Morinaga Heiko+ Water, Jaga Nutrisi Si Kecil Sejak Dini

 

Siapa di antara moms yang sering bepergian dalam waktu lebih dari lima jam dengan si kecil?

***

Hmm, rasanya hampir semua moms kekinian udah biasa aja ya bepergian dengan bayi. Bahkan untuk mengajak si kecil perjalanan jauh melintasi pulau dan samudera sudah jadi perkara biasa. Ya bisa menggunakan jalur darat, laut dan udara.

Saya sendiri lumayan berpengalaman boyongan dengan si kecil. Perjalanan udara jangan ditanya. Laut juga biasa. Dan yang terakhir kami lakukan adalah September lalu menempuh perjalanan darat dari Jakarta-Padang menempuh waktu 3 hari dua malam. Yap. Perjalanannya memang agak lama dari waktu tempuh biasa yang hanya dua hari dua malam. Bahkan sekarang bisa saja dua hari satu malam. Perjalanan menjadi lambat karena kami hanya menempuh perjalanan di siang hari.

Malam kami beristirahat di kota yang disinggahi. Suami tak mau ambil risiko menyetir malam. Juga mempertimbangkan agar anak-anak tidak terlalu kecapean. Maklum, tujuan kami menempuh jalur darat karena sekalian ingin menikmati perjalanan lintas sumatera sembari menjelajah beberapa kota.

Nah, kalau sudah menempuh perjalanan jauh dengan krucils, khususnya di bawah lima tahun, biasanya apa sih yang suka membuat moms rempong sendiri? Hohoo ada banyak ya. Urusan ganti popok, anak yang tiba-tiba minta pipis, lapar, capek dan tetek bengek lain.

Untuk urusan ganti popok alhamdulillah saya tak lagi repot karena ketiga krucils sudah ga pake pokok lagi. Arsyad yang baru 2,5 tahun juga sudah full ga pake diapers. Tapi masih ada satu nih kerempongan yang tersisa. Yaitu kalau Aryad atau Zizi tiba-tiba minta buatin susu formula.

 

Suasana bangku belakang saat perjalanan darat Jakarta-Padang, Trio BiZA sibuk bermain dan mewarnai.

Wohoo…. Moms bisa bayangkan rempongnya bukan? Kalau sedang membuatkan susu di perjalanan saya selalu ingat dulu sering dipelototin sama mama lantaran melarutkan susu formula untuk si kecil menggunakan air mineral biasa yang tidak dipanaskan.

“Kamu kok ga manasin air dulu. Susunya ga bisa larut loh.”

Saya biasanya hanya menjawab dengan senyum. Karena memang kami biasanya melarutkan susu formula dengan air dingin saja. Alasannya karena dulu si sulung Bintang pasti protes kalau susu formula yang dibuatkan terasa hangat. Ujung-ujungnya menunggu sampai benar-benar dingin.

Sebenarnya saya paham, alasan kenapa orang tua menganjurkan melarutkan susu formula dengan air panas untuk memastikan air yang dipake steril dan sudah bebas kuman. Namun juga harus diperhatikan bahwa mendidihkan air terlalu lama juga bisa meningkatkan kandungan mineral dalam air dan merusak kandungan nutrisi lainnya.

Sayangnya membawa air panas di perjalanan kadang sedikit merepotkan. Sebagai ganti biasanya kami melarutkan susu formula menggunakan air mineral, air kemasan yang terjamin higienitasnya. Namun walau sudah menggunakan air mineral beberapa kali masih ada keraguan. Apa iya melarutkan susu formula dengan air mineral biasa itu baik untuk kesehatan si kecil? Bukankah si kecil biasanya selaluistimewa dan membutuhkan perlakuan berbeda di banding orang dewasa?

Pertimbangan akan kebutuhan nutrisi dan gizi si kecil ini yang sering membuat kami ragu. Namun apa boleh buat, karena yang tersedia hanya air mineral kemasan biasa kami menggunakan produk itu. Ya tentu saja dengan memastikan bahwa air kemasan yang dipakai dibuat secara higienis.

Karena si Kecil Istimewa

 Yup. Saya sepakat bahwa si kecil adalah makhluk yang istimewa. Karena itu mereka juga butuh perlakuan berbeda dibanding orang dewasa. Begitu juga dengan urusan pemenuhan nutrisinya. Dan salah satunya adalah dalam pemberian susu formula. Atas alasan itu meski sudah biasa menyiapkan susu formula dengan menggunakan air mineral kemasan, sesungguhnya saya masih sering bertanya-tanya. Apakah tindak tersebut tepat.

Namun rupanya, belakangan saya tahu bahwa kekhawatiran tersebut tak hanya saya yang merasakannya. Berdasarkan data Nielsen dari survei Brand Health Tracking mengenai Formula Bayi dan Formula Lanjutan (IFFO) tahun 2015 lalu, sebanyak  46 persen respondennya menyatakan kebutuhan mereka akan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI. Sama halnya dengan saya, 65% dari responden survey Nielsen menyatakan bahwa bayi memerlukan air minum yang lebih natural dan alami.

Selain alasan tersebut, alasan lainnya adalah karena pencernaan bayi masih lemah (32%) dan air minum memiliki peran penting untuk membantu tumbuh kembang bayi (30%). Apalagi seperti sudah sering temans baca dalam ulasan saya di blog ini bahwa selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang dan berkualitas.

Usut punya usut, urusan asupan air untuk si kecil ini bukanlah persoalan sebelah mata. Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Fery Rahman, MKM menyampaikan hal tersebut.

 “Menurut data WHO tahun 2003 (Feeding and nutrition of infants and young children. Guidelines for the WHO European Region, WHO Regional Publications, European Series, No. 87), kontaminasi makanan (termasuk air minum) oleh agen mikroba adalah salah satu penyebab utama diare pada bayi dan anak kecil.”

Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Fery Rahman, MKM

Selain itu, ia mengatakan bahwa menurut panduan WHO tahun 2005 (Nutrients in Drinking Water. Water, Sanitation and Health Protection and the Human Environment. Chapter 13) mengenai Nutrisi dalam Air Minum menyatakan bahwa kandungan mineral dari air mineral yang digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, secara signifikan dapat mengubah dan menambahkan kandungan mineral pada susu atau makanan pendamping ASI.

Woho… Informasi ini benar-benar menyentak saya. Artinya justru seharusnya untuk melarutkan susu digunakan air dengan minim bahkan nol kandungan mineral agar tidak mengubah nutrisi dan struktur kandungan yang terdapat di dalam susu formula.

Lebih jauh, Dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals menjelaskan, dalam konteks melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, air demineral atau bebas mineral adalah air yang ideal digunakan sebagai pelarut susu atau makanan pendamping ASI karena tidak akan mengubah kemurnian nutrisi yang terkandung dalam komposisinya. Sedangkan melarutkan susu atau makanan pendamping ASI dengan air mineral, berpotensi meningkatkan kandungan mineralnya sehingga komposisi nutrisinya menjadi tidak sama lagi atau berubah.

“Dalam konteks air minum sehari-hari, air demineral atau bebas mineral sangat aman karena berbagai kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh, juga dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi”.

Dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals

 

Nah, lalu pertanyaan selanjutnya, adakah air kemasan yang bebas mineral dan aman untuk melarutkan susu si kecil?

Saya benar-benar merasa beruntung. Di saat saya dan suami mulai galau, mempertanyakan apakah pilihan kami menggunakan air kemasan untuk melarutkan susu formula si kecil, saat itu pula kami menemukan solusi. Seorang kawan memperkenalkan saya dengan produk baru Morinaga. Namanya Heiko+water,  inovasi terbaru dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga Research Center Jepang berupa air murni yang bebas mineral dan bakteri.

 

Morinaga Heiko+ Water, Dukung Kemurnian Nutrisi Sejak Dini 

Apa yang membuat Morinaga Heiko+ Water berbeda dengan air kemasan biasa? Jelas banyak bedanya. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Morinaga Heiko+ Water merupakan air murni steril dan higienis yang diproses melalui 8 tahapan proses untuk menghasilkan kualitas air murni terbaik. Heiko+ Water juga telah memenuhi standard BPOM, SNI dan memiliki sertifikat halal LPPOM MUI.

Itikad kuat untuk menjaga nutrisi si kecil inilah yang mendorong Kalbe Nutritionals bersama IDI menggagas kampanye Dukung Kemurnian Nutrisi Anak Sejak Dini. Saya setuju sekali dengan kampanye ini. Karena hal terpenting dalam mengawal tumbuh kembang si kecil adalah mengawal dan memastikan kemurnian nutrisi buat buah hati. Salah satu caranya ya dengan bijak memilih yang tepat  untuk yang terkasih, seperti air bebas mineral dan bakteri yang dapat digunakan sebagai pelarut susu atau makanan pendamping ASI, Morinaga Heiko+ Water.

Sebagai air murni dan steril, Morinaga Heiko+ Water, dapat melindungi nutrisi makanan anak dengan tidak merubah komposisi serta mudah melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, dengan jaminan kualitas. Disamping itu juga praktis untuk dibawa bepergian atau liburan bersama keluarga. Berbeda dengan air kemasan pada umumnya, Morinaga Heiko+ Water diproses melalui sejumlah tahapan di antaranya

  1. Tahap Super Fine Reverse Osmosis, yaitu  metode penyaringan partikel makro molekul (protein, lemak dan karbohidrat), mikromolekul (mineral) dan ion lainnya serta menghasilkan konsentrasi H2O yang lebih tinggi (pure water) dari air mineral biasa;
  1. Tahap Ultra High Temperature (UHT), merupakan metode  pemanasan dalam suhu yang tinggi dan waktu yang cepat untuk mencapai kondisi steril komersial;
  1. Tahap Aseptic Filling. Air yang sudah steril, dikemas dalam kemasan aseptic atau steril;
  1. Quality Check. merupakan proses yang dilakukan oleh tiga pihak mencakup Hokkan, Kalbe Nutritionals, dan Morinaga Jepang. Kemudian, hanya produk yang memenuhi standar yang akan diturunkan ke pasar.

Jadi, secara lebih detil Kenapa Morinaga Heiko+ Water berbeda, karena diproses melewati 8 tahapan utama yaitu

Gambar Tahapan Pengolahan Morinaga Heiko+ Water 

 

Oiya, satu lagi hal yang penting bahwa kemasan Morinaga Heiko+ Water dibuat dengan kemasan botol yang bebas BPA (bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan botol dari plastik) dan bisa didaur ulang. Jadi selain sehat dan bisa mengawal nutrisi si kecil, menggunakan Morinaga Heiko+ Water juga akan membantu kita menjaga lingkungan.

Saya sudah menggunakan produk Kalbe dan ini dan hasilnya memang berbeda. Saya tidak perlu khawatir lagi dengan kualitas dan jaminan nutrisi yang didapat si kecil. Selain itu, Morinaga Heiko=Water rasanya juga seger dan digemari anak-anak.

Selain untuk melarutkan susu dan melarutukan bubur, Morinaga Heiko+ Water juga bisa diminum langsung. Oiya untuk mendapatkan hasil maksimal, untuk pembuatan bubur sebaiknya Morinaga Heiko+ Water dipanaskan sedikit.

Sejak mengenal Morinaga Heiko+ Water saya makin terpesona dengan Kalbe yang selalu hadir dengan inovasi. Sebagai salah satu pengguna setia brand Kalbe, sejak si sulung Bintang, si cantik Zizi dan kini si kecil Arsyad saya tak bisa jauh-jauh dari Morinaga untuk kebutuhan nutrisi si kecil. Apalagi sekarang setelah mengenal Morinaga Heiko+ Water. Karena itu, tidak salah kalau 9 dari 10 Bunda setuju, Morinaga Heiko+ Water steril dan higienis cocok untuk melarutkan makanan susu dan bubur Si Kecil.

Nah, bagaimana moms. Sekarang udah ga perlu rempong lagi kan. Saya sudah coba dan hasilnya sungguh istimewa. Dan yang penting si kecil suka. Untuk moms yang masih penasaran bisa langsung cek di website dan IG berikut ya

IG: heikowater.id

    website: www.heikowater.com

Morinaga Heiko+ Water, Mom’s Choice for the Loved One.

 

16 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.