Vaksinasi 101 : Pentingnya Vaksinasi untuk Lindungi Buah Hati

Vaksin anak

 

 

Memiliki tiga anak dengan jarak usia berdekatan memberi banyak pengalaman dan keajaiban dalam hidup saya. Kalau boleh dibilang, everyday and every moment is a miracle. J Apalagi seperti yang sering saya ceritakan di blog ini, kami tinggal di rantau jauh dari orang tua dan support sistem lainnya. Jadi lebih banyak nanya soal parenting ya dari berbagai referensi media dan sharing pengalaman para ibu deh. J

Salah satu topik yang sering saya dan suami bahas adalah soal vaksinasi untuk anak-anak. Sejak lahir sampai sekarang si sulung sudah berusia 7 tahun, selalu suka deg-degan soal vaksin ini. Bukan deg-degan soal pemakaiannya, tapi soal jadwal yang takut kelewat. Jadinya saya  dan suami saling mengingatkan saja pemberian vaksin buat anak-anak ini.

Saya beruntung karena kami berdua sepemahaman bahwa anak-anak perlu mendapatkan vaksin yang lengkap demi menjaga dan melindungi si kecil dari berbagai hal yang tak diinginkan. Keluarga juga termasuk yang mendukung pemberian vaksin si kecil. Kami semua menyadari bahwa pemberian vaksin yang lengkap buat anak merupakan cara tepat melindungi anak-anak.

Ngomongin soal vaksin, harus diakui sampai saat ini masih banyak hal yang diperbincangkan di masyarakat. Mengenai kapan anak harusnya tidak boleh divaksin, jadwal pemberian vaksin, vaksin mana yang penting dan tidak penting, dan masih banyak lagi perbincangan.

 

 

Nah saya beruntung, karena Jumat 30 April kemarin kesampaian ikut webinar bersama Kenapa Harus Vaksin dan TheAsiaParent yang membahas tentang “101 Vaksinasi Anak”  bersama Dokter Spesilis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp. A(K). Tema vaksinasi ini sekaligus untuk memperingati Pekan Imunisasi Dunia yang berlangsung setiap pekan terakhir di bulan April setiap tahunnya.

Sesuai temanya, webinar ini menurut saya ‘daging’ banget dan musti ditonton banyak parent yang masih galau soal pemberian vaksin pada anak. Saya pun jadi tahu bahwa pemberian vaksin masih bisa disusul di belakang bila ternyata kita lupa atau ragu apakah anak sudah diberi vaksin tertentu. Nah kan! Biar parents juga ga bingung, pada postingan ini saya akan berbagi dari hasil webinar kemarin ya.

 

“Vaksinasi tidak hanya memberikan perlindungan terhadap orang yang divaksinasi juga memberikan perlindungan untuk orang yang ada di sekitarnya.”

#LindungikuLindungimu

 

Kenapa Anak Harus Vaksin?

Kenapa anak harus divaksin? Nah, ini nih menurut saya hal yang masih sering ditanyakan para orang tua muda. Parents suka bingung nih, apa sih manfaatnya divaksin. Memangnya kalau tidak divaksin apa yang akan terjadi.

Bila merujuk pada KBBI, vaksinasi adalah penanaman bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh manusia atau binatang (dengan cara menggoreskan atau menusukkan jarum) agar orang atau binatang itu menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. Sedangkan imunisasi adalah pengebalan (terhadap penyakit) melalui penyuntikan vaksin agar tubuh membuat antibodi untuk mencegah penyakit tertentu; pengimunan:

 

webinar padat ilmu tentang vaksin bersama Kenapa Harus Vaksin dan TheAsiaParent

 

Nah, dalam webinar kemarin, dr Attilla bicara panjang lebar nih soal kenapa anak harus divaksin ini. Anak yang divaksin akan mendapat banyak manfaat karena lebih terlindungi. Anak bisa terhindar dari kematian akibat penyakit tertentu. Menurut dr Attilla, 2-3 juta kematian dapat dicegah dengan imunisasi. Selain itu vaksin dapat mencegah lebih dari 26 jenis penyakit.

Vaksinasi juga akan membantu mencegah terjadinya resistensi terhadap antibiotik. Hal ini disebabkan karena tubuh telah bisa mencegah penyakit sejak dari awal. Jadi anak yang telah mendapatkan vaksin yang lengkap lebih kecil peluangnya menjadi resisten terhadap antibiotik.

Menurut dr Attila hal lain yang lebih penting bahwa memberikan vaksin tidak hanya melindungi orang yang diberi vaksin tetapi juga melindungi orang di sekitarnya.

 

“Meningkatkan imunisasi secara global, dapat menyelamatkan lebih dari 1,5 juta orang setiap tahunnya,” ujar dr Attila.

 

 Pemberian vaksin yang lengkap pada anak bisa membantu dalam menciptakan terbentuknya herd immunity. Nah, soal herd immunity ini sepertinya baru banget ya terdengar di telinga kita. Ga salah masih banyak parents yang simpang siur soal herd immunity ini. 

Jadi menurut dr Attila  sebenarnya konsep herd immunity atau kekebalan kelompok ini sebenarnya adalah hal yang biasa dan sudah sering terjadi. Jadi bukan hanya sebatas teori saja.

Kebalnya sebagian besar sasaran suatu populasi melalui imunisasi, secara tidak langsung akan turut memberikan perlindungan bagi kelompok usia lainnya, sehingga bila ada satu atau sejumlah kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di masyarakat maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah dapat dicegah.

Kekebalan kelompok ini hanya dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah.Upaya pencegahan penyakit (melalui imunisasi), sejatinya akan jauh lebih hemat biaya, bila dibandingkan dengan upaya pengobatan.

 

Pahami Jadwal Imunisasi

Setelah memahami tentang pentingnya imunisasi atau vaksinasi pada anak, maka hal yang perlu diperhatikan adalah tentang jadwal imunisasi. Sebagai parents seringkali lupa mencatat dengan detail mengenai jadwal imunisasi sehingga bingung sendiri deh, kira-kira si kecil sudah dapat vaksin ini atau itu belum ya. 🙂 

Nah biar ga bingung, dr Attila menyarankan agar orang tua selalu mencatat setiap kalil aktivitas vaksin untuk si kecil pada papan jadwal imunisasi. Sekarang sudah ada lho beberapa aplikasi untuk mendokumentasikan jadwal imunisasi si kecil ini. Jadi parents tidak perlu bingung lagi. 

Selain rutin mencatat setiap kegiatan imunisasi anak, penting juga untuk pintar dalam membaca tabel jadwal imunisasi. Misalnya tentang makna dari kode warna seperti bitu dan merah pada papan jadwal. 

panduan saat membaca jadwal imunisasi

 

Selain soal warna beberapa Informasi berikut dapat diketahui lebih lanjut dengan membaca keterangan pada jadwal imunisasi anak, yaitu:

  • Jarak antar dosis (interval dosis)
  • Batas usia pemberian
  • Rekomendasi lain yang tidak tertuang dalam tabel (misalnya, “Vaksin IPV minimal diberikan bersama DTwP atau DTaP”)

Apa yang terjadi bila bayi/ balita tidak mendapatkan vaksinasi lengkap?

Banyak penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa bayi & balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak cacat dan kematian. Hal tersebut Itu sudah terbukti di banyak negara.

Bagaimana bila imunisasi terlambat/ tidak teratur?

Ternyata menurut dr Attila parents tidak perlu khawatir kalau si kecil terlambat vaksin. Menurut dia yang bisa dilakukan para orang tua adalah segera lanjutkan imunisasi yang tertunda sesuai jadwal. Bila status imunisasi ragu/lupa maka dianggap belum pernah vaksinasi tetap diberikan

Pemberian vaksin pada anak yang terlambat mendapat vaksinasi tetap dilakukan sesuai jadwal dengan interval vaksin tetap/tidak berubah. Bila memiliki keraguan, vaksinasi lagi aja. Menurut dr Attila jangan khawatir kalau ternyata nanti ganda pemberian vaksinnya karena tidak ada bukti pemberian vaksin akan merugikan penerima yang sudah imun

hospital cash cover
lindungi buah hati, menjaga dan melindungi

Kapan anak tidak boleh divaksinasi ?

  • Anak dengan keganasan (kanker ) atau sedang menjalani kemoterapi 
  • Anak yang sedang mengkonsumsi obat-obatan imunosupresi
  • Anak dengan riwayat alergi berat pada pemberian vaksinasi yang sama pada dosis sebelumnya

Selain memenuhi tiga kriteria ini, anak sakit dengan gejala ringan tetap dapat diberikan vaksinasi walaupun sedang menderita Demam sub febris, Gejala salesma (batuk, pilek), Diare. Vaksinasi tidak akan membuat penyakit anak bertambah parah. Anak yang sedang minum antibiotik boleh melakukan vaksinasi.

Apa efek samping pemberian vaksin?

Setelah pemberian vaksin normalnya tidak ada efek samping. Demam setelah vaksinasi merupakan reaksi normal.Menurut dr Attila Gejala demam menunjukan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh dalam membentuk antibodi. Pada umumnya reaksi ini akan menghilang dalam 24-36 Jam. 

Jadi parents tidak perlu khawatir ya bila ternyata si kecil suhu badannya agak naik setelah divaksin. Justru itu sebenarnya adalah hal positif karena vaksinnya sedang bekerja. Buat si kecil yang masih menyusui, untuk meredakan demam dan suhu tubuh naik, pemberian ASI dapat menurunkan kejadian demam pasca vaksinasi

 Demam pada anak setelah divaksin biasanya terjadi setelah pemberian vaksin DTwP dan campak. namun sekali lagi, bila anak demam jangan khawatir ya karena hal itu normal. 

Oiya, untuk anak yang lahir prematur vaksinasi tetap diperlukan tetapi dengan mengikuti aturan tertentu. Vaksinasi sebaiknya diberikan sesudah bayi prematur berumur 2 bulan atau berat badan sudah > 2000 gram. Jadwal vaksinasi sesuai dengan jadwal vaksinasi IDAI

 

 

Vaksinasi Ganda dan Imunisasi Kejar 

Saat ini banyak dokter dan tenaga kesehatan yang mulai memberikan lebih dari satu vaksin sekaligus pada anak. Namun, masih banyak parent yang ragu apakah hal ini boleh atau tidak, apakah akan membuat anak sakit atau tidak. 

Multiple injection atau imunisasi ganda adalah pemberian lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan yang bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orang tua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali.

Pemberian imunisasi ganda sudah terbukti aman, efektif dan tidak meningkatkan risiko efek samping atau KIPI pada anak. Ketidaknyamanan akibat rasa nyeri suntikan ketika diberikan imunisasi ganda hanya akan dirasakan dalam waktu singkat.

Menurut dr Attila, pemberian vaksin ganda atau vaksin berbarengan boleh saja dilakukan. Semua vaksin tanpa terkecuali dapat diberikan berbarengan. Imunisasi dilakukan di bagian tubuh yang berbeda (misalnya paha / lengan kiri dan kanan), menggunakan alat suntik yang berlainan.

Bila tidak diberikan bersamaan maka jarak di antara 2 injeksi vaksin hidup yang dilemahkan adalah 28 hari. Sedangkan untuk vaksin mati tidak ada jarak khusus

Secara umum, beberapa keunggulan vaksinasi ganda adalah 

  • Berpotensi meningkatkan cakupan imunisasi
  • Mengejar peningkatan cakupan khusus nya bagi anak-anak yang tertinggal jadwal imunisasi nya
  • Mengurangi biaya pengiriman & penyimpanan vaksin
  • Mengurangi biaya kunjungan vaksinasi pasien
  • Menyederhanakan jadwal imunisasi untuk program pengenalan vaksin-vaksin baru

Berbeda dengan vaksinasi ganda ada lagi istilah di bidang kesehatan yang sering dipakai yaitu imunisasi kejar. Catch-up immunization atau imunisasi kejar adalah upaya melanjutkan vaksinasi yang tertunda pada individu yang memenuhi syarat (sesuai anjuran usia pada jadwal imunisasi) 

WHO merekomendasikan untuk merencanakan imunisasi kejar sesegera mungkin. Melaksanakan imunisasi kejar bersamaan dengan pelayanan kesehatan rutin sangat penting untuk melanjutkan program imunisasi.Mengutamakan pelaksanaan imunisasi kejar untuk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yang rentan wabah:campak, polio, difteri & yellow fever. 

 

Tips agar si kecil nyaman saat vaksinasi

Pelukan hangat memberi ketenangan

 

Satu hal yang perlu diperhatikan saat membawa si kecil ke fasilitas kesehatan untuk pemberian vaksin adalah bagaimana cara membuat si kecil merasa lebih nyaman. Selain memudahkan proses vaksinasi, kenyamanan akan mengurangi rasa sakit pada anak saat vaksinasi. 

Agar si kecil nyaman, peluk ia, dan dekap dalam pangkuan. JIka suntikan diberikan di area lengan, maka kita bisa pangku si kecil dengan posisi menghadap ke depan. Peluk anak dengan tangan melingkar di perut, Selain itu tahan kakinya di antara kedua paha orang tua. 

Sedangkan bila suntikan dilakukan di area paha maka pangku si kecil dan lingkarkan tangan di perut, lalu pegang kedua lengan dengan lembut. Setelah itu tahan kaki si kecil di antara kedua paha orang tua. 

Oiya, selain saat berada di faskes, penting juga bagi orang tua untuk mempersiapkan diri sebelum pergi vaksinasi.Orang tua perlu membaca dan mengetahui tentang vaksin yang diberikan dan mencatat terlebih dahulu semua hal yang ingin diketahui dari dokter  dan keluhan yang dirasakan anak. Jangan lupa juga untuk membawa buku vaksinasi untuk memudahkan pencatatan.

Agar si kecil tenang saat dan sebelum diivaksin, jangan lupa pula untuk membawa maiannya. Untuk si kecil yang sudah mulai besar,parent bisa menjelaskan kepada anak mengenai informasi vaksinasi dan kenapa vaksin itu penting. 

Vaksinasi Saat Pandemi

Nah, salah satu yang kini menjadi kekhawatiran para orang tua dan tenaga kesehatan adalah pelaksanaan vaksinasi di saat pandemi akibat virus Corona seperti sekarang. Meski pandemi, vaksinassi untuk si kecil jangan terhenti ya. 

Vaksinasi tetap bisa diberikan dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti tetap menjaga jarak, pakai masker selalu mencuci tangan, jauhi kerumunan. Pastikan juga bahwa  anak dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan vaksinasi. Utamakan kunjungan vaksinasi ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memisahkan pasien sehat & sakit.

Sebagai panduan kita bisa menyimak video bagaimana tips dan prosedur saat membawa si kecil vaksinas ke fasilitas kesehatan di masa pandemi dari Kenapa Harus Vaksin di bawah ini

 

 

Nah itu dia beberapa hal seputar vaksin yang bisa menjadi pedoman para orang tua. Saya senang sekali bisa mendengar penjelasan dari dr Attila yang gamblang mengenai berbagai hal tentang vaksin untuk si kecil. #LindungikuLindungimu.

Semoga postingan ini berguna ya. Dan jangan lupa untuk informasi lebih jauh mengenai pemberian vaksin ini parent bisa melihat di akun media sosial Kenapa Haru Vaksin di 

IG: @KenapaHarusVaksin

Youtube : Kenapa Harus Vaksin

Facebook : Kenapa Harus Vaksin

 

 

 

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *