Serunya Blogger Gathering Hutan Kita Juara, Memupuk Cinta Lewat Cerita

Lirik lagu indonesia raya 3 stanza

 

Hamparan hutan hujan tropis nan indah menyapa mata. Semut-semut bekerja tekun dalam koloni yang solid. Lautan biru membentang luas. dimeriahkan terumbu karang dan hewan laut aneka warna. 

***

Sore itu, Jumat, 2 oktober 2020, tak putus mata saya  memandang layar monitor. Sementara mulut berkomat-kamit mengikuti syair mujarab, lirik pamungkas yang tak pernah berhenti menggetarkan jiwa setiap kali melantunkannya. Apalagi sore itu, lagu itu terdengar makin syahdu, 3 stanza. 

 

  …

Indonesia, tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya, 

Di sanalah aku berdiri, Untuk s’lama-lamanya. 

Indonesia, tanah pusaka, P’saka kita semuanya, 

Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia. 

….

 

Hingga lagu Indonesia Raya itu berakhir hati saya terus bergetar. Nukilan cakrawala yang silih berganti diputar selama lagu membuat saya takjub. Bertambah bangga dan cinta. Inilah Indonesia. Yang dari tanahnya mengalir air bening, ditutupi hutan lebat, dihuni makhluk yang hidup saling berdampingan. 

Ah, mungkin sore itu saya memang agak melow. Atau terlalu bersemangat. Atau terlalu menghayati. Hmmm, apapun itu yang pasti saya sangat antusias untuk mengikuti acara blogger gathering online bertema “Melestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan” yang diselenggarakan Hutan Itu Indonesia dan Blogger Perempuan Network. 

 

Hutan itu indpnesia
Standby, tak sabar mengikuti blogger gathering Hutan Kita Juara

 

Yap. Sejak menerima undangan lewat surel untuk mengikuti kegiatan via zoom meeting itu saya tak sabar menunggu waktunya tiba. Kenangan akan perjalanan ke beberapa wilayah hutan di Sumatera dan Jawa kembali berkelana di ingatan. Apalagi, sore itu acara akan diisi pemaparan dari tiga narasumber kece. Ada Bang Irham Hudaya Yunardi dari Forum Konservasi Leuser, Mba Setya Winnie, blogger dan influencer yang fokus dengan isu lingkungan,  Mas Christian Natalie,perwakilan dari Hutan Itu Indonesia serta dipandu MC keren Mas Rian Ibram. 

Sejak awal memandu acara, Mas Rian Ibram sudah mulai memanaskan semangat kami para peserta. Tampil dengan baju batik nusantara, ia memperkenalkan kami dengan para narasumber. Tak lupa menyelipkan semangat pentingnya menjaga dan melestarikan hutan Indonesia. 

Dan tara… kami para peserta yang terdiri dari 34 blogger pun makin bersemangat saat Mas Ibram memacu adrenalin kami seru-seruan bermain tebak-tebakan online. Dan temans tahu, sesuai tema hari itu maka gamenya pun tak jauh-jauh dari hutan. Menebak jumlah hewan atau tumbuhan yang muncul dalam frame. 🙂 

Belum hilang senyum di bibir karena asyik bermain tebak-tebakan, Mas Ibram langsung menyuguhi kami dengan sebuah tayangan dari KKI Warsi yang akan melakukan pemancangan pohon adopsi di kawasan hutan kemasyarakatan adat Air Tenam di Kawasan Zona Lindung antara provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan. 

Oiya, mengenai adopsi hutan ini sudah pernah saya ceritakan dalam postingan berjudul : Adopsi Pohon, Seni Menjaga Alam dengan Cinta. Temans yang sudah membaca semoga ingat, bahwa adopsi hutan merupakan program gotong royong untuk menjaga agar pohon yang sudah ada tetap berdiri tegak dan melaksanakan fungsi ekologisnya. 

Lewat adopsi hutan seluruh masyarakat bisa terlibat menjaga kelestarian alam dengan turut berdonasi. Donasi yang diberikan akan dikelola oleh lembaga lingkungan dan masyarakat tempatan untuk melakukan berbagai kegiatan seperti pemberdayaan, patroli, dan program pendampingan pada masyarakat. 

Seperti anak adopsi, masyarakat tempatan akan tetap menjaga pohon tegak sedang donatur akan mendapat sertifikat sebagai bukti ikatan antara ia dan pohon yang diadopsi. Ruh utama gerakan ini tentu saja untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. 

 

“Kepada siapapun, anak siapapun, cucu siapapun, kalau bisa mari kita sama-sama melestarikan kekayaan lingkungan kita biar hutan tetap terjaga seutuhnya.”

Sarno. Ketua Hutan Tanaman Rakyat Desa Air Tenam

Melestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan

 

Program adopsi hutan diperkenalkan oleh Hutan Itu Indonesia untuk menggerakkan masyarakat saling membahu menjaga hutan. Melestarikan dan menjaga hutan tidak semata menjadi tanggung jawab masyarakat yang ada di sekitar hutan, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.

Kenapa bisa begitu? Karena hutan merupakan sumber kekayaan hayati yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia. Dari hutan kita mendapat cadangan oksigen yang tak terhingga sebagai penentu kehidupan. Hutan pula yang telah mencadangkan air bersih untuk kebutuhan hidup manusia.

Menjaga dan melestarikan hutan, berarti kita sedang menjaga dan memastikan kelangsungan hidup anak cuku di masa mendatang. Maka di tengah berbagai kesibukan harian kita, tak ada salahnya meluangkan sedikit upaya untuk turut melestarikan hutan. Bila tak punya energi untuk ikut menanam dan merawat secara langsung adopsi hutan bisa menjadi alternatif. Biarkan masyarakat tempatan yang bekerja, dan kita memastikan ketersediaan sumber daya modal mereka dengan ikut berdonasi. 

 Mas Christian Natalie, Program Manager Hutan Itu Indonesia mengatakan melalui gerakan adopsi hutan diharapkan bisa memunculkan semangat masyarakat Indonesia untuk bergerak bersama melakukan pelestarian alam. Menurut dia, setiap orang bisa mengambil peran dalam pelestarian alam dan hutan dengan berbagai cara dan media. Salah satunya dengan turut dalam mengkampanyekan pentingnya penyelamatan hutan dan perlunya gerak bersama menyelamatkan hutan. 

Nara sumber dalam blogger gathering

Semangat bersama untuk melestarikan hutan akan menjadi pelecut semangat para pegiat lingkungan dan masyarakat di sekitar hutan untuk terus menjaga dan merawat hutan. Kawasan konservasi Leuser menjadi salah satu bukti betapa pelibatan masyarakat setempat sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan.

Bayangkan saja, apa yang akan terjadi bila masyarakat sekitar hutan tak mau diedukasi untuk berhenti menebang pohon. Demi memenuhi tuntutan hidup, hutan tetap akan terus dibabat. 

Bila masyarakat di sekitar hutan tak mau beralih menggantungkan hidup dari kayu menjadi pemanfaatan hasil hutan yang lebih bernilai, maka upaya pelestarian akan sia-sia. Disitulah peran kita, masyarakat kota yang tinggal nun jauh dari hutan untuk memberikan dukungan lewat adopsi hutan. 

Membangun Cinta Lewat Cerita

 

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Pameo lawas ini cocok sekali untuk dijadikan alasan kenapa kita harus terlibat dalam pelestarian hutan. Mulai mendekatkan diri pada hutan, menggali banyak cerita dari khasanah hutan nusantara, akan semakin meningkatkan kecintaan kita pada hutan Indonesia. 

Semakin sering kita bersentuhan hal yang berkaitan dengan hutan, maka akan bertambah besarlah rasa cinta itu. Kalau sudah cinta, hmmm. Jangan ditanya; gunung tinggi kan ku daki, lautan luas kan ku sebrangi. Seperti yang saya rasakan sendiri saat mengikuti blogger gathering kali ini. 

Lebatnya hutan yang terpampang saat Bang Irham Hudaya Yunardi dari Forum Konservasi Leuser membuat saya berasa ingin secepatnya menghambur ke tanah rencong. Memesan pesawat paling pagi dan melakukan petualangan di Leuser. Menikmati kesegaran alamnya, dan juga bisa menyaksikan keanekaragaman hayati, flora dan fauna di sana. 

Mungkin inilah yang dimaksud oleh Bang Irham sebagai inspirasi untuk mencintai hutan dari membaca cerita positif mengenai hutan Indonesia. Yup, dalam paparannya, Bang Irham memang berpesan, salah satu cara kita membangkitkan semangat orang lain untuk mencintai alam dan terlibat dalam program-program penyelamatan hutan adalah melalui cerita.

Lewat kisah positif dan menarik dari hutan. Dan saya, sore itu menjadi makin cinta dengan keindahan alam Leuser, tempat bermukimnya 4 hewan endemik indonesia yang hampir punah; Badak Sumatera, Orang Utan, dan Gajah Sumatera. 

 

Desa ketambe Leuser
dokumentasi Mba Setya Winnie  saat menjelajah dan bertualang di hutan Ketambe

 

Kekuatan cerita dalam membangkitkan semangat masyarakat untuk mencintai hutan, lagi-lagi terbukti saat Mba Setya Winnie, blogger sekaligus influencer yang suka ke luar masuk hutan, berbagi cerita mengenai petualangannya ke Desa Ketambe  yang terletak di Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi NAD.

Saat Mba Setya membentang slide petualanganya selama berada di Ketambe kepada kami para peserta gathering, sontak chat room zoom meeting menjadi ramai komentar. 

 

“Mau ke hutan…”,

“Rindu berpetualang.”

“hutannya indah”.

 

Macam-macam reaksi para peserta. Sampai ada wacana dari kami para peserta gathering untuk berpetualang ke Ketambe suatu saat nanti. Begitulah kekuatan cerita.

Setiap narasi yang terlontar dari Mba Setya mengenai Ketambe membuat kami menjadi semakin cinta dengan hutan Indonesia. Andai seluruh hutan Indonesia bisa dipulihkan dari sakitnya, tentu tak perlu lagi jauh-jauh ke Ketambe untuk bisa merasakan petualangan seru menjelajah hutan hujan tropis nan eksotis. 

Tak terasa, dua jam sudah berlalu. Mba Setya belum benar-benar menyelesaikan seluruh materi presentasinya saat mas Riam harus menyela. Waktu sudah semakin sempit. 

 

sesi sharing yang seru bersama Mba Setya Widia, dan game yang memecah suasana, memabut makin cinta dengnan hutan Indonesia

 

Pengalaman mengikuti blogger gathering mengenai Hutan Kita Juara sore itu bagi saya benar-benar istimewa. Di akhir kami diajak lagi seseruan untuk mengikuti game. Meski kegiatan berlangsung online, namun saya merasa kegiatannya mengalir dan cair. Di akhir juga diumumkan para pemenang lomba blog Hari Hutan Indonesia dengan tema adopsi hutan. 

Bagi saya mengikuti online gathering hutan kita juara hari itu, serasa ikut kegiatan offline saja. Kita para peserta bisa berkumpul bersama dan berinteraksi secara langsung. Andai pandemi telah berlalu dan kegiatan bisa terlaksana offline tentu akan terasa lebih seru lagi. 

Saking seru dan menyatunyanya para peserta selama acara, komunikasi antar peserta pun berlanjut hingga setelah acara. Beberapa teman blogger yang baru kali itu bisa bertegur sapa akhirnya menjadi lebih intens komunikasinya. 

 

 

Semoga semangat bersama untuk melestarikan hutan Indonesia makin menyala dan membara.

 

Lewat Cerita mari kita tumbuhkan Cinta,

agar Hutan Indonesia makin Juara. 

 

 

 

 

 

12 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *