Jeli Memilih Asuransi Penyakit Kritis

RansuAsuransi penyakit kritis

Ingat lima perkara, sebelum lima perkara
Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua

Alunan nasyid Raihan yang diputar salah satu siaran radio senja itu membuat perjalanan saya dan suami menjadi syahdu. Apalagi lirik lagu Demi Masa yang populer saat kami masih SMA itu menjadi sangat relevan dengan perasaan kami hari itu. Tak lama sebelumnya kami baru saja membahas keadaan seorang tetangga yang harus bolak balik rumah sakit karena divonis menderita kanker.

Keadaan tetangga tersebut membuat ingatan kami melayang ke kampung halaman, nun di Nagari Talang, Sumatera Barat. Teringat kisah Ibu, panggilan kami untuk nenek dari suami. Dari suami, saya mengenal buyut dari krucils DuniaBiza itu sebagai sosok yang tegar, kuat dan pantang menyerah.

Saya memang tidak pernah bertemu dengan Ibu, Tapi suami sering menceritakan tentang Ibu karena sejak kecil ia banyak melihat kehidupan dari Ibu. Menurut suami, dalam kesehariannya tidak ada kesan bahwa sang nenek pernah menyandang penyakit serius. Yup di masa paruh bayanya, saat baru berusia 40 tahun, Ibu pernah divonis menderita kanker payudara. Penyakit yang ditakuti banyak orang. Bukan hanya karena penyakitnya yang saat itu belum banyak dikenal bagi masyarakat pedesaan, vonis kanker payudara juga membuat keluarga berpikir tentang biaya. Tidak sedikit yang dibutuhkan untuk pengobatannya.

Namun penyakit tetaplah penyakit dan harus ditempuh cara apa saja untuk mengobatinya. Ibu kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pengangkatan sebelah payudaranya. Setelah proses pemulihan rampung dilakukan selama kurang lebih 3 bulan ia kembali menjadi perempuan perkasa. Ibu, ayah dan bundo kanduang bagi sukunya. Ia kembali menjadi mandor bagi pengelolaan sawah dan ladang, memastikan anak-anaknya selesai pendidikan.  Ibu kemudian menghadap sang Khalik pada usia tuanya yakni 67 tahun.

Kisah Ibu agak berbeda dengan tetangga yang saya dan suami bahas. Alhamdulillah saat itu dukungan lingkungan membuat ibu dapat membiayai operasi dan bolak balik Jakarta-Solok. Berbeda halnya dengan tetangga kami yang juga divonis kanker. Sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang las dengan kondisi ekonomi yang tak terlalu baik. Memang, sekarang sudah mulai ada bantuan dari tetangga untuk meringankan bebannya. Namun, pengobatan intensif masih belum bisa dilakukan karena beliau tak memiliki jaminan kesehatan baik dari pemerintah apalagi yang disediakan dengan kesadaran sendiri.

 

Cerita tentang tetangga, ditambah lagu Demi Masa dari Raihan membuat obrolan kami sore sembari perjalanan menuju rumah menjadi melebar ke arah lain. Tentang kemungkinkan terburuk dari hal-hal yang tak diinginkan, bisa saja terjadi pada keluarga kami nanti. Toh artinya suami punya riwayat penyakit Kanker dari Ibu? Tak hanya kanker, beberapa waktu lalu kami juga baru saja bolak balik rumah sakit untuk pemeriksaan Bapak Mertua yang mendadak terasa lemah, bahkan dokter jaga di UGD menyebutkan sebagai gejala jantung.

Ini adalah lampu merah bagi kami. Maka dalam perbincangan itu pula kami akhirnya mulai membicarakan bagaimana bila masa gelap itu datang. Apa yang harus kami lakukan. Ke mana harus mengadu? Bukankah penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, bisa datang kapan saja, mematikan dan membutuhkan uang pengobatan dalam jumlah besar.

Dan ujung dari pembicaraan itu kami pun bersepakat, inilah yang diingatkan Raihan dalam lirik lagi Ingat sehat sebelum sakit. Maka salah satu jalan yang bisa dilakukan untuk siap sedia yakni dengan membekali diri melalui perlindungan yang tepat, semacam asuransi kesehatan yang melindungi dari penyakit kritis.

Ya memang saat ini kami memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah karena perusahaan suami memilih menggunakan asuransi kesehatan pelat merah tersebut. Namun, kami sadari bahwa mengharap pada asuransi pemerintah saja tidak cukup. Hal ini tentu akan membuat jantung deg-degan, karena critikal illnes adalah penyakit yang memerlukan penanganan sedini mungkin. Maka, jalan yang akhirnya kami sepakati adalah perlu membekali diri dengan perlindungan berlapis dari asuransi kesehatan yang mengcover critical illness.

Menemukan Perlindungan Tepat Critical Illness 

Soal urusan asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, suami cukup punya banyak referensi. Dulu ia pernah bertugas di desk keuangan dan finansial yang salah satunya berkaitan dengan urusan asuransi. Dari pengalaman itu kami mulai mencoba memilah beberapa produk dan membaca-baca syarat dan ketentuan dari masing-masing produk.

Dari pengalaman itu, dari suami saya belajar akan beberapa hal. Menurut dia, bila ingin menggunakan asuransi penyakit kritis maka kami harus sepakat dan paham dulu untuk beberapa hal terlebih dahulu:

  1. Permasalahan yang biasanya terjadi dalam memilih asuransi penyakit kritis adalah cakupan perlindungan dan definisi perlindungan. Tidak semua asuransi penyakit kritis mengcover perlindungan dari gejala permulaan. Seringkali produk jenis ini hanya mengcover setelah berada di stadium lanjut. Padahal jika ditangani semenjak gejala akan memberi peluang kesembuhan lebih besar. Atau ada produk yang hanya dimanfaatkan pada stadium awal namun tidak mengcover biaya lanjutan.
  2. Kalaupun mengcover semua penyakit harus dipastikan definisi penyakit yang ditanggung. Misalnya untuk kanker apakah semua jenis kanker atau hanya kanker tertentu. Demikian juga dengan penyakit kritis lainnya.
  3. Sebelum memutuskan membeli asuransi penyakit kritis pastikan kita sudah membaca dan membandingkan cakupan pertanggungan dan nilai premi dari masing-masing produk. Cari penawaran yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan finansial kita.

  1. Pilih asuransi penyakit kritis yang memberikan perlindungan paling banyak. Informasi yang valid ada di lembar polis, bukan keterangan yang disampaikan oleh marketing. Jadi harus dipastikan membaca secara rinci setiap kata di dalam polis.
  2. Pastikan kita sudah mengetahui mengenai survival periode (masa bertahan hidup) yang ditawarkan oleh produk yang akan dibeli. Sebagai contoh, kalau pada asuransi tersebut tertulis survival period 30 hari, artinya kita harus mampu melewati masa 30 hari sejak dinyatakan mengidap penyakit. Bila tidak melewati periode tersebut maka klaim tidak bisa dilanjutkan.
  3. Pastikan bahwa kita sudah mengetahui dengan pasti pertanggungan apa saja yang dicover, apakah meliputi menjalani pengobatan atau operasi terlebih dahulu. Apakah menanggung kondisi cacat tetap total. Apakah menanggung vitamin untuk mendukung penyembuhan.
  4. Pastikan kita sudah memahami metode pembayaran klaim dari perusahaan asuransi yang dipilih. Dan akan lebih baik kalau bisa memilih asuransi penyakit kritis yang menanggung tindakan tertentu dari penyakit kritis seperti transplantasi organ tubuh penting, seperti ginjal, dan hati.
  5. Pastikan kita sudah mengetahui dan membaca syarat dan ketentuan serta membaca bagian pengecualian yang tertera dalam polis.

Sebenarnya ada beberapa poin lagi yang menjadi catatan suami, namun yang penting-penting kurang lebih ada di tujuh poin itu. Berbekal obrolan tersebut kami pun mulai mencari informasi mengenai sejumlah perusahaan asuransi yang menyediakan produk critical illness. Dan teman tahu di mana akhirnya kami berlabuh?

Yup. Hasil stalking sana sini, kami akhirnya sepakat untuk menggunakan Flexi Critical Illness dari AstraLife. Untuk perusahaan asuransi satu ini kami tidak ragu lagi karena menjadi bagian dari grup Astra yang mewarnai keseharian jagad bisnis Tanah Air.  Dengan jaminan nama Astra ini maka sejauh ini tidak ada berita gagal bayar klaim dari perusahaan asuransi jiwa itu.

