Memahami Jenis Tes Psikologi untuk Masuk Dunia Kerja

 

Halo teman apa kabarnya. Semoga aktivitasnya lancar ya. Kali ini saya mau berbagi informasi mengenai salah satu persiapan untuk mengikuti tes assasement. Tes ini biasanya dipakai dalam proses rekrutmen atau dalam proses kenaikan pangkat.

Siapa tahu one day temans membutuhkan pengetahuan tentang tes ini. Yuk di baca dulu, 🙂

Tes kinerja yang dimaksud di sini adalah Tes Psikologi yang memiliki beberapa intruksi yang harus diselesaikan dengan serangkaian waktu yang ditetapkan. Tes Psikologi ini menekankan waktu sebagai pressure psikologis untuk melihat respon seseorang.

 

Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes Kraepelin

Menurut Dr. J. de Zeeuw, tes Kraepelin dikelompokan sebagai tes yang mengukur factor-faktor khusus non intelektual (tes konsenterasi). Sedangkan menurut Anne Anestesi, tes Kraepelin merupakan tes kecepatan. Ini ditunjukan dengan banyaknya soal yang dibatasi waktu. Dimana peserta tes dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal. Pada tes Kraepelin memang testi tidak diharapkan untuk menyelesaikan seluruhnya setiap lajur.

Tes kraepelin diciptakan oleh seorang psikolog/psikiater jerman bernama Emilie Kraepelin pada tahun 1856 – 1926. Alat tes ini dibuat karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku.

Pada mulanya tes ini merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa alat tes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat.

Tes kraepelin dimaksudkan untuk mengukur dan menilai maximum performance-kinerja maksimal seseorang. Oleh karenanya tekanan skoring dan interpretasi lebih didasarkan pada hasil test secara obyektif bukan pada arti proyektifnya.

Dari hasil perhitungan obyektif, dapat diinterpretasikan 4 hal:

  • Faktor kecepatan (speed factor)
  • Faktor ketelitian (accuracy factor)
  • Faktor keajekan (rithme factor)
  • Faktor ketahanan (ausdeur factor)

Tes Psikologi Dalam Seleksi Kerja Psikotes Pauli

Pauli merupakan salah satu bentuk test yang populer, dan banyak sekali digunakan, terutama pada proses penerimaan atau seleksi karyawan. Tes Pauli merupakan test yang dikembangan oleh Richard Pauli pada tahun 1938. Tes Pauli yang merupakan pengembangan dari test Kraeplin yang diciptakan oleh Emil Kraeplin.

Test pauli merupakan bentuk Psy Assessment Battery, yaitu test yang menggunakan waktu, dan sangat menguras tenaga. Karena peserta tes yang mengerjakan test pauli ini diintruksikan untuk menyelesaikan soal dengan cepat, tepat, dan dikejar oleh waktu. Tes pauli memiliki waktu pengerjaan selama 60 menit, tidak lebih dan tidak kurang.

Tugas dari peserta tes adalah melakukan penjumlahan tiap angka-angka satuan yang tersedia secara berurutan dari atas ke bawah. Hasil penjumlahan hanyalah satuannya saja. Misalnya terdapat jawaban 17, maka hanya angka 7 saja yang ditulis. Setiap 3 menit sekali, peserta atau klien akan diinstruksikan untuk memberikan tanda berupa garis. Test akan dinyatakan selesai ketika waktu 60 menit sudah habis.

Tes Pauli banyak menggali hal-hal yang bersifat kepribadian seperti trait dan juga aspek-aspek kinerja seseorang. Tes pauli mampu memperlihatkan:

ketahanan fisik seseorang,

resistensi terhadap stres,

motivasi kerja,

dorongan akan berprestasi,

konsentrasi,

dan juga bagaimana individu dapat bertahan di bawah tekanan.

Hal ini tentu saja diharapkan dapat mempredisikan seseorang dalam bekerja diperusahaan. Oleh karena hal tersebut, tes Pauli sangat sering digunakan oleh perusahaan.

 

Tes Psikologi / Tes Kepribadian / Psikotes

Nah, jika kamu sudah mengetahui beberapa alat Tes Psikologi atau Psikotes, Kita akan kembali kepada pertanyaan awal. Yaitu boleh gak sih kamu mencari tahu jawaban atau kisi-kisinya? Benar gak sih? Seberapa efektif kah?

Boleh tidaknya dikembalikan kepada masing-masing individu itu sendiri. Akan tetapi hal ini sangat merugikan kamu sendiri dan orang lain. Jika kamu berbuat curang dengan mengetahui jawaban dan kisi-kisi tes tersebut.

 

 

 

One Comment

Leave a Reply to Aldhi Fajar Maudhi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *