Satu Cerita Tiga Rahasia: Saat si Adik Berlatih Motorik

 

“You know what the great thing about babies is? There are like little bundle of hope. Like the future in a basket.”

Lish McBride

***

Matahari bergerak turun saat saya akhirnya tiba di rumah. Hari itu pulangnya lebih cepat dari biasa, pukul 3 sudah merapat di pagar, dua jam lebih cepat dari biasa. Entah alasan apa, dosen yang mengajar di jam sore berhalangan hadir. Tak perlu bagi saya mencari tahu kenapa dan ada apa, karena yang paling menarik dari itu semua, saya bisa pulang lebih cepat dari biasa.

“Mama….. mama…., mamaaa pulang!”

Teriakan khas dari trio Biza langsung menyambut saat pak ojek menurunkan saya di depan rumah. Tingkah polah anak-anak selalu membuat saya tersenyum bahagia. Bergiliran mereka menyalami, mulai dari si sulung Bintang, si tengah Zizi dan terakhir si bungsu Arsyad.

Bukan main senangnya hati mereka. Saya pun tak kalah senang. Itu artinya jadwal bermain bersama hari ini menjadi lebih lama. Di tengah riuh rendah itu, tiba tiba si kecil Arsyad berlari ke dalam. Badannya yang gembul membuat larinya setengah sempoyongan. Saya penasaran apa yang sedang dilakukan si bungsu.

Tak lama ia keluar sembari membawa balok warna-warni yang sudah berbentuk di tangan kanan.

“Mama pecawat…  pecawat…. Ngeeenggg… ngeengggg,” ujar Arsyad seraya menirukan suara pesawat yang biasa melintas di langit.

“Wuaaa, bagus sekali…. Siapa yang buat pesawatnya?”

“Acad….. Acad ma yang buat,” ucap Arsyad yang belum fasih menyebut namanya sambil tertawa.

Masyaallah.  Tak sabar memeluk ketiga anak-anak, dan tanpa membuang banyak waktu saya bergegas ke dalam. Mengganti pakaian dan bersiap untuk  bermain bersama seperti hal yang biasa dilakukan setiap kali pulang ke rumah.

 

Bersama anak-anak

***

Si kecil Arsyad kini memang lagi semangat-semangatnya bereksplorasi.  Ada aja hal baru yang menjadi perhatiannya. Main dengan kucing di depan rumah, manjat pagar, buka tutup kran air PDAM, buka kulkas dan acak-acak isinya. Pokoknya segala yang dia rasa menarik semua dikerjakan.

Usia menjelang dua tahun seperti Aryad sekarang, memang merupakan waktu yang sangat berharga bagi tumbuh kembang anak. Berdasarkan sejumlah literatur, pada masa ini perkembangan motorik anak sedang dalam masa penting. Perkembangan motorik ada proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak yang biasanya berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak.

Pada masa eksplorasi ini, setiap gerakan anak meskipun sederhana merupakan hasil interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Namun, hal yang perlu diperhatikan bahwa perkembangan setiap anak tidak bisa sama, tergantung pada proses kematangan masing-masing anak.

 

Bagaimana cara melihat perkembangan motorik si kecil?

 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui perkembangan fisik motorik anak. Hal ini dapat ditandai dengan pertumbuhan fisik seperti peningkatan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Pada masa-masa pertumbuhan ini, anak perlu mendapat perhatian penuh dari orang tua. Karena itulah meski dalam keadaan dan waktu yang tebatas, saya selalu berusaha memaksimalkan momen untuk bermain dengan anak-anak.

Salah satu cara memantau perkembangan anak adalah melalui kemampuan motoriknya. Karena itu tak ada salahnya kita para orang tua selalu mencatat berbagai pertumbuhan fisik si kecil pada jurnal tumbuh kembang anak. Sedangkan untuk memantau berat badan, tingga badan dan lingkar badan kita cukup mengacu pada Kartu Menuju Sehat atau table tumbuh kembang anak yang sudah menjadi standar para dokter anak.

Untuk urusan tumbuh kembang ini, kita ga perlu terpacu dan berkaca pada anak teman atau anak tetangga. Karena pada dasarnya setiap anak itu unik. Jadi yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan anak dengan table dan standar yang disampaikan para dokter anak.

***

Kembali ke cerita Arsyad dengan segala polahnya. Untuk urusan strategi, si bungsu memang selalu punya cara. Ia sangat pintar menarik perhatian seisi rumah. Biasanya, ia memainkan lelucon mencolek papa atau mama agar dikejar-kejar keliling rumah.

Kalau misalnya saya pura-pura tidak mendengar atau tidak tahu dengan reaksinya, Arsyad akan mencari cara agar saya mengalihkan perhatian padanya.

“Miau…miau….” Maka jangan kaget kalau tiba-tiba ia menyeruduk di kaki seraya mengambil sikap mengendus-endus. 🙂

Memiliki anak dengan berbagai trik seperti Arsyad tentu saja membuat saya bahagia. Ia juga termasuk yang bersemangat melakukan kegiatan fisik. Memanjat, berlari, lompat-lompat dan main bola. Barangkali karena ia punya teman bermain yaitu si sulung Bintang dan si tengah Zizi yang selalu bisa diikuti kapan saja.

Selain punya tandem bermain yang asyik, saya kira ada tiga rahasia yang juga bisa dibagi. Yaitu rahasia yang bisa digunakan para orang tua untuk merangsang si kecil terus melatih saraf motoriknya.

 

Rahasia Pertama

Rahasia pertama adalah selalu ciptakan momen. Beri si kecil kesempatan untuk merasakan dan mencoba berbagai hal. Inilah yang biasa saya lakukan bersama suami. Anak-anak diberi kebebasan untuk mengembangkan imajinasinya tentu saja di bawah pengawasan orang yang lebih tua.

Saya dan suami juga selalu menghadirkan momen yang membuat anak-anak nyaman dan terus bersemangat bermain. Menjadikan ruang keluarga menjadi tempat yang nyaman untuk bermain. Menjadikan setiap sudut rumah menjadi tempat yang kids friendly. Kids friendly ya artinya tidak ada hal-hal yang membahayakan anak di sekitar tempat bermain.

Kami memang sengaja belum melengkapi rumah dengan berbagai furniture yang tidak terlalu wajib. Hal ini untuk memberi lebih banyak ruang bermain bagi anak-anak. Dengan begitu mereka bebas berlarian ke sana ke mari.

Menciptakan momen bisa juga dilakukan dengan selalu mengajak anak dalam berbagai kegiatan yang dilakukan. Sebaliknya saya dan suami pun tak ragu-ragu untuk terlibat secara total bermain bersama anak-anak. Pokoknya setiap momen adalah berharga.

rumah tempat bermain anak

Rahasia Kedua

Hal kedua yang biasa kami lakukan adalah mengajak si kecil bermain di udara terbuka. Paling tidak pada Sabtu dan Minggu selalu kami sempatkan membawa anak-anak ke luar rumah. Bahkan kadang hanya sekadar bermain di taman kompleks. Hal ini untuk memberi kesempatan pada mereka bereksplorasi.

Tempat yang kami pilih  mestilah tempat yang memberi ruang yang cukup buat anak-anak bermain. Mereka harus bisa mengembangkan diri dan bereksplorasi di sana.

Kalau tidak ada kepentingann untuk pergi jauh biasanya kami pergi ke taman atau pusat budaya sekitar tempat tinggal. Misalnya ke kolam atau ke taman kota. Di sana biasanya ada banyak permainan yang bisa dimainkan anak-anak.

Tempat lain yang  biasanya menjadi favorit adalah tempat yang ada kolam renangnya. Anak-anak biasanya amat suka kalau sudah diajak main air. Hmmm, dan biasanya jadi lupa waktu deh.

 

Melatih motorik dengan sering beraktivitas di luar rumah

 

Rahasia Ketiga

Tak bisa dipungkiri bahwa seperti halnya orang tua, anak-anak pun juga pasti punya rasa bosan. Nah, agar si kecil tetap semangat, selalu berikan hal-hal yang membuat si kecil senang. Misalnya dengan memberi hadiah kecil.

Kalau saya caranya adalah dengan membuatkan anak-anak makanan kesukaan mereka. Ya donat, bolu, jasuke, tempe goreng, pokoknya apa saja yang bisa membuat semangat mereka kembali bangkit. Nah selain membuat makanan, menyediakan camilan kesukaan anak-anak juga wajib hukumnya.

Salah satu camilan favorit Arsyad adalah si mungil Monde Boromon Biskuit. Iyess, biskuit putih imut ini memang menggemaskan. Selain bentuknya, rasanya pun juga mengundang imaji anak-anak.

