Ramadan, mayoritas masyarakat Indoesia menjalankan ibada puasa satu bulan penuh. Banyak hal isitimewa yang
Siapa yang bisa menyangkal betapa kayanya Indonesia; alam, budaya, bahasa, dan kreativitas masyarakatnya? *** Bukti kekayaan terlihat dari beraneka produk kerajinan tangan yang ada di nusantara. Hampir
Toyota Agya Indonesia – Setelah booming di Indonesia, Toyota Agya yang dipasarkan melalui Auto2000 sejak 2013 kini merambah pasar Asia. Negara tujuan ekspor pertama yaitu Filipina. Model CBU
Inti gandum Indofood merupakan cemilan sehat yang kaya manfaat. Menjadi cemilan penuh kebaikan yang cocok dimakan seluruh anggota keluarga. *** Siapa di antara teman yang tidak
Di tangan Bu Esty, Pare yang pahit bisa disulap jadi keripik empuk. Pegagan sawah yang biasa terbuang jadi punya nilai ekonomi. Dan memang, industri kecil menengah Indonesia
“Mba Ira kapan main ke Morotai lagi?” Pesan dari messenger facebook suatu siang akhir tahun lalu menyentak memori saya. Dikirim dari seseorang nun jauh di timur