Akhir tahun lalu saya menemukan dua ilmu hebat di dua tempat yang dahsyat. Saya sebut dahsyat lantaran keduanya diselenggarakan oleh mereka yang punya spirit berbagi. Mulanya saya hadir hanya ingin membangun silaturahmi, eee pulangnya malah dapat oleh-oleh berlimpah.
Pertama ilmu mempertahankan semangat untuk menulis. Yang ini didapat dari sebuah diskusi kepenulisan di kawasan Wijaya Jakarta Selatan. Ceritanya sudah saya tuangkan dalam artikel 10 Kiat Agar Terus Menulis dan Berkarya.
Nah, yang kedua itu ilmu membangun blog. Bukan dengan bata dan genteng lho. Tapi ilmu membangun blog dengan konten berkualitas dan jejaring yang lebih luas. Untuk bayi blog seperti duniabiza.com yang baru seumur jagung tentu saja ilmu ini tiada tara.
NgobCan alias Ngobrol Cantik. Begitu nama acara yang digelar para perempuan kece pengelola komunitas Blogger Perempuan. Materi utamanya Road to Profesional Blogger. Ada ya?
Saya tidak tahu juga kenapa namanya Profesional Blogger. Saya juga lupa bertanya pada panitia. Namun, bila boleh menterjemah dengan bebas bisa berarti dengan bagaimana menjadikan Ngeblog sebagai profesi. Hmm.. Bisa gitu?
Ya bisa. Buktinya sudah banyak cerita sukses para blogger yang hidup dari ngeblog. Bisa jadi itu juga termasuk kamu. Berkeliling nusantara dibayarin, makan siang enak ditraktirin, beli buku baru didiskonin, sampai momong anakpun disponsorin.
Kalau saya sih untuk sekarang belum sampai tahap profesional blogger. Sebab sekarang ini ngeblog masih untuk mengisi waktu senggang, pelampias otak yang terbiasa bergenderang. ^_^
Kembali ke soal mencari pundi rupiah dari blog, satu pihak yang pasti dibutuhkan adalah advertiser. Bila dulu pendapatan para blogger didominasi Mbah Google dengan program adsensenya sekarang mulai beralih dengan adanya post review yang dipesan sejumlah advertiser. Bila melihat trend pasar, permintaan review dari advertiser pada blogger ini diyakini akan terus meningkat. Kenapa?
Berdasarkan hasil Global Survey Nielsen tentang Kepercayaan Terhadap Iklan Survei yang dilakukan pada 30 ribu responden online di 60 negara, konsumen masih percaya dengan testimoni dari orang-orang yang mereka kenal atau biasa disebut iklan Word to Mouth. Di Asia Tenggara, jumlahnya mencapai 88 persen. Salah satu media kampanye Word to Mouth berupa review produk yang efektif ya blog.
Gimana? Tertarik mau dapatkan tawaran kerjaan? Eit tunggu dulu. Sebelum kamu sodorkan proposal kerjasama ada baiknya ketahui dulu ciri-ciri tulisan yang disenangi oleh advertiser. Ga keren dong, sudah dapat tawaran review eh malah bikin kecewa advertisernya.
Berikut 7 ciri artikel blogpost yang disukai oleh para advertiser. Ciri ini saya rangkum dari pemaparan seorang seleb blog yang sudah menerima ratusan job review @Cumilebay alias mas Toro, Mba Nunik Rahmawati @Nunik99 dari provertic, konsultan digital dan Mas Joko Soemitro dari Tokopedia yang biasa ngasih kerjaan review. 🙂
1. Original
Postingan yang original akan terlihat dari materi yang disampaikan. Menurut mas @Cumilebay untuk bisa menuangkan artikel hebat menulislah dengan hati. Tulislah materi yang benar-benar kamu kuasai. Kalau resep mas @cumilebay dia hanya akan mengambil pekerjaan review untuk produk-produk yang ia kenali.
Menulislah dengan HATI
2. Kreatif
Tulisan yang disajikan dengan sudut pandang berbeda akan mendapat nilai lebih. Ya iyalah, kalau hanya review lurus-lurus, orang tak akan tertarik membaca. Alhasil advertiser tidak bersemangat membayarkan fee pada kita.
3. Diterima pasar.
Hmm indikator pertama tulisan yang diterima pasar ya muncul di halaman depan mesin pencari google. Selain itu juga tercermin dari banyaknya komen pada postingan. Pengalaman mas @cumilebay bila belum ada yang komen, ia akan promosikan tulisan untuk di banyak tempat. Katanya sih itu soal tanggung jawab moral pada advertiser.
Salah satu cara agar artikel dibaca, rajin-rajinlah mengunjungi tetangga [baca blog walking] dan tinggalkan jejak di sana.
“Jangan POSTING kalau tidak mau BLOG WALKING“
4. Story telling
Meski belum pernah menerima job review (ya iyalah kan baby blog) saya sering bertanya, sebenarnya jenis tulisan seperti apa yang disukai advertiser. Dalam beberapa persyaratan artikel lomba blog misalnya sering ada kriteria soft selling. Tapi tak jarang pula advertiser yang minta hard selling alias review penggunaan produk.
Untuk jenis apakah hard selling atau soft selling ini memang akhirnya tergantung permintaan advertiser. Makanya sebelum mereview perhatikan dulu karakter advertisernya. Tapi menurut mas Soemitro dari Tokopedia apapun bentuknya, mau soft atau hard, umumnya advertiser akan senang dengan tulisan Story Telling. Disampaikan secara naratif dan base on pengalaman.
Kenapa harus Story Telling? Biasanya advetiser terutama brand besar punya media sendiri bisa website atau blog yang berisi deskripsi produk. Jadi sederhananya, ngapain susah-susah hire blogger kalau cuma mau bikin tulisan deskripsi. Advertiser butuh blogger untuk kampanye lebih luas dan memanfaatkan kekuatan iklan Word to Mouth. Ya kan.
5. Tidak menyebut produk berulang-ulang.
Ini nih ciri yang paling ditekankan mas Soemitro. Kata dia advertiser maupun pembaca biasanya sangat terganggu dengan artikel yang menyebut nama produk berulang. Satu paragraf bisa enam kali menyebut produk. Ya bisa dipahami sih, bisa jadi penulis ingin menonjolkan produk agar advetiser senang. Eee, alih-alih senang yang ada tulisan malah jadi bapuk.
Mas Soemitro memberi tips, agar tak membosankan munculkan nama produk dengan jeda paragraf. Dengan begitu pembaca tidak akan merasa dicekoki.
6. Tidak nyinyirrr.
Nah kalau ciri yang ini sih sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan tulisan. Tapi pada karakter blogger. Advertiser umumnya tak suka blogger yang nyinyir. Kalau pun tulisan bagus tapi rajin neror advertiser ya illfeel juga deh si advertiser. Imbasnya bakal dicoret dari list penerima job.
7. Self domain
Nah saya gak tau persis juga sih kenapa self domain lebih disukai dibanding gratisan seperti wordpress.com atau blogspot.co.id. Bisa jadi karena self domain lebih mudah diukur statistiknya. Atau juga karena terlihat lebih serius.
Well. Begitulah ilmu tentang 7 ciri artikel yang disukai advertiser. Ini baru kisi dari beberapa orang saja lho. Saya yakin blogger yang sudah berpengalam menerima review punya kisi lainnya. Mau berbagi dan menambahkan? 🙂
View Comments (50)
soal blogwalking, sebelum ikut komunitas blog aku bingung lho mbak Ir..mau jalan kemana hahaha.
ummm..kalau review berarti hard selling ya,,okedeh..
Mau hard atau soft tergantung karakter adertiser mba.. yg penting story telling :-)
thanks mbak ira, artikelnya sangat bermanfaat bagi saya. setidaknya saya akan mengamalkan ilmu dari artikel ini.
Jangan nyinyir itu penting banget, dan mesti punya Good Personality.
Brand2 akan mikir berjuta2 kali kalo mau make orang yg demen sharing aura negatif disosial media. Mereka ngak mau produk nya dicari cacat nya trus di nyinyirin hahaha
Siap mas. Noted!
senengnyaaaa...tengkiu ufh share ilmu kece begini ya mbak :)
Semoga bermanfaat bagi kita semua....
wah penting banget ilmunya,,,akan terus saya ingat, memang baru sekali sih menerima tawaran kerjasama dari salah satu online shop itu pun rasanya senang banget. memang saya belum punya domain sendiri dan suatu saat ingin beralih. keren tulisannya dan bermanfaat. salam kenal : )
Selamat mas udah dicolek advertiser. Setelah itu tipsnya jaga terus relasi sama mereka..asyik
wah dapat ilmu baru meskipun belum dapat job review
Wah, betul juga ya poin yang ke-5. Jangan menyebut brand berulang-ulang. Gak enak dibaca juga pastinya. Thanks for sharing ya.
Iya mba..pernah tuh dulu bikin buat lomba. pas dibaca sekarang jadi malu sendiri...
Asyik..syarat ilmu, makasih sharing ilmunya....
Apalagi buat aku yg masih belajar banyak..
Sama2 kak. Ini juga belajar lagi. :-)
Infonya bermanfaat sekali mba... terima kasih sharingnya..
Semoga bermanfaat ya.
yg terakhir itu buat saya juga akhirnya memutuskan utk punya "rumah sendiri" hehehh, walau sekarang harus merangkak dari 0 lagi utk dapat PR dan sebagainya :D
Pas bgt sama duniabiza.com mba. Yg mulai dr nol. But its ok. Nikmati prosesnya..
Waaahh...Dapet ilmu baru nih...Makasih sharingnya mba :)
Saya masih belajar nih untuk review soft selling, gimana caranya dengan cerita curhat namun bs tetep asik dan menarik hihihi...
Benar mba. Seringkali karena maunya story telling e malah bablas jadi curhat ga karuan. yuk sama-sama belajar.