Pendidikan Anak di Era Industri 4.0, Pelajari STEAM

Pemerintah baru saja meluncurkan program Making Indonesia 4.0. Program ini adalah upaya agar anak-anak Indonesia tidak terisisih oleh zaman.

 

Era baru itu ditandai dengan internet berkecepatan tinggi –tahun depan akan dikomersilkan internet 5G, lebih cepat ratusan kali lipat dari 4G LTE saat ini– yang memungkinkan proses di pabrik dilakukan dari jarak jauh hingga mobil tanpa supir. Juga perkembangan printer 3D dalam skala industri, kecerdasan buatan (AI), hingga blockchain.

Teknologi yang dikenal dengan revolusi industri 4.0 ini akan dan telah membawa era baru dengan pekerjaan-pekerjaan baru yang tidak pernah terdengar sebelumnya. Sayangnya saat yang sama teknologi ini juga menghapus jutaan pekerjaan yang dahulu dikerjakan manusia.

 

Tidak diperlukan lagi tenaga manusia yang menjejali kardus-kardus kemasan. Tidak perlu lagi supir forklif di pabrik yang lalu lalang mengatur rak-rak gudang. Tidak perlu lagi supir, buruh angkut, operator di pelabuhan. Dikuranginya teller dan cs dalam jumlah sangat signifikan di bank-bank diganti dengan mesin setor tunai, mobile banking hingga QR Code.

“Mesin tidak perlu istirahat, sholat, atau ke kamar mandi. Bekerja 24 jam tanpa henti. Manusia maksimal 8 jam sehari, dan harus dibayar lembur kalau di atas itu,” jelas para pengusaha itu.

Dalam buka puasa bersama Ramadhan lalu, Handry Satriago, Bos General Electric (GE) Indonesia mengingatkan masuknya teknologi dalam kehidupan adalah sebuah kepastian. Untuk itu dia mengingatkan anak muda Indonesia menyiapkan pendidikan yang baik agar seiring dengan zaman. GE merupakan perusahaan yang didirikan oleh Thomas Alva Edison, penemu bola lampu, dan 1.093 paten atas namanya pribadi.

Handry mengatakan di masa depan ada 5 jalur pendidikan yang akan mendapatkan tempat dalam revolusi industri ke-4 ini. Anak-anak Indonesia harus di dorong, terutama perempuan untuk menekuni dan menjadi ahli dalam bidang-bidang baru itu. Dorongan perempuan agar lebih banyak teroboson dalam industri masa depan. Dia menyebut jalur pengembangan pendidikan ini dengan STEAM. Apa saja itu :

1. Science (S)

Ilmu dasar ini menjadi pijakan dari semua cabang ilmu. Industri baru penuh dengan lompatan yang mengubah sepenuhnya masa lalu. Dunia usaha akan mengerahkan sebagian besar energinya untuk melakukan terobosan agar tidak punah tertelan zaman. Seperti Nokia, Blackberry atau merek yang dulu pernah jaya. Para ahli science ini didorong menjadi garda terdepan dalam riset dan pengembangan.

2. Technic (T)

Pemilihan jurusan bidang ini bukan semata menjadi operator yang memperbaiki atau memastikan jalannya mesin-mesin industri. Para ahli technic juga menjadi tulang punggung mengembangkan sistem di pabrik-pabrik agar selaras dengan teknologi internet yang lebih cepat dan lebih efisien.

3. Economics (E)

Cabang ilmu tertua, ekonomi, belum lekang dimakan oleh zaman. Industri masa depan tetap membutuhkan para ahli ekonomi mengatur keuangan perusahaan agar tetap efisen, menguntungkan dan berkelanjutan.

4. Art (A)

Art atau seni menjadi kunci pengembangan industri ke depan. Seni tidak hanya sebatas bernyanyi, melukis atau menari. Seni dalam era industri adalah mencipta, membuat purwa rupa berbagai bentuk mesin-mesin modern, tampilan komputer yang lebih ramah dan hangat maupun bentuk-bentuk baru yang belum terpikirkan sebelumnya.

5. Mathematic (M)

Ilmu dasar ini merupakan pondasi utama ilmu komputer. Bahasa pemograman yang rumit seperti blockchain dikembangkan dari matematika. Ilmu ini juga punya potensi mencipta terobosan baru yang dibutuhkan dunia.

Handry yang inspiratif ini juga mengingatkan meski telah menguasai salah satu pendidikan di atas. Anak-anak Indonesia juga harus mampu berbahasa inggris. Bahasa utama dunia ini akan menjadi kunci gerbang komunikasi lintas wilayah. Karena sebuah pekerjaan tidak lagi dikerjakan oleh satu tim dalam satu kantor, namun diselesaikan oleh berbagai pihak dari berbagai belahan dunia.

So demikian ya temans… semoga kita dapat mengarahkan pendidikan anak-anak kita ke masa depan. Tapi selain STEAM ada banyak karir sesuai passion di luar sana. Pilihan tetap di tangan mereka. Dengan bidang yang mereka cintai. Apalah artinya bekerja di tempat yang keren kalau tidak penuh dengan cinta…

Keep writing…
Keep inspiring…

Add a Comment

Your email address will not be published.