Pengalaman Naik Bus ke Padang: Dari Lorena hingga NPM

 

Sebentar lagi, sepuluh tahun sudah saya menetap di Jakarta. Meninggalkan kampung halaman di ranah minang. Banyak cerita, banyak perjuangan. Selalu menarik untuk dikenang dan dijadikan pelajaran. Salah satu hal tak luput dari cerita adalah pengalaman pulang ke Padang.

Tak ada waktu yang pasti buat saya untuk pulanng. Setahun bisa dua sampai lima kali tergantung keperluan. Tetapi ada pula kalanya tak pulang sama sekali dalam setahun. Begitulah, tergantung situasi. Salah satunya persoalan transportasi. Kadang dapat perjalanan yang menyenangkan, tiket murah, dan ada pula cerita harus pulang menumpang bus apa adanya yang ditemui di terminal Rawamangun. Cerita menjadi semakin berwarna karena saat itu belum bisa pesan bus Lorena via traveloka

Yup, untuk pulang kampung dulu saya biasanya memang menggunakan pesawat. Alasannya untuk efisiensi waktu. Karena kalau perjalanan darat ke Padang dari Jakarta perlu setidaknya 2 hari 2 malam. Sedangkan dengan pesawat udara cukup 2 jam saja. Namun perjalanan darat pun tak terelakkan karena beberapa sebab. Misalnya, karena harga tiket pesawat yang melambung tinggi pake banget dari yang biasanya bisa sekitar Rp600 ribu menjadi Rp 1,8 juta, bisa juga karena ingin menikmati perjalanan dan mencari pengalaman.

Perjalanan darat dari Jakarta ke Padang memang menawarkan pengalaman yang menarik. Kita bisa merasakan menyeberangi selat Sunda dengan kapal dari Merak-Bangkahuni. Pernah suatu kali dalam perjalanan pulang, saat ada di atas dek kapal penyeberangan saya melihat segeromolan lumba-lumba yang melintas. Itu jadi pengalaman yang memorable banget.

Baca juga : Air Terjun Lubuak Tampuruang, Wisata Alam Seru di Kota Padang 

Selain urusan waktu yang lama, perjalanan ke Padang dengan bus menurut saya cukup menyenangkan. Apalagi ada banyak pilihan bus yang bisa dipilih. Salah satunya bus Lorena. Pulang dengan Lorena menjadi semakin nyaman karena fasilitasnya yang lengkap. Lorena bersih, supir dan kondekturnya menggunakan seragam. Jarak antar buka juga lega sehingga kita bisa dengan nyaman bersandar dan menurunkan bangku hingga posisi nyaman untuk tidur.

Dibanding bus lain ke Padang, Lorena termasuk yang eksekutif. Tapi memang ada rupa ada harga. Tiket bus Lorena biasanya di atas sedikit dibanding bus lain. Misalnya kalau kita menggunakan bus lain harganya Rp 400 ribu, maka dengan Lorena Rp 500 ribu. Mahal sedikit tetapi dengan fasilitas yang eksekutif, hmmm, rasanya tergantung pilihan masing-masing.

 

Lorena merupakan perusahaan bus yang sudah lama berdiri. Tidak hanya ke Padang, rutenya untuk Sumatera juga ada ke Palembang, Jambi, Pekanbaru dan Medan. Kalau ke kota-kota di Jawa banyak banget. Setidaknya ada 60 rute perjalanan bus dari Jakarta ke Sumatera, Jawa dan Bali. Pada 2002, CV Lorena berubah menjadi PT Eka Sari Lorena Transport untuk meningkatkan kualitas perusahaan menjadi lebih profesional. Armada bus yang tersedia bervariasi ada eksekutif, VIP, dan bisnis.

Bus kelas eksekutif hanya melayani trayek Jawa bagian timur dan Bali. Selain memiliki kapasitas 32 kursi dengan format 2 – 2 dan kursi yang dapat disandarkan (reclining seat), setiap penumpang juga bisa menikmati perjalanan dengan nyaman berkat adanya fasilitas AC, fasilitas hiburan audio video, toilet, smoking area, bantal, dan selimut.

Sementara itu, bus kelas VIP hadir melayani trayek Sumatra dan Jawa bagian selatan. Kelas ini memiliki kapasitas 40 kursi dengan format 2 – 2 dan kursi yang dapat disandarkan (reclining seat). Fasilitas lain yang ditawarkan adalah AC, fasilitas hiburan audio video, toilet, smoking area, bantal, dan selimut.

Terakhir, Lorena juga menyediakan layanan bus kelas bisnis dengan kapasitas 53 kursi dengan format 2 – 3 dan kursi yang dapat disandarkan (reclining seat). Setiap penumpang juga berhak mendapatkan fasilitas seperti AC, fasilitas hiburan audio video, dan toilet.

Selain Lorena, perjalanan dengan bus ke Padang bisa juga menggunakan NPM. Ini adalah perusahaan yang dikelola “urang awak” istilah yang digunakan untuk merujuk orang asli Sumatera Barat. NPM sendiri di kalangan perantau dikenal sebagai “Naik Perusahaan Minang” Saya sendiri belum pernah mengklarifikasi apakah kepanjangan itu benar atau hanya plesetan.

Pulang naik NPM juga memberi pengalaman seru. Saya pun pernah menggunakan transportasi ini. Kalau dengan NPM rata-rata penumpangnya adalah orang minang asli. Dengan begitu suasana yang terbangun selama di perjalanan menjadi sangat cair dan akrab. Begitu pula dengan supir dan kondektur. Jadi dua hari dua malam perjalanan menjadi berasa nyaman karena kita merasa bepergiaan dengan saudara.

Jadi, sesekali pulang ke Padang menggunakan bus boleh banget kan. Ada yang mau mencoba. Oiya, sekarang pulang dengan bus juga lebih mudah karena kita bisa memesan tiket secara online. Caranya, dengan masuk ke situs Traveloka, lalu pilih rute dan jenis bus yang dibutuhkan. Untuk pesan tiket Lorena via Traveloka misalnya, cukup memilih rute tujuan dan pilihan bus Lorena. Selanjutnya harga tiket dan perkiraaan perjalanan akan bisa dibaca dengan jelas.

Yuhu… mudah dan efisien. Teman-teman selamat mencoba. Menikmati perjalanan darat ke Sumatera semoga memberi sejuta cerita. 🙂

 

 

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published.