Merawat Tradisi Meruwat Bumi

Padi
Foto: Litbang Kementan.go,id

 

Indonesia yang kaya, adalah rumah untuk segala keanekaragaman hayati berada, Rumah tempat segala suku bangsa satu suara, bangga menjadi indonesia. 

***

Bangunan kayu berukuran 1,5 meter x 1,5 meter menarik perhatian saya saat menyetel siaran televisi di Minggu siang, 1 Agustus 2021. Niat hati mencari saluran televisi tertentu akhirnya batal. Jadilah siang itu selama hampir setengah jam saya terpaku menyaksikan cerita dari Baduy. 

Ya. Bangunan sederhana itu bernama leuit.Biasa dijadikan masyarakat Baduy sebagai tempat menyimpan hasil bumi seperti padi dan palawija, leuit atau biasa disebut lumbung menjadi penyangga kehidupan masyarakat Baduy untuk beberapa waktu lamanya. Tak ada cerita untuk lapar karena tak makan.

Tontonan di salah satu siaran televisi swasta itu membuat pikiran saya melayang. Terbang ke pulau Sumatera, ke kaki Gunung Marapi, Sumatera Barat tempat kedua orang tua berada. 

Saya jadi rindu masa kecil saat sering bermain di rangkiang, lumbung dengan fungsi kurang lebih sama dengan leuit bagi masyarakat baduy namun dengan sebutan berbeda  Begitulah orang tua dulu mewariskan kearifan lokal untuk menjaga keseimbangan alam. Menjaga lingkungan dan memastikan ketahanan pangan. 

Di berbagai daerah di Indonesia, soal ketahanan pangan ini dari dulu sudah jadi perhatian. Di Lombok ada namanya Sambi atau Alang dan di Toraja, lumbung dikenal dengan nama Alang Sura.  Ada banyak sebutan lain untuk lumbung di berbagai daerah Indonesia yang menandakan betapa kayanya kearifan nusantara. 

Dengan kearifan yang ada itulah berbagai bangsa di Indonesia tumbuh dan berkembang. Hidup berdampingan dengan alam tanpa ada sikap untuk tamak dan serakah menguras sumber daya alam yang ada. Melestarikan budaya artinya ikut menjaga lingkungan

 

Indonesia kaya tradisi dan budaya.

 

Bila dilihat lebih jauh, kearifan lokal di berbagai daerah dengan latar budaya yang berbeda, mengajarkan hal yang sama tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Lihatlah betapa di berbagai daerah selalu dikenal dengan adanya tanah garapan dan tanah hutan adat atau hutan cadangan. 

Keberadaan lapisan areal tanah garapan mulai lahan pertanian sampai hutan larangan, menunjukkan adanya penghormatan pada alam. Lebih filosofis lagi hal itu merupakan adanya bentuk penghormatan pada alam dan keinginan untuk menjaga keseimbangan lingkungan. 

Lihatlah hari ini. Saat semua peradaban diarahkan ke kota. Hutan tak lagi punya wibawa. Hutan dijadikan sebagai ladang yang bisa dieksplorasi semaunya tanpa memperhatikan keanekaragaman hayati yang ada. Walhasil, hutan dijarah, hasil alamnya dijamah. 

Berbondong-bondong orang datang ke hutan. Untuk mengambil segala sumber daya tanpa memikirkan hari depan. Tidak melihat pentingnya konservasi dan pentingnya keberlanjutan dan menjaga kelestarian sumber daya hutan yang ada untuk hari depan. Seakan lupa akan kearifan lokal yang telah diwariskan para tetua, keinginan dunia menjadi raja. 

Bersyukur hari ini telah lahir generasi baru. Pembawa cerita dan semangat berbeda. Meski dengan nada yang masih minor, cerita berbeda akan pentingnya pelestarian hutan makin sering terdengar.

Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam kembali mengemuka. Cerita penjarahan hutan semoga menjadi kisah lama. Kesadaran akan perlunya keberlanjutan ekosistem hutan menjadi wacana yang makin mendunia. 

 

foto: freepik

 

Kita Indonesia adalah negara yang kaya. Kaya akan keanekaragaman hayati, budaya dan tradisi, Kita adalah negara besar, dan kita harus bangga. Bangga terlahir di bumi nusantara. Bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Bangga menjadi Indonesia. 

Indonesia yang kaya, adalah rumah untuk segala keanekaragaman hayati berada, Rumah tempat segala tradisi bersatu padu memelihara bumi. Rumah tempat segala suku bangsa satu suara, bangga menjadi indonesia. 

Menjaga kelestarian sumber daya alam, adalah sama dengan menjaga rumah kita. Merawat tradisi yang ada, meruwat bumi Indonesia. 

 

 

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.