Liburan ke Jepang Makin Diminati, Ini 4 Hal yang Perlu Dihitung Sebelum Berangkat

02. Allianz Bagikan Tips Nyaman Perjalanan ke Jepang berdasarkan Tren Klaim Asuransi Perjalanan

Minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke Jepang terus meningkat. Namun, di balik ramainya wisatawan yang berburu tiket murah dan menyusun itinerary, biaya perjalanan, pilihan transportasi, hingga risiko penundaan penerbangan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhitungkan sejak awal.

 

Minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke luar negeri terus menunjukkan tren positif. Data internal Allianz Utama Indonesia mencatat lebih dari 41.000 pembelian polis Asuransi Perjalanan Internasional hingga Juni 2026.

Jepang masih menjadi salah satu destinasi favorit. Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat 327.000 wisatawan Indonesia mengunjungi Jepang sepanjang Januari–Mei 2026, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meningkatnya jumlah wisatawan juga berarti semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke Jepang untuk pertama kali. Namun, persiapan perjalanan tidak hanya soal mencari tiket promo atau memasukkan sebanyak mungkin destinasi ke dalam itinerary.

Ada sejumlah biaya dan risiko yang kerap baru disadari ketika perjalanan sudah berlangsung. Mulai dari memilih transportasi yang ternyata lebih mahal, biaya visa yang meningkat, hingga penundaan penerbangan dan gangguan bagasi.

“Saat merencanakan perjalanan, banyak orang fokus mencari tiket dengan harga terbaik atau menyusun itinerary yang padat. Padahal, pengalaman liburan yang nyaman juga ditentukan oleh seberapa matang persiapan yang dilakukan sejak sebelum keberangkatan. Selain melakukan riset mengenai destinasi dan menyusun anggaran, wisatawan juga perlu mempertimbangkan perlindungan yang tepat sebagai bagian dari persiapan,” ujar Ignatius Hendrawan, Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia.

Berangkat dari pengalaman penanganan klaim Asuransi Perjalanan, Allianz Utama merangkum sejumlah hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang.

1. Jangan Terlalu Padat Menyusun Itinerary

Bagi wisatawan yang pertama kali ke Jepang, mengunjungi destinasi ikonik seperti Tokyo Skytree sering kali menjadi agenda utama.

Namun, destinasi yang populer belum tentu selalu memberikan pengalaman yang paling sepadan dengan biaya dan waktu yang dikeluarkan. Pada musim liburan, antrean panjang dan kepadatan pengunjung dapat mengurangi waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk menikmati destinasi lain.

Tokyo juga memiliki sejumlah pilihan observatorium gratis, seperti Tokyo Metropolitan Government Building dan Bunkyo Civic Center.

Melakukan riset sebelum berangkat dapat membantu wisatawan memilih destinasi yang lebih sesuai dengan preferensi, anggaran, dan waktu perjalanan.

Dengan kata lain, itinerary yang padat belum tentu berarti perjalanan lebih maksimal. Terlalu banyak destinasi justru berpotensi membuat waktu habis di perjalanan dan menambah biaya transportasi.

2. Jangan Langsung Membeli JR Pass

Japan Rail Pass atau JR Pass selama ini dikenal sebagai salah satu pilihan populer bagi wisatawan yang ingin bepergian antarkota di Jepang.

Namun, setelah adanya penyesuaian harga, JR Pass tidak selalu menjadi pilihan paling ekonomis untuk setiap jenis perjalanan.

Wisatawan yang hanya mengunjungi beberapa kota atau menggunakan Shinkansen dalam jumlah terbatas perlu menghitung kembali biaya transportasinya.

Membeli tiket secara terpisah atau menggunakan regional pass dapat menjadi pilihan yang lebih hemat, tergantung pada rute yang akan ditempuh.

Karena itu, menentukan kota tujuan dan menghitung perjalanan dengan kereta sejak awal menjadi langkah penting sebelum membeli JR Pass.

3. Biaya Visa hingga Transportasi Lokal Bisa Membengkakkan Anggaran

Biaya perjalanan ke Jepang tidak berhenti pada tiket pesawat dan hotel.

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya pengajuan visa bagi wisatawan asing. Biaya single-entry visa meningkat dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen.

Sementara itu, biaya multiple-entry visa naik dari 6.000 yen menjadi 30.000 yen.

Selain visa, wisatawan juga perlu memperhitungkan biaya transportasi lokal, city tax hotel, tambahan bagasi, hingga reservasi sejumlah atraksi wisata.

Biaya-biaya tersebut mungkin terlihat kecil jika dihitung secara terpisah. Namun, akumulasi pengeluaran yang tidak dimasukkan ke dalam anggaran awal dapat membuat biaya liburan membengkak.

Karena itu, anggaran perjalanan sebaiknya tidak hanya berisi tiga pos utama, yakni tiket pesawat, hotel, dan makan. Biaya transportasi lokal, pajak, bagasi, tiket atraksi, serta dana cadangan juga perlu diperhitungkan.

4. Risiko Perjalanan Justru Sering Datang dari Hal yang Dianggap Sepele

Data klaim Asuransi Perjalanan Allianz Utama sepanjang 2026 menunjukkan bahwa penundaan perjalanan menjadi risiko yang paling banyak dialami nasabah.

Sepanjang 2026, tercatat 2.123 kasus klaim terkait penundaan perjalanan. Angka tersebut diikuti klaim perlindungan bagasi sebanyak 1.087 kasus serta biaya medis dan biaya terkait medis di luar negeri sebanyak 579 kasus.

Khusus untuk perjalanan ke Jepang, penundaan perjalanan juga menjadi klaim terbanyak dengan 188 kasus.

Selanjutnya, gangguan perjalanan dan kehilangan transportasi lanjutan tercatat sebanyak 106 kasus. Biaya medis dan biaya terkait medis di luar negeri mencapai 87 kasus, sedangkan perlindungan terhadap bagasi sebanyak 84 kasus.

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko perjalanan yang paling sering terjadi bukan selalu kejadian ekstrem.

Keterlambatan penerbangan, kehilangan transportasi lanjutan, masalah bagasi, hingga kebutuhan perawatan medis dapat mengganggu itinerary dan memunculkan pengeluaran tambahan yang sebelumnya tidak direncanakan.

Karena itu, persiapan perjalanan perlu mencakup lebih dari sekadar mencari destinasi wisata dan berburu harga tiket termurah.

Selain menyusun itinerary dan anggaran, wisatawan juga perlu mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.

“Minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke luar negeri terus meningkat, termasuk ke Jepang. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan secara menyeluruh, tidak hanya dengan menyusun itinerary dan anggaran, tetapi juga mempertimbangkan perlindungan Asuransi Perjalanan. Dengan begitu, wisatawan dapat lebih fokus menikmati pengalaman selama liburan tanpa harus terbebani oleh risiko finansial apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Ignatius Hendrawan.

Dunia Biza: Duniabiza adalah website yang mengulas seputar gaya hidup, parenting dan inspirasi. Temukan kami di Email :duniabiza@gmail.com ; Twitter & Instagram : @duniabiza, Facebook : dunia biza