Ketahui Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan Sebelum Menentukan

Proteksi asuransi, keluarga terlindungi
Ilustrasi: Proteksi asuransi, keluarga terlindungi

 

Zaman ini, produk asuransi memang sudah menjamur di mana-mana. Pilihannya pun kian variatif. Kamu pastinya sudah sering mendengar produk asuransi jiwa dan kesehatan, tapi tahukah kamu perbedaannya?

Sebelum melangkah lebih jauh, kamu perlu melakukan riset terlebih dahulu. Mulai dari spesifikasi produk sampai manfaat, juga proses yang kiranya paling sesuai dengan kebutuhanmu. Nah, maka dari itu kamu perlu mengetahui lebih dulu perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan, yuk! Agar nantinya tidak salah menentukan.

 

Pengertian Asuransi Jiwa dan Kesehatan 

Asuransi jiwa merupakan produk yang keberadaannya difokuskan sebagai tindakan antisipatif untuk keluarga yang kiranya akan ditinggalkan oleh pihak tertanggung. Produk ini menawarkan dukungan terhadap keluarga tertanggung atau ahli waris jika suatu hari nanti meninggal dunia. Dalam kondisi lainnya, produk asuransi jiwa pun dapat dicairkan jika kondisi tertanggung tidak lagi memiliki kemampuan bekerja atau memiliki penyakit kritis, jadi uang pertanggungan dari asuransi ini berfungsi sebagai pengganti nafkah bagi keluarga pemilik polis asuransi.

Berbeda dengan produk asuransi jiwa yang bertujuan untuk diberikan pada pihak keluarga atau ahli waris tertanggung, produk asuransi kesehatan merupakan produk yang manfaatnya langsung ditujukan bagi pihak tertanggung.

Hal ini dimaksudkan sebagai perlindungan bagi pemilik asuransi jika suatu saat mengalami risiko penyakit. Selain dapat menekan jumlah biaya yang harus dikeluarkan dalam satu waktu andai risiko ini terjadi, asuransi kesehatan juga memiliki ragam fitur yang dapat mempermudah proses saat mengalami risiko sakit.

Jenis, Fungsi, dan Manfaat pada Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Setelah mengetahui perbedaan pengertian dari asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, di sini kamu akan masuk lebih dalam lagi ke dalam detail di dalamnya. Mulai dari jenis, fungsi, manfaat, juga proses klaim dari masing-masing produk asuransi.

 

 

Jenis-jenis pada Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Dalam asuransi jiwa, jenis produk dibagi menjadi empat macam. Biasanya di dalam asuransi jiwa pun terdapat manfaat lengkap sesuai dengan pilihan, misalnya tambahan asuransi kesehatan. Namun sebelum membahas manfaat, ketahui dulu ragamnya.

Jenis pertama dari produk asuransi jiwa adalah asuransi jiwa berjangka (term life insurance) yang memberikan proteksi dalam jangka waktu tertentu dan memiliki biaya premi yang tetap dan relatif lebih murah. Jenis kedua, yaitu asuransi seumur hidup (whole life insurance) yang merupakan proteksi yang memiliki jangka waktu seumur hidup dengan batas usia yang beragam pula tergantung dari kebijakan perusahaan asuransi.

Ketiga, jenis asuransi jiwa yang memiliki manfaat tabungan serta asuransi berjangka, biasanya disebut sebagai asuransi jiwa dwiguna. Sedangkan jenis terakhir adalah asuransi jiwa unit link. Asuransi jenis ini memiliki tambahan manfaat investasi selain perlindungan jiwa. 

Perihal proses klaim asuransi jiwa, terdapat ragam kondisi yang memperbolehkan pihak tertanggung dan keluarga mengajukan klaim sesuai dengan perjanjian dan manfaat yang sudah disepakati di awal.

Pada asuransi jiwa yang memiliki manfaat sekaligus pada beban medis dapat melakukan klaim rawat inap atau jalan. Kemudian terdapat pula klaim penyakit kritis, cacat total dan permanen, kecelakaan dan yang terakhir klaim meninggal dunia. Proses ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemilik polis, melainkan dapat dilakukan oleh pihak keluarga dan ahli warisnya.

Pada asuransi kesehatan, jenis-jenis produknya dibagi berdasarkan ragam tujuan, yaitu:

  1. Perawatan (rawat inap dan jalan)
  2. Metode Pembayaran/Proses Klaim (cashless atau reimbursement)
  3. Pengelola Dana (pemerintah atau swasta)
  4. Biaya yang akan ditanggung (pilihan tanggungan total atau tanggungan tertinggi)
  5. Pihak tertanggung (kolektif atau pribadi)

Ragam jenis ini sejatinya tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan perlindungan pada risiko sakit yang mungkin diderita oleh pihak tertanggung. Namun, banyaknya pilihan dan jenis ini yang nantinya diharapkan dapat disesuaikan oleh kebutuhan pihak tertanggung. Proses klaim juga dibedakan menjadi dua saat risiko terjadi, yaitu secara cashless atau reimbursement. Selain metode klaim, coverage dari produk ini juga disesuaikan dengan perjanjian antara tertanggung dan pihak penanggung di awal.

 

 

Fungsi dan Manfaat Asuransi Jiwa dan Kesehatan 

Pada asuransi jiwa, terdapat ragam manfaat yang bisa didapatkan di dalamnya, yaitu jaminan pendidikan anak, sebagai tabungan dan investasi, sebagai dana darurat, serta penjamin kesejahteraan keluarga setelah ditinggal atau jika pihak tertanggung mengalami kondisi tertentu dan tidak bisa lagi mencari nafkah.

Sedangkan untuk fungsinya adalah sebagai perlindungan bagi keluarga terkasih dari risiko terputusnya penghasilan dari pemberi nafkah, sebagai warisan untuk keturunan, penanggung biaya kematian, dan perpanjangan sedekah setelah wafat.

Pada asuransi kesehatan, manfaat yang dapat dinikmati di antaranya adalah penekan risiko pengeluaran yang besar saat menghadapi risiko sakit, persiapan dana darurat, sebagai investasi jika tidak pernah melakukan klaim, juga penyokong fasilitas medis yang mumpuni. Sedangkan fungsinya secara garis besar sebagai akses yang dapat dipakai untuk pengobatan, mulai dari rawat inap atau rawat jalan.

Lebih dari itu, fungsi produk asuransi kesehatan juga melingkupi proteksi yang praktis dan efisien yang meng-cover risiko kekurangan uang. Terakhir, pengaturan keuanganmu untuk risiko sakit pun bisa lebih terkontrol akan keberadaan asuransi kesehatan.

Itu dia perbedaan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, semoga setelah membaca keseluruhannya kamu tidak bingung lagi ya untuk menentukan produk asuransi mana yang kiranya sesuai untuk kamu dan keluarga! 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published.