Panduan Memulai Investasi Jam Tangan Mewah Seperti Omega IDWX

jam tangan Omega

Jam tangan bagi sebagian orang hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu. Namun, bagi pencinta horologi dan kolektor, jam tangan mekanis dari merek ternama bisa memiliki fungsi lain sebagai aset koleksi yang berpotensi mempertahankan atau meningkatkan nilai dalam jangka panjang.

Fenomena ini membuat jam tangan mewah seperti jam tangan omega masuk dalam kategori passion asset, yakni aset yang dibeli bukan hanya karena potensi keuntungan finansial, tetapi juga karena nilai estetika, sejarah, kelangkaan, dan kepuasan memilikinya.

Meski demikian, membeli jam tangan mahal tidak otomatis berarti melakukan investasi. Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan sebelum mengeluarkan dana.

Mengapa Jam Tangan Mewah Bernilai?

Salah satu faktor utama yang membuat jam tangan mekanis memiliki nilai adalah kelangkaan.

Pembuatan jam mekanis berkualitas tinggi membutuhkan keterampilan khusus, teknologi presisi, serta waktu produksi yang tidak singkat. Sejumlah produsen juga membatasi produksi model tertentu sehingga jumlah unit di pasar tidak terlalu banyak.

Ketika permintaan kolektor lebih besar dibandingkan jumlah unit yang tersedia, harga di pasar sekunder dapat terdorong naik. Harga jam tangan omega asli misalnya, berada dalam rentang puluhan hingga ratusan juta.

Selain kelangkaan, jam tangan mekanis juga memiliki daya tahan yang panjang. Dengan perawatan yang tepat, sebuah jam tangan dapat digunakan selama puluhan tahun dan bahkan diwariskan ke generasi berikutnya.

Faktor sejarah juga dapat memengaruhi harga. Model tertentu memiliki cerita yang melekat, misalnya berkaitan dengan perjalanan ke luar angkasa, tokoh terkenal, ajang olahraga, hingga film populer.

Nilai historis tersebut dapat membuat sebuah jam tangan memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan produk yang hanya mengandalkan desain.

Tidak Semua Jam Tangan Cocok untuk Investasi

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua jam tangan mewah akan naik harga.

Padahal, harga sebuah jam tangan di pasar sekunder sangat dipengaruhi oleh merek, model, kondisi, kelangkaan, permintaan kolektor, serta kelengkapan produknya.

Karena itu, jika tujuan pembelian adalah menjaga atau meningkatkan nilai aset, pemilihan model menjadi bagian penting.

1. Perhatikan Kekuatan Merek

Merek menjadi salah satu faktor yang menentukan likuiditas sebuah jam tangan.

Rolex, misalnya, memiliki pasar sekunder yang luas. Beberapa model olahraga berbahan baja seperti Submariner, Daytona, dan GMT-Master dikenal memiliki basis peminat kolektor yang besar.

Patek Philippe dan Audemars Piguet juga memiliki posisi kuat di segmen jam tangan kelas atas. Model seperti Patek Philippe Nautilus dan Audemars Piguet Royal Oak memiliki basis kolektor yang besar.

Sementara itu, Omega dan Cartier juga memiliki sejumlah model dengan nilai koleksi yang kuat, terutama pada model tertentu yang memiliki sejarah atau diproduksi dalam edisi khusus.

Namun, kekuatan merek tidak berarti setiap model dari merek tersebut pasti mengalami kenaikan harga.

2. Cari Model Langka atau Sudah Tidak Diproduksi

Kelangkaan menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian kolektor.

Model limited edition memiliki jumlah produksi terbatas sejak awal. Sementara itu, model discontinued adalah produk yang sudah dihentikan produksinya oleh pabrikan.

Ketika sebuah model tidak lagi diproduksi, jumlah unit yang tersedia di pasar menjadi relatif tetap. Jika pada saat yang sama permintaan kolektor meningkat, harga pasar sekunder dapat berubah.

Namun, status limited edition atau discontinued saja tidak cukup. Model tersebut tetap harus memiliki permintaan dari pasar kolektor.

