Mengenal Tanda Alergi pada Anak

Mengawal tumbuh kembang anak memang menyisakan banyak hal bagi para orang tua. Mulai dari hal besar sampai hal kecil. Termasuk dengan memperhatikan apakah si kecil mengalami alergi atau tidak.

Salah satu bentuk alergi yang perlu menjadi perhatian adalah alergi kulit pada anak. Persoalan alergi kulit ini biasa juga dikenal dengan kulit sensitif. Hal ini sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi. Apalagi pada kulit bayi memang berbeda dengan kulit orang dewasa. Kulit bayi terutama pada tahun pertama masih akan terus berkembang dan rentan terhadap infeksi.

Bayi juga memiliki pH kulit yang berbeda dengan orang dewasa. Beberapa minggu setelah lahir, kulit bayi akan berkembang menjadi lebih netral dan mendekati pH normal yaitu 5,5. Agar si kecil nyaman, moms perlu memilih produk bayi yang memiliki pH yang sesuai sehingga tidak menganggu lapisan kulit.

Selain memperhatikan pH yang tertulis kita juga perlu memperhatikan reaksi kulit si kecil setelah menggunakan produk perawatan bayi. Jika kulit tidak kering atau terkelupas setelah penggunaan, itu artinya produk sudah sesuai dengan pH si kecil.

Baca juga : 9 Perlengkapan yang Perlu Dipersiapkan untuk Menyambut Kelahiran Bayi 

Pada bayi, lapisan epidermis yang merupakan lapisan kulit paling luar dan berfungsi sebagai pelindung organ-organ dalam tubuh masih sangat tipis. Akibatnya, fungsi epidermis untuk menjaga kelembaban kulit menjadi tidak berfungsi maksimal. Hal ini menyebabkan kulit rawan kehilangan banyak air dibandingkan dengan orang dewasa. Kondisi kulit bayi yang masih tipis membuat bayi butuh perawatan ekstra dibanding orang dewasa.

Beberapa waktu terakhir, kasus alergi pada anak memang cenderung meningkat. Hal ini seiring dengan perubahan pola hidup masyaraat yang makin modern. Perubahan pola ini berkaitan dengan terjadinya perubahan lingkungan yang menyebabkan timbulnya alergi.

Alergi pada anak bisa dilihat dan dikenali dengan mudah. Misalnya timbulnya gatal bahkan bengkak pada kulit. Hal ini sering kali akan sangat mengganggu si kecil bahkan bisa menyebabkan mereka rewel. Alergi bisa saja terjadi karena saat itu sistem imun dalam tubuh mulai bereaksi terhadap benda asing yang berada di sekitar. Apalagi saat ada benda asing yang masuk ke tubuh.

Pada saat itu tubuh akan memproduksi antibodi agar benda asing yang masuk ke dalam tubuh tidak menimbulkan penyakit. Namun, pada anak dengan alergi antobodi ini lebih mudah terbentuk meskipun benda asing yang masuk tidak berbahaya bagi tubuh. Sehingga ketika terjadi kontak dengan benda yang menyebabkan alergi maka tubuh akan bereaksi sehingga kulit meradang, terjadi gatal dan bengkak.

Secara umum, alergi dapat disebabkan oleh tiga hal

1. Eksim atopik

Eksim atopik adalah kondisi ruam pada saat kulit bereaksi karena adanya riwayat alergi pada keluarga. Faktor
penyebabnya biasanya disebabkan oleh gen, lingkungan dan obat-obatan. Eksim atopik dapat dipicu oleh makanan seperti susu telur gandum, kedelai da n kacang tanah.

2. Alergi makanan

Alergi makanan adalah alergi yang disebabkan oleh sistem imun yang terjadi tak lama setelah si kecil memakan makanan tertentu. Reaksi ini bermacam-macam, ada yang menyebabkan bibir bengkak, lidah memerah, gangguan pencernaan, diare dan bahkan menyebabkan kuit gatal dan merah. Alergi makanan yang parah biasanya menyebabkan anak menjadi merasa sangat terganggu,

3. Alergi obat

Reaksi alergi obat pada kulit gejalanya bisa berupa biduran, gatal dan kemerahan. Gejala ini bisa juga disertai mata merah dan pembengkakan pada mulut dan tenggorokan.

4. Alergi dingin

Ada juga beberapa anak yang mengalami alergi karena terpapar udara dingin. Seperti ketika keluarga berjalan-jalan ke pegunungan. Selain flu, alergi dingin bisa menyebabkan kulit jadi memerah, bengkak dan gatal.

Beragam tanda alergi ini merupakan alarm bagi orang tua untuk lebih waspada dan berhati-hati. Bila anak memiliki gejaala ini maka segera berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter kulit untuk mencari penyelesaiannya.

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published.