Dengan mengumpulkan sejumlah informasi saya yakin bahwa Flexi Critical Illnes merupakan asuransi penyakit kritis yang sangat tepat dengan kebutuhan kami. Produk ini dirancang sesuai kebutuhan karena nasabah bisa mengatur sendiri perlindungan yang dibutuhkan. Jadi ini termasuk asuransi jiwa fleksibel.

Misalnya perlindungan untuk 3+1 penyakit kritis yaitu stroke, jantung, kanker tahap lanjut dan kanker tahap awal dengan nilai perlindungan hingga 2 Miliar tanpa perlu repot-repot cek medis. Selain itu yang menarik bahwa   50% (lima puluh persen) dari uang pertanggungan akan dibayarkan saat terdiagnosa kanker tahap awal, membantu kamu dan keluarga memiliki dana untuk melakukan pengobatan dan melawan kanker. Mendukung penanganan awal saat vonis itu datang.

Poin lain yang juga perlu menjadi pertimbangkan bahwa Flexi Critical Illness memiliki premi efisien karena dihitung berdasarkan risiko setiap tahun – sehingga harga premi berbeda-beda setiap orangnya. Selain itu komitmen tahunan dan otomatis diperpanjang sesuai kebutuhanmu hingga usia 85 tahun memberi kepastian tidak perlu repot mendaftar ulang setiap tahunnya

Akhirnya Membeli Flexi Critical Illness

 

Tidak perlu repot bagi kami untuk membeli Flexi Critical Illness ini. Kami tak perlu datang ke kantor Astra Life. Juga tidak perlu bertemu dengan agen mereka. Pembelian bisa dilakukan lewat online saja seperti yang sudah saya lakukan. Prosesnya mudah, cepat dan semuanya lewat online saja.

Sedikit panduan dari pengalaman saya saat membeli Flexi Critical Illness ini mungkin bisa teman coba

  1. Buka website Asuransi Astra Life di ilovelife.co.id dan klik lihat detil
  2. Setelah halaman terbuka klik “Cek Sekarang!”
  3. Klik “Ayo Mulai”
  4. Isi pertanyaan sesuai dengan data dan pengalaman yang pernah dilakukan mengenai riwayat penyakit dan pengobatan yang pernah dialami. Pertanyaan dijawab dengan Ya atau tidak
  5. Setelah itu isi data dan pilih berapa uang pertanggungan yang diinginkan. Misalnya Rp50 juta. Bila membutuhkan pertanggungan yang besar, temans juga bisa menaikkan jumlah pertanggungan tersebut hingga Rp 2 miliar. Dan yang pasti kalau pertanggungan diperbesar maka premi yang dibayarkan juga akan besar. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan ya.
  6. Pilih salah satu waktu pembayaran yang diinginkan, bisa per bulan, per 3 bulan, per 6 bulan, atau per tahun lalu pilih ambil
  7. Lengkapi data diri dan upload KTP. Setelah itu lanjut.
  8. Lengkapi nomer telepon dan alamat yang diperlukan, setelah itu klik lanjut
  9. Masukkan data penerima manfaat klaim dan pilih besar presentase yang akan diterima, lalu klik tambahkan.
  10. Cek data yang sudah dimasukkan. Lalu klik “Saya Setuju” untuk S&K lalu klik lanjut. Eitss tapi pastikan bahwa temans sudah membaca dengan benar S&K yang ada ya. ☺
  11. Pilih metode pembayaran yang akan digunakan, bisa melalui transfer ke virtual account Bank Permata atau BCA, maupun melalui kartu kredit. Lalu klik Lanjut. Setelah itu akan ada konfirmasi untuk memastikan apakah kita benar-benar akan membayar menggunakan metode pembayaran yang kita pilih  atau tidak.
  12.  Terakhir adalah pembayaran. Setelah itu pembelian premi selesai.

 

Oiya, untuk pembayaran nanti saya punya informasi yang semoga berguna teman. Nanti pada saat pembayaran akan ada gambar kotak kado Kode Promo/Refferal di pojok kiri bawah pada halaman registrasi. Nah temans nanti bisa menggunakan kode refferal dari saya yaitu BLOGIRA97 untuk mendapatkan sejumlah keuntungan. Jangan lupa ya BLOGIRA97 dengan hurus besar semua. ☺

Akhirnya, semoga kita semua selalu sehat dan dalam lindungan-Nya.

Demi Masa….

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

***

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published.