3. Jangan Abaikan Kondisi dan Kelengkapan

Kondisi fisik menjadi faktor penting ketika sebuah jam tangan hendak dijual kembali.

Jam yang terawat, tidak mengalami kerusakan besar, serta memiliki riwayat perawatan yang jelas biasanya lebih mudah dipertimbangkan oleh calon pembeli.

Kelengkapan juga berpengaruh.

Di pasar jam tangan terdapat istilah full set, yang umumnya merujuk pada jam yang disertai kotak, dokumen, kartu garansi, buku, dan perlengkapan bawaan lainnya.

Sebaliknya, ada pula unit watch only, yakni jam yang dijual tanpa sebagian atau seluruh kelengkapan tersebut.

Kelengkapan dapat menjadi faktor pembeda ketika dua unit dengan model yang sama ditawarkan di pasar sekunder.

Waspadai Risiko Investasi Jam Tangan

Jam tangan mewah tetap merupakan aset koleksi. Artinya, harganya tidak selalu bergerak naik.

Harga Bisa Berubah

Minat kolektor dapat berubah seiring waktu. Model yang sedang populer belum tentu selalu diminati dalam jangka panjang.

Harga juga dapat dipengaruhi kondisi pasar, tren, jumlah unit yang tersedia, serta transaksi di pasar sekunder.

Karena itu, jangan menggunakan asumsi bahwa harga pembelian hari ini pasti menjadi harga jual yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Pemalsuan Semakin Canggih

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah jam tangan palsu.

Produk tiruan berkualitas tinggi atau yang kerap disebut super clone membuat proses autentikasi menjadi semakin penting. Tampilan luar saja tidak selalu cukup untuk memastikan keaslian sebuah jam.

Pembeli perlu memperhatikan reputasi penjual dan, untuk transaksi bernilai besar, mempertimbangkan proses pemeriksaan keaslian oleh pihak yang kompeten.

Dokumen dan riwayat pembelian juga perlu diperiksa, bukan sekadar melihat keberadaan kotak dan kartu garansi.

Ada Biaya Perawatan

Jam mekanis membutuhkan perawatan. Servis berkala diperlukan untuk menjaga kinerja mesin dan memastikan komponen tetap bekerja dengan baik.

Biaya tersebut harus dimasukkan ke dalam perhitungan ketika seseorang menghitung potensi keuntungan dari kepemilikan jam.

Dengan kata lain, keuntungan investasi tidak cukup dihitung dari selisih antara harga beli dan harga jual. Biaya servis, biaya transaksi, serta kemungkinan biaya lain juga perlu diperhitungkan.

Jadi, Bagaimana Memulainya?

Jika baru ingin masuk ke dunia jam tangan sebagai aset koleksi, tidak perlu langsung mengejar model paling mahal.

Mulailah dengan memahami pasar. Pelajari merek, model, harga pasar sekunder, riwayat harga, kondisi unit, serta perbedaan antara barang full set dan watch only.

Setelah itu, tentukan anggaran yang memang siap dialokasikan untuk aset koleksi.

Yang tidak kalah penting, jangan membeli hanya karena sebuah model sedang ramai dibicarakan.

Jam tangan memiliki keunikan dibandingkan instrumen investasi konvensional. Selain potensi perubahan nilai, pemiliknya masih bisa menikmati barang tersebut secara langsung.

Karena itu, prinsip yang cukup masuk akal bagi pemula adalah membeli jam yang memang disukai.

Jika ternyata nilainya meningkat dalam beberapa tahun, pemilik mendapatkan manfaat finansial. Jika kenaikannya tidak sesuai harapan, setidaknya jam tersebut masih bisa digunakan dan dinikmati.

Pada akhirnya, investasi jam tangan bukan sekadar soal menyimpan uang dalam sebuah kotak. Ini adalah kombinasi antara koleksi, gaya hidup, sejarah, dan potensi nilai ekonomi.

Dan seperti aset lainnya, semakin mahal harga yang dibayarkan, semakin penting pula melakukan riset sebelum membeli.

 

Sumber: idwx.co

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *