Tips “Mencuri Hati’ Lomba Blog ala DuniaBiza

Halo temans, apa kabarnya. Semoga senantiasa diberkahi ya… Pastinya dari hari ke hari makin banyak hal seru yang temans lalui dan jalani. Apapun itu yang penting tetap menikmati prosesnya ya… Kata orang sih cara mudah untuk bahagia ya mensyukuri apa yang ada… 🙂

Pada postingan kali ini sesuai dengan judulnya saya ingin berbagi pengalaman dan sharing mengenai tips memenangkan lomba blog. Judul ini berkaitan dengan permintaan salah satu fouder komunitas blogger beberapa waktu lalu.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya saya agak sungkan juga dengan tema ini mengingat pada tahun lalu saya tidak terlalu banyak ikut lomba blog. Jangan menang, ikut saja udah jarang. Ada banyak alasan sih sebenarnya, salah satunya karena kesibukan offline yang masih belum menentu. Berbeda dengan tahun 2016 dan 2017, setiap bulan pasti ada aja lomba yang saya ikuti dan alhamdulillah setiap bulan juga ada yang berjodoh dengan hadiahnya. Temans tentu bisa melihat dan membaca sendiri di laman about me blog duniabiza.com mengenai hal ini.

Nah, di tengah minim tulisan lomba, seperti yang temans tahu, di penghujung tahun 2018 saya mensubmitkan dua tulisan untuk ikut kompetisi Anugerah Pewarta Astra. Ini memang tulisan yang sudah saya rencanakan sejak jauh hari, Pemilik Langit sedang bermurah hati kepada kami sehingga bisa menjadi yang terpilih untuk mendapat hadiah pertama.

Oiya, sebelum lebih jauh membahas sejumlah hal saya ingin berbagi cerita mengapa mengikuti lomba. Temans tentu punya sekian alasan untuk memilih ikut atau tidak ikut lomba. Saya sendiri juga begitu. Tak semua lomba  diikuti, hanya yang sesuai selera dan mood. Namun sejauh ini ada beberapa alasan yang biasanya mendorong saya untuk menyiapkan tulisan lomba. Masing-masing alasan ini juga mempengaruhi effort yang diberikan dalam menyiapkan tulisan

 

 

  1. Demi relasi dan pertemanan

Alasan ini mungkin terkesan retorika saja ya temans. Namun begitulah adanya. Pada beberapa lomba blog biasanya saya ikut hanya untuk alasan yang sederhana ini. Misalnya ketika suatu lomba diselenggarakan oleh komunitas atau instansi yang menurut saya perlu disupport, maka saya akan ikut. Bisa karena tema atau semangat yang ingin disebar dari penyelenggaraan lomba tersebut.

Bisa juga mengikuti lomba karena penyelanggaranya adalah orang yang dikenal. Jadi hitung-hitung memberi dukungan teman. Nah, karena alasannya sesederhana ini maka biasanya tidak banyak effort yang dikeluarkan. Yang penting bisa menyebarkan semangat seperti halnya yang diinginkan oleh penyelenggara. Tidak ada target menang. Soal menang kalah urusan belakangan. 🙂

 

  1. Demi menjalankan tugas.

Hihi, teman-teman tentu mengerti yang saya maksud. Sebagai blogger yang juga mendapat berkah dari monetisasi blog kita tahu bahwa pada keadaan “tertentu” kita diminta membuat tulisan dengan tujuan “tertentu” pula. Jadi untuk kasus ini maka artikel lomba yang disiapkan adalah memenuhi brief yang diberikan. Sederhananya ini namanya artikel lomba yang “berkah”nya tak perlu menunggu pengumuman pemenang. 🙂

  1. Demi memperbaiki performa blog

Eits, satu hal yang tak dilewatkan bahwa pada beberapa lomba blog biasanya saya memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki performa blog. Beberapa lomba yang diselenggarakan terutama oleh brand besar biasanya memberi kesempatan pada kita untuk meninggalkan link postingan pada website mereka. Ini misalnya ketika penyelenggara menyiapkan list daftar peserta dan tulisan lengkap dengan link hidup ke blog kita.

Nah, bila tahu ada hal semacam ini maka akan semangat untuk memanfaatkan kesempatan agar bisa mendapatkan backlink dari website besar. Hihii jadinya ini mengejar berkah jangka panjang. Kalau performa blog bagus pada akhirnya akan berbuah dengan job yang terus mengalir. 🙂

 

  1. Demi hadiah

Nah ini dia. Tak bisa dipungkiri, mendapatkan hadiah merupakan motivasi paling masuk akal bila kita ingin mengikuti sebuah kompetisi blog. Apalagi kalau hadiahnya membuat kantong tebal seketika. Biasanya kalau saya sudah mentargetkan untuk menang di sinilah berbagai hal akan dilakukan untuk memaksimalkan tulisan. Tentunya dengan cara yang baik pula ya. Harapannya usaha yang dikeluarkan bisa berbuah manis. 🙂

Oke… pada tahap selanjutnya mari kita bicarakan mengenai poin keempat. Mengikuti lomba blog untuk mengejar hadiah. Hihi… Tentu saja agar bisa mendapatkan hadiah seperti yang diincar maka kita perlu strategi. Eits, tapi ini bukan strategi perang lho ya… Ini hanya strategi memaksimalkan potensi. Karena sesungguhnya menurut saya inti utama sebuah kompetisi ini bukan bagaimana mengalahkan orang lain, tetapi tentang bagaimana kita bisa memaksimalkan kemampuan dan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ya kan… Dan tentunya pada tahap akhir hanya pada Pemilik Langit kita berserah. 🙂

Menganai apa saja hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memenangkan sebuah lomba blog tentu saja banyak. Dari A sampai Z. Dan saya rasa temans juga sudah punya berbagai pertimbangan mengenai hal ini. Dari sekian banyak pertimbangan itu, menurut saya ada 5 hal yang utama. Dan ini lebih mengutamakan pada tahap persiapan.

Hmmm, kira-kira apa ya 5 hal itu.Yuk cari tahu sama-sama

  1. Kenali karakter lomba

Soal karakter lomba ini merujuk pada jenis lomba dan bagaimana karakter penyelenggara. Misalnya ada penyelenggara yang tidak terlalu fokus pada konten tetapi pada penyampaian pesan. Biasanya ini berlaku pada lomba review suatu aplikasi online atau website. Nah, untuk lomba review ini biasanya yang diutamakan adalah bagaimana kita bisa menuliskan dengan rinci dan menarik mengenai fitur-fitur unggulan dari aplikasi mereka. Nah, sebagaimana yang temans pahami juga bahwa biasanya penyampaikan keunggulan fitur akan lebih menarik apabila dibuat melalui konten design, gambar, infografik dan video.

Yap, untuk lomba-lomba jenis review ini biasanya memang mengandalkan design. Karena itu bila temans tertarik untuk ikut lomba blog berjenis review mulailah pikirkan bagaimana menyajikan tampilan gambar, design, infografis ataupun video semenarik mungkin.

Pada beberapa lomba tertentu ada juga penyelenggara yang mengutamakan konten. Kekuatan kata dan pesan yang disampaikan dalam tulisan menjadi hal yang paling utama. Biasanya untuk lomba jenis ini bertumpu pada kemampuan untuk mencari sudut pandang yang unik dan bagaimana kita bisa menyampaikan gagasan dengan narasi yang menarik pula.

Lomba jenis ini biasanya diselenggarakan oleh lembaga seperti kementerian, lembaga swadaya dan institusi. Sedangkan brand biasanya lebih mengutamakan tentang bagaimana kita bisa soft selling mengenai produk yang mereka pasarkan. Bahkan beberapa penyelenggara malah suka dengan artikel yang hard selling.

Bagaimana mengetahui karakter lomba ini? Caranya bisa dengan mempelajari event sejenis yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Biasanya seperti apa karakter tulisan pemenang yang mereka pilih. Jika itu adalah lomba pertama, bisa juga dengan melihat bagaimana mereka menyajikan konten pada website atau kanal blog mereka.

Oiya, satu hal yang penting, tak peduli apakah jenis lomba yang diikuti adalah review atau bukan, salah satu hal penting bahwa kita tetap harus menampilkan konten dengan menarik. Menggunakan kalimat efektit. Beberapa tulisan mengenai bagaimana menulis efektif dan dengan ringan bisa temans temukan pada tulisan berikut

baca juga :

Yuk Membuat Kalimat Efektif

Mengadopsi Gaya Penulisan Feature untuk Blog 

Jurus Sederhana agar Artikel Enak Dibaca

 

  1. Pahami tema dan goals penyelenggara

Mengenai goals atau tujuan penyelenggara ini sebenarnya berkaitan erat dengan poin pertama. Tetapi ini biasanya lebih berkait dengan tema. Pada saat akan mengikuti suatu lomba sangat perlu  bagi kita untuk menebak-nebak tujuan diselenggarakannya lomba tersebut. Ada lomba yang tujuannya untuk meningkatkan awarness terhadap suatu produk, maka untuk ikut lomba jenis ini kita perlu menggali apa keunggulan dan menjadi pembeda produk tersebut dengan produk lain. Bila sudah ditemukan maka bisa menonjolkan hal tersebut.

Ada juga lomba yang tujuannya adalah menggali hal baru dan nilai baru terhadap suatu ide atau gagasan. Misalnya lomba yang bertemakan literasi digital di era kekinian, maka kita perlu menduga bahwa hal yang diinginkan oleh penyelenggara adalah menggali hal baru terkait tema tersebut.

 

  1. Cari tahu selera juri

Beberapa lomba biasanya mencantumkan siapa saja yang akan menjadi juri pada lomba yang mereka selenggarakan. Nah bila sudah ada, maka kita bisa mencari tahu seperti apa biasanya selera menulis para juri. Hal ini akan sangat membantu kita dalam menyiapkan arah tulisan yang akan dibuat. Kalau jurinya suka to the point ya sebaiknya siapkan artikel ya to the point pula. Kalau jurinya punya kemampaun design dan suka menonjolkan design maka bersyukurlah buat temans yang punya kemampuan design. Saatnya eksplorasi. Namun, buat temans yang kebagian mengetahui bahwa jurinya kuat di narasi maka saatnya memperhatikan kaidah menulis dan narasi yang akan dibangun dari tulisan nanti.

 

  1. Persiapkan materi jauh hari.

Meski pun eksekusinya hanya beberapa hari menjelang deadline, atau bahkan pada hari sebelum deadline, namun biasanya bila menargetkan ikut lomba untuk tujuan keempat maka ada baiknya mulai menyiapkan materi sejak jauh hari. Bisa kontennya, materi yang akan diangkat, melakukan riset, wawancara atau bahkan mulai menyiapkan design sejak jauh hari. Hal ini akan memberi kesempatan pada kita untuk mengetahui mana hal-hal yang perlu diperkuat dan mana hal yang masih kurang. Akan lebih baik kalau artikelnya bisa jadi lebih awal agar bisa dibaca ulang.

 

  1. Belajar terus

Yup, belajar dari mereka para pemenang adalah hal yang penting. Toh tidak ada yang menghalangi kita untuk belajar bukan? 🙂  Tulisan siapa yang akan dipelajari? Ada banyak tergantung jenis tulisan yang ingin temans tampilkan. Setelah yakin dengan karakter dan jenis lomba yang diselenggarakan temans bisa meniru mereka para jawara. Misalnya, untuk lomba yang mengutamakan design dan kemampuan grafis kita bisa belajar dari para jawara. Ada Mba Yuni Andriyani, Mas Hendra, Mas Hokky Boy, dan Mba Langit dan nama-nama lain yang temans bisa lihat dari list para pemenang.

Untuk tulisan yang mengutamakan kekuatan konten, temans bisa belajar dari Mba Arin Murtiyarini, Koh Dedy Huang, Bang Bairuindra, Mba Lingga, Mba Evrina, Kang Masroer dan sederet nama jawara lainnya. Begitu juga dengan kategori lomba. Buat temans yang suka ikut lomba blog dengan tema parenting barangkali bisa mencari inspirasi dari tulisan Mba Echa, Mba Nurul Noe, Mba April.

 

Nah, sederhana bukan caranya. Hal yang paling penting tentu saja memaksimalkan usaha. Bila kita ingin hasil terbaik tentu perlu upaya terbaik pula kan. Soal menang kalah selanjutnya serahkan saja pada pemilik langit. Dia yang maha menentukan. 🙂

So, itu dia ya temas, sekelumit hal mengenai bagaimana tips ala Duniabiza. Sebenarnya masih banyak hal detil yang bisa dieksplore. Mungkin temans bisa menyiapkan pertanyaan di kolom komentar dan nanti akan saya siapkan postingan untuk menjawabnya. Temans pun tentu juga punya tips dan kita bisa sharing bersama. 🙂

 

 

 

 

13 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *