Melancong ke Semarang

 

Semarang. Mendengar nama kota ini disebut sebagai kota penyelenggara salah satu konferensi Internasional yang akan diikuti, semangat saya langsung menyala. Bagaimanapun pengalaman setengah tahun tinggal di Kota Lumpia ini membuat saya ingin segera menjejak di sana.

Semarang. Saya dan keluarga memang pernah tinggal di sana. Tepatnya pada Januari-Juli 2017 lalu. Suami mendapat penugasan di kota ini  dan saya memilih ikut memboyong tiga krucils. Bagi kami, kepindahan ke Semarang merupakan kesempatan untuk eksplore Indonesia lebih jauh. Dan jadilah waktu enam bulan di Semarang kami habiskan untuk mengeksplora kota nan indah dan asri itu.

Bahkan bila ada kesempatan, kami tak lupa melakukan perjalanan ke beberapa kota terdekat seperti Kudus, Boyolali, Ambarawa, Solo, Magelang, dan Pemalang. Semarang menjadi kota yang akan dirindukan karena memiliki banyak objek wisata yang menarik. Perpaduan bangunan modern yang serba minimalis dan bangunan colonial, pecinan menjadi ciri khas yang membuat kota ini berbeda.

Berkunjung ke Semarang memang tak akan pernah ada bosannya. Karena di sana kita akan banyak menemukan objek wisata yang sayang kalau dilewatkan dan tak akan dijumpai di tempat lain di manapun.

 

Setidaknya ini 5 Destinasi yang Wajib dikunjungi kalau ke Semarang

  1. Masjid Agung Jawa Tengah

 

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu masjid megah di Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada 2001 dan selesai pada 2006. Masjid Agung terletak di Desa Sambirejo, Gayamsari, Semarang dengan luas 7,7 ribu meter persegi. Masjid berdiri di atas tanah 119 hektar ini dibangun di atas tanah wakaf Ki Ageng Pandanaran II, Bupati Semarang pertama.

Untuk bisa sampai ke lokasi ini, pengunjung bisa masuk dari arah Jalan Majapahit atau dari Jalan Soekarno Hatta. Waktu kami datang ke sana, saya tak mellihat adanya angkutan kota. Jadi temans bisa datang menumpang ojek atau taksi.

Ketika diresmikan pada 2006 lalu oleh presiden ketika itu, dilakukan penandatangan prasasti setinggi 3,2 meter dan berat 7,8 ton. Hmmm bayangkan saja beratnya seperti 780 sapi yang berjejer di tanah lapang. Eittss tapi sapinya sapi kampung ya temans, bukan sapi unggul. Masjid Agung Jawa Tengah ini bisa menampung hingga 15 ribu jamaah.

Selain untuk tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga bisa digunakan untuk berbagai acara. Adanya auditorium di sayap kanan Masjid bisa digunakan untuk pameran, pernikahan dan kegiatan lain yang bisa menampung hingga 2 ribu pengunjung.

Tak hanya auditorium, di Masjid Agung Jawa Tengah juga ada penginapan yang bisa dimanfaatkan para pengunjung untuk bisa berwisata religi di sini. Lokasinya terdapat di sisi kanan masjid. Juga ada gerai cendera mata yang bisa dimanfaatkan pengunjung membeli souvenir untuk keluarga.

 

  1. Kuil Sam Po Kong

 

Enam bulan di Semarang baru sekali saya dan keluarga mampir ke Sam Po Kong, padahal sudah beberapa kali saya dan suami lewat di sana. Pada November 2017 kami akhirnya mampir, kebetulan di sana sedang diselenggarakan festival kuliner. Jadi eksplorasinya lebih seru, karena bisa makan besar sehabis keliling-keliling. 🙂

Sam Poo Kong merupakan sebuah tempat bersejarah untuk mengenang Laksamana Cheng Ho yang sempat berlabuh di Utara Jawa. Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi wisata yang berlokasi di Jalan Simongan Raya No. 129, Semarang ini adalah pada sore hari.