Oiya, mengenai biskuit Monde Boromon ini, temans semua sudah pada tahu kan. Yes.. Kalau melihat namanya, pastilah teman bisa menebak bahwa biskuit ini merupakan produksi grup Monde yang sudah terkenal seantero jagad dengan produk-produk biskuitnya yang lezat.

Sejak saya dan suami menyetok biskuit ini di rumah,  Arsyad selalu paling semangat. Kalau dia lagi main dan berhasil melakukan sesuatu, biasanya nanti saya akan berikan biskuit monde boromon ini sebagai hadiah. Tapi ya itu, biasanya kalau sudah dikasih satu bungkus ia akan minta tambah.

“Tambah ma…. Tambah ma….”

 

Terciduk; anak-anak  ‘mengamankan” Monde Boromon yang dijarah dari tempat kue

 

Kalau sudah begitu pasti deh saya menyerah.  Satu bungkus Monde Boromon lagi akhirnya berpindah ke tangan Arsyad. Tapi itu ceritanya kalau lagi banyak stok. Biasanya, kalau stok sedikit akan saya umpetin dulu. Hihi…

Tapi ternyata apa yang terjadi. Si kecil Arsyad biasanya selalu bisa menemukan persembunyian saya lalu saking sukanya dengan Monde Boromon, ia diam-diam mengambilnya. Setelah dapat ia akan cekikikan dan lari di depan saya seraya memamerkan hasil temuannya.

“Acad dapat, acad dapat….” ujar Arsyad sambil mengacung-ngacungkan tangan yang sudah berisi sekantong Monde Boromon.

Saat kami pergi ke luar rumah pun, kini Monde Boromon biskuit tak lupa dibawa. Kalau tidak, siap-siap mendengar protes Arsyad. sebab dia memang sangat suka dengan rasanya yang gurih.

 

Monde Boromon Biskuit jadi temans si kecil saat piknik

Si Kecil yang Lezat dan kaya Manfaat

Biskuit Monde Boromon memang penuh daya tarik. Sejak pertama kali saya perkenalkan di rumah, anak-anak langsung suka. Ya Bintang, Ya Zizi, Ya Arsyad. Hihi, maklum, biskuit ini memang cocok untuk anak antara 1-5 tahun, pas dengan usia para trio Biza. Dari mereka bertiga, Arsyad yang paling suka.

Bentuknya yang kecil dan imut membuat Monde Boromon Biskuit bisa menjadi materi cerita. Jadi sambil makan sambil bercerita. Misalnya Arsyad dengan bangga bilang kalau ia baru memetik anggur dan memakan anggur itu dengan enak. Hihi, padahal kalau dililhat anggur yang dia maksud itu ya Monde Boromon Biskuit.

Kadang kala ia mengandaikan biskuit sebagai bola-bola kecil. Di makan sambil melompat-lompat. Ada saja cara dia menghabiskan biskuit ini hingga butir terakhir. Ukuran biskuit yang kecil sangat pas di lidah anak-anak. Apalagi biskuit ini sangat mudah meleleh saat terkena air liur sehingga memberi sensasi sendiri bagi anak.

Teksturnya yang lembut dan mudah meleleh ini bukan tanpa tujuan lho. Dengan tekstur begitu anak akan dilatih dalam mengembangkan motorik yang ada di lidah sehingga diharapkan menstimulasi kemampuan anak untuk lebih cepat berbicara. Si kecil juga terbantu dalam mengeksplorasi rasa, bentuk serta melatih kemampuan untuk makan.

Dari segi komposisi, Monde Boromon ini sudah disiapkan aman untuk dikonsumsi si kecil. Meski manisnya terasa, biskuit ini diyakinkan sudah bebas gluten. Rasa manis yang ada juga karena biskuit Boromon terbuat dari saripati kentang, ditambah madu dan DHA.  Biskuit ini juga mengandung minyak ikan sehingga mendukung perkembangan otak anak.

Hmmm, pokoknya, sejak kami kenal dengan biskuit Monde Boromon, anak-anak semakin semangat bermain. Oiya, selain kandungannya yang baik, biskuit ini juga sudah terdaftar di BPOM, dan mendapat sertifikat halal dari MUI. So, jadi makin suka kan dengan si mungil Monde Boromon. Stok yang lebih banyak ahhh di rumah….:-)

 

Selamat mencoba ya…

🙂

 

 

18 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.