Sukuk Tabungan atau Emas?  Mana Yang Lebih Menarik untuk Investasi

Memilih instrument investasi untuk hari tua membutuhkan kedisiplinan. Terutama untuk para pekerja swasta. Setelah usia pensiun relatif tidak ada lagi pemasukan yang dapat diterima jika tidak menyiapkan usaha.

 

Pada saat usia menua, kebutuhan pengeluaran rumah tangga justru sedang memuncak. Pergeseran usia menikah karena karir membuat banyak pensiunan masih harus membiayai anaknya yang masih bersekolah. Entah di tingkat sekolah menengah atas ataupun kuliah bahkan dalam beberapa keluarga putra-putrinya lebih muda dari tingkatan itu.

Untuk itu disiplin menyisihkan sebagain penghasilan untuk investasi menjadi sebuah kebutuhan.  Tujuannya ketika masa pensiun datang, kondisi keuangan keluarga tetap stabil. Terdapat pemasukan dari asset dan investasi.

Beberapa instrumen yang dijadikan alat investasi seperti emas, Surat Utang Negara baik konvensional (SUN) maupun syariah (Sukuk), properti hingga asset-aset kertas seperti saham ataupun reksadana.

Dalam tulisan ini yang dibahas seputar SUKUK dan Emas. Kedua instrument ini sedang mendapatkan tempat istimewa karena pemerintah sedang dalam proses penawaran untuk menerbitkan SUKUK Tabungan 002. Instrumen ini mendapatkan persetujuan Majelis Ulama Indonesia sebagai produk investasi syariah. Investor akan mendapatkan imbal hasil minimal 8,3% per tahun dengan pembayaran imbal hasil tanggal 10 setiap bulannya.

 

Sedangkan emas, menguatnya ekonomi Amerika Serikat membuat rupiah sebagai komoditas kehilangan daya tariknya. Dalam beberapa bulan terakhir nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat itu luruh ke posisi Rp15.000 lebih. Meski kemudian setelah Pemilu di Amerika posisi Rupiah kembali menguat ke Rp14.600 dan terus bergerak. Akibatnya sebagaian kita mencari instrument investasi yang dapat dicairkan dengan cepat namun tidak fluktuatif nilainya. Yuk Lihat Perbandingan dua jenis investasi ini sebelum memilih salah satunya:

A. SUKUK TABUNGAN

  1. Sukuk tabungan dijamin oleh negara

Sukuk tabungan merupakan surat hutang yang diterbitkan oleh negara. Jadi pada dasarnya dia memberi jaminan akan mampu dilunasi kembali oleh negara karena negara tidak dalam rencana untuk dibubarkan.

 

Sukuk memberikan jaminan uang yang dihimpun akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sudah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Saat ini sejumlah perusahaan swasta juga menerbitkan Sukuk untuk membiayai ekspansi usahanya, namun tidak dijamin pengembaliannya oleh negara.

  1. Dapat dimiliki oleh individu

Dalam penerbitan sukuk tabungan, pemerintah memperluas target pasar menjadi orang perorang. Siapapun boleh membeli Sukuk tabungan. Untuk instrument terbaru Sukuk Tabungan ST 02 maka investor individu dapat membeli mulai dari Rp1 juta – Rp3 miliar.

  1.  Imbal hasil menarik

Sukuk tabungan 02 menetapkan imbal hasil minimal yang dijamin. Saat ini ditetapkan 255 poin di atas rata-rata suku bunga acuan Bank Indonesia. Artinya jika kondisi ekonomi dunia terus memanas sehingga katakanlah Bank Indonesia menaikan suku bunga acuannya menjadi 7%. Maka pemegang Sukuk Tabungan diberikan imbal hasil oleh pemerintah 9,55%.

Sedangkan sebaliknya, jika suku bunga Bank Indonesia turun menjadi 3% maka pemerintah tetap memberi imbal hasil sebesar 8,3%.

  1. Dapat ditarik sebagian

Sukuk tabungan ini sendiri memiliki jangka waktu tertentu. Untuk ST 002 ini, pemerintah menargetkan seluruh pinjaman akan dikembalikan pada 2020. Nah dala jangka 2 tahun itu, pemerintah mengizinkan pemilik sukuk tabungan untuk menarik sebagian investasinya. Dan tidak seperti tabungan rencana di bank yang mengenakan pinalti akibat menarik uang terlebih dahulu, sukuk tabungan bebas biaya pinalti. Meski begitu tidak seluruh uang kita dapat ditarik. Maksimal 50%.

  1. Dapat dibeli melalui agen distribusi secara online

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan Sukuk ritel, pemerintah telah menggandeng sejumlah lembaga keuangan agar mempermudah masyarakat mendapatkan Sukuk. Untuk Sukuk tabungan 002, maka masyarakat dapat memesan di Investree, Bareksa, tanamduit, Modalku. Juga terdapat sejumlah bank yang menjual yakni Bank Permata, Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BRI, juga terdapat sekuritas yakni Trimegah.

Pemesanan sendiri dapat dilakukan pada 1-22 November. Sedangkan setelmen (penyerahan) dari penjual yakni Kementerian Keuangan pada 29 November 2017.  Investor akan mendapatkan imbal hasil pertama kali mulai 10 Januari 2019. Sedangkan seluruh investasinya akan dikembalikan oleh negara pada 10 November 2020.

B. Investasi Emas

  1. Emas merupakan lindung nilai

Jika dilihat dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan uang dalam investasi emas sangat menarik. Sebelum krisis 2010, rata-rata pertumbuhan investasi dalam emas naik 20% per tahun lalu bergeser 10% setelahnya. Namun pada 2018 ini nilai emas kembali melonjak tajam seiring meningkatnya kekhawatiran ekonomi dunia akan mengalami krisis.

  1. Relatif seiring dengan inflasi

Sebagai instrumen investasi, emas bukanlah tempat uang kita dapat bertumbuh tinggi.  Emas di desain sebagai pelindung kekayaan. Atau dengan bahasa lain ‘Emas tidak didesain membuat pemiliknya makin kaya namun memastikan kekayaan pemiliknya terlindungi.”

 

Artinya jika untuk membeli rumah tipe 21 hari ini membutuhkan 250 gram, maka 20 tahun lagi meski secara nilai jual emas menjadi lebih mahal namun akan tetap hanya cukup untuk membeli rumah tipe 21.

  1. Tujuan Jangka Panjang

Sebagai asset lindung nilai maka emas sebaiknya ditetapkan sebagai ivestasi jangka panjang. Perencanaan perjalanan ibadah, kebutuhan hari tua ataupun bekal anak untuk masuk sekolah.

  1. Logam Mulia atau Emas Perhiasan

Emas memiliki nilai lebih baik jika berbentuk logam mulia. Jumlah potongan jika dijual dalam jangka singkat jauh lebih kecil dibandingkan jika berbentuk perhiasan. Akan tetapi jika berbentuk perhiasan membuat lebih mudah menyimpan karena dikenakan sehari-hari. Sedangkan dalam bentuk logam mulia membutuhkan tempat khusus untuk memastikan keamanannya.

Selamat berinvestasi… apa yang kita dapat hari ini adalah hasil perjuangan kemarin… 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published.