Total terdapat empat kelenteng di Sam Poo Kong yang bisa Anda kunjungi, di antaranya Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay Djien, dan Kelenteng Kyai Jangkar.

Kelenteng yang paling besar adalah Kelenteng Sam Poo Tay Djien atau sering disebut juga Kelenteng Sam Poo Kong. Ada yang unik dari kelenteng ini, yakni terdapat sumur dengan sumber air yang tidak pernah habis dan Goa Sam Poo yang terletak tepat di bawah kelenteng

  1. Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan gedung bersejarah yang dulu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.  Gedung yang dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907 ini terletak di bundaran Tugu Muda, dahulu disebut Wilhelminaplein.

Lawang Sewu merupakan bangunan yang ikonik di Semarang. Terletak di tengah kota dan mudah diakses dari mana saja. Bangunannya mencolok dibanding gendung-gendung baru yang dibangun di pusat kota Semarang. Bangunan ini disebut lawing sewu karena memiliki pintu yang banyak. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Selain karena arsitekturnya yang unik, Lawang Sewu juga terkenal karena menjadi tempat bersejarah. Di sinilah terjadi perang hebat, pertempuran Semarang antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api melawan Jepang dan Kidobutai. Sesuai Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992 Lawang Sewu menjadi 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

 

  1. Kampung Pelangi

Kampung Pelangi merupakan kampung di pinggir Semarang. Proyek ini bermula dari rencana perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diinisiasi pemerintah kota. Ide ini mulanya terdorong dari perbaikan pasar bunga yang berada persis di depannya itu diharapkan menjadi wisata baru dengan renovasi sekitar Rp9,6 milyar. Berdasarkan urunan warga, perusahaan, dan pemerintah kemudian dilakukan pengecatan yang membuat kampung ini menjadi menarik perhatian.

Sekarang, Kampung Pelangi menjadi tempat yang asik untuk didatangi. Apalagi buat yang suka update sosial media terutama instagram. Di Kampung Pelangi ada banyak spot yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto.

Tak sulit untuk menuju Kampung Pelangi. Rute Kampung Pelangi Semarang mudah dicapai menggunakan BRT. Moda transportasi ini pun tergolong murah karena hanya perlu mengeluarkan uang Rp3.500. Untuk sampai ke sini, dari Bandara Ahmad Yani serta Stasiun Tawang dan Poncol, bisa naik koridor IV dan turun di shelter Pasar Bulu.

 

  1. Kota Lama Semarang

Kota Lama semarang kini suasanaya sudah jauh lebih baik. Bangunan lebih bersih dan lingkungannya sudah tidak terlalu kumuh. Saat saya berkeliling di sana, nuansa kota lama sudah berbeda. Berjalan kaki berkeliling seperti menghabiskan waktu ke masa beberapa tahun lalu.

Di kawasan ini, bangunan-bangunan tua dengan arsitektur Eropa akan menyambut mata. Itulah kenapa, Semarang juga dikenal sebagai miniaturnya Belanda. Zaman dulu, Semarang sangat ramai dengan berbagai aktivitas baik ekonomi maupun pemerintahan. Begitu juga dengan saat ini.

Di kawasan kota lama terdapat beberapa bangunan yang kondisinya masih bagus seperti gedung Jiwasraya. Selain itu juga ada gedung Marta Badjunet yang pernah menjadi kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL),  toko modern De Zeikel,  dan sekarang menjadi gedung biasa.

Selain lima tempat ini, masih banyak lagi objek wisata di Semarang yang membuat kangen. Belum lagi kalau berangsur ke kota-kota di sekitar Semarang. Pokoknya selama berada di sana, hampir setiap weekend saya dan keluarga berselancar. Belum lagi kalau ada kesempatan ikut suami jadi penyusup bila ia mendapat penugasan ke kota terdekat selama weekday.

 

Perjalanan Jakarta-Semarang

 

Dari Jakarta, sekarang ada banyak pilihan menuju Semarang. Selain ikut memilih paket trip wisata, kita juga bisa menyusun sendiri rencana perjalanan. Apalagi akses ke Semarang sudah mudah.

