Berapa Biaya Kuliah di Universitas Trisakti? Kedokteran Tembus Rp672 Juta
Biaya kuliah menjadi salah satu pertimbangan penting calon mahasiswa sebelum menentukan perguruan tinggi dan program studi. Di Universitas Trisakti, Jakarta, estimasi biaya pendidikan hingga lulus pada tahun akademik 2025/2026 berkisar Rp39,5 juta hingga Rp672,4 juta, bergantung pada program studi dan peringkat mahasiswa.
Berdasarkan daftar biaya pendidikan mahasiswa baru Universitas Trisakti, Sarjana Kedokteran menjadi program studi dengan estimasi biaya tertinggi. Pada peringkat III, total biaya pendidikan hingga lulus mencapai Rp672,4 juta. Adapun pada peringkat I, estimasinya sebesar Rp622,4 juta.
Biaya tersebut lebih tinggi dibandingkan Sarjana Kedokteran Gigi yang mencapai Rp578,3 juta pada peringkat III, Rp553,3 juta pada peringkat II, dan Rp503,3 juta pada peringkat I.
Sebaliknya, sejumlah program diploma tiga (D3) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki estimasi biaya pendidikan paling rendah. Program D3 Pajak, D3 Manajemen Jasa (MICE), D3 Akuntansi Sektor Publik, serta D3 Keuangan dan Perbankan Syariah membutuhkan biaya sekitar Rp39,5 juta hingga Rp40,5 juta sampai lulus.
Perbedaan biaya juga terlihat pada program sarjana nonkedokteran. Program Studi Teknik Perminyakan, misalnya, membutuhkan biaya Rp171,2 juta pada peringkat I, Rp173,2 juta pada peringkat II, dan Rp176,2 juta pada peringkat III.
Sementara itu, program studi Ilmu Hukum memiliki estimasi biaya Rp158,8 juta hingga Rp162,8 juta. Untuk program studi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan, biaya pendidikan berkisar Rp143,3 juta hingga Rp147,8 juta.
Pada rumpun teknologi industri, biaya pendidikan Informatika berkisar Rp136,3 juta hingga Rp139,3 juta. Adapun Sistem Informasi membutuhkan biaya Rp135,8 juta hingga Rp138,8 juta.
Besaran biaya tersebut menunjukkan bahwa pilihan program studi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kebutuhan dana pendidikan di Universitas Trisakti. Selain program studi, calon mahasiswa juga perlu memperhatikan pengelompokan peringkat I, II, dan III yang memengaruhi besaran biaya.

Memahami Komponen Biaya Kuliah
Dalam struktur biaya pendidikan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, Universitas Trisakti membagi biaya pendidikan ke dalam beberapa komponen, yakni Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP), Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP), dan biaya praktikum.
SPP merupakan sumbangan yang dibayarkan satu kali selama mahasiswa menempuh pendidikan. Besarannya berbeda menurut program studi dan peringkat mahasiswa.
Sementara itu, BPP dibayarkan setiap semester. Komponen ini terdiri atas biaya pokok per semester dan biaya yang dihitung berdasarkan jumlah satuan kredit semester (SKS) yang diambil mahasiswa.
Adapun biaya praktikum merupakan komponen tersendiri dalam perhitungan biaya pendidikan. Berdasarkan keterangan pada tabel Universitas Trisakti, uang praktikum berlaku hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Dengan demikian, calon mahasiswa tidak cukup hanya membandingkan biaya pada semester pertama. Perhitungan kebutuhan dana juga perlu memperhitungkan biaya semester berikutnya, jumlah SKS, serta kebutuhan praktikum selama masa studi.
Pilihan Pembayaran Semester Pertama
Universitas Trisakti menyediakan dua pilihan skema pembayaran biaya pendidikan semester pertama bagi mahasiswa baru, yakni Paket A dan Paket B.
Paket A merupakan skema pembayaran secara lunas. Sementara itu, Paket B memberikan pilihan pembayaran melalui empat kali angsuran.
Khusus mahasiswa baru program Kedokteran dan Kedokteran Gigi, pembayaran melalui Paket B dapat dilakukan dalam tiga kali angsuran.
Perbedaan skema pembayaran tersebut dapat menjadi pertimbangan calon mahasiswa dalam menyiapkan kebutuhan dana pada awal perkuliahan. Untuk program Kedokteran, misalnya, biaya semester pertama dengan pembayaran lunas berada pada kisaran Rp385 juta hingga Rp435 juta.
Calon mahasiswa juga perlu mencermati ketentuan biaya berdasarkan program studi dan peringkat yang tercantum dalam daftar resmi universitas. Dengan begitu, perencanaan biaya pendidikan dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga selama masa perkuliahan.