Perjalanan darat dari Jakarta ke Semarang kini semakin lancar karena sudah ada Tol Cipali. Sejak Tol Cipali, perjalanan ke Semarang jadi lancar karena tak perlu terjebak di kemacetan Pantura yang sukar diprediksi.

Nah, bila menggunakan angkutan umum, maka ada tiga alternatif yang bisa ditempuh. Dari Jakarta, perjalanan ke Semarang bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat, kereta, bus atau membawa sendiri kendaraan.

 

Pesawat

Pesawat dari Jakarta ke Semarang cukup banyak pilihan. Hampir semua maskapai domestik menyediakan rute tujuan Semarang. Ada yang dari Bandara Halim Perdana Kusuma da nada pula yang dari bandara Soekarno Hatta. Waktu perjalananpun banyak, ada yang subuh, pagi, siang sore, dan malam.

Karena banyaknya pilihan, temans bisa menyesuaikan jenis penerbangan dan waktu yang dipilih. Jadi kita bisa sesuaikan dengan kantong dan kebutuhan. Tiket yang murah berkisar di Rp 500 ribu.

 

Kereta

Bila naik kereta dari Jakarta ke Semarang bisa memilih pemberangkatan pagi atau pemberangkatan malam. Di semarang  kita bisa berhenti di stasiun Poncol ataupun stasiun Tawang. Waktu paling cepat bisa ditempuh dalam 5 jam 40 menit. Sedangkan rata-rata biasnaya perjalanan ditempuh selama 7 jam 50 menit.

Meski lama, kita tak perlu khawatir. Pengalaman saya, berkereta ke Semarang merupakan momen yang menarik dan sayang dilewatkan. Sepanjang jalan kita akan disuguhkan pemandangan alam yang menarik. Karena itu, bila ingin menjelajah Indonesia tak ada salahnya memilih perjalanan di siang hari supaya bisa puas memandang.

Harga tiket kereta api ke Semarang antara Rp 250 ribu hingga Rp 500. Bila temans memilih menggunakan kereta ekonomi maka keberangkatan akan dimulai di Stasiun Senen. Sedangkan bila akan menggunakan kereta bisnis maka naiknya di stasiun Gambir.

 

Bus Jakarta Semarang

Pesona Semarang akan membuat kita tak sabar sampai di sana. Maka pilihan menggunakan bus Jakarta Semarang menuju kota Lumpia bisa saja dipilih. Perjalanan darat dari Jakarta ke Semarang akan menghabiskan waktu antara 7 sampai 8 jam dengan menempuh perjalanan sejauh 460 kilimeter.

Ada banyak pilihan moda transportasi Bus Jakarta Semarang yang bisa dipilih. Di antaranya Pahala Kencana, Lorena, Nusantara, DAMRI, Agra Mas, Garuda Mas, Mulyo Indah, Mawar, Sido Rukun, and Titian Mas. Harga tiket bus Jakarta Semarang bervariasi antara Rp110 ribu sampai Rp 300 ribu.

Mencari tiket bus pun kini tak perlu repot karena seperti halnya tiket pesawat dan kereta, tiket bus juga bisa ditemukan secara online. Salah satu situs yang menyediakan jasa pembelian tiket bus online adalah Traveloka. Jadi di sini temans tak perlu lagi berhadapan dengan calo.

Kelebihan melakukan perjalanan dengan bus adalah kita bisa jadi tahu keadaan beberapa kota yang dilalui menuju Semarang, Dan jangan khawatir, perjalanan tidak akan terasa melelahkan karena akan langsung disambut berbagai destinasi tak terlupa sesampainya di Semarang.

Hmmm, membayangkan Semarang, saya jadi tak sabar ingin segera menjejak di sana. Perjalanan mengikuti konferensi tentu akan menjadi tak terlupa.

 

Semarang, I am come back!

One Comment

Leave a Reply to abdul Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *