Fakta Baru Mie Instan Yang Perlu Kamu Tahu

 

“Kalau mau berumur panjang, berhentilah makan mie instan sekarang juga!”

***

 

Pernahkah temans mendengar pernyataan seperti itu dilontarkan oleh orang dekat atau keluarga? Atau sederet pernyataan-pernyataan bernada negatif lain mengenai mie instan?

Hmm…, kalau dipikir-pikir, urusan mie instan ini memang banyak banget ya stigma negatifnya. Makanya tak salah bila orang yang suka makan Mie instan selalu diingatkan bahwa di balik rasa nikmat dan enak yang diperoleh dari semangkuk mie instan, terdapat sejumlah bahaya yang mungkin terjadi.

Mie Instan dipercaya membahayakan jantung karena untuk membuatnya menjadi kering dan kaku, mie dibuat dalam proses penggorengan pada suhu 1400 – 1500 celcius selama 1-2 menit. Hal ini membuat kandungan lemak jenuh yang terdapat dalam mie instan jadi meningkat. Kondisi ini akan sangat membahyakan jantung dan ginjal, serta meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang bisa berujung stroke.

Sering mengkonsumsi mie instans juga dipercaya bisa menyebabkan sindrom pada metabolisme yang bisa menyebabkan naiknya kadar gula darah. Beberapa produsen mie instan juga tak jarang menambahkan pengawet dalam produk yang membuat mie instan sulit dicerna sistem pencernaan tubuh. Akibatnya, sering memakan mie instan bisa menyebabkan naiknya berat badan. Pengawet dalam mie instan juga bisa menyebabkan tumbuhnya sel kankeer.

 

Apakah Semua Mie Instan tidak Baik untuk Tubuh?

Yap. Mie instan memanng makanan yang dikenal murah dan berisiko. Namun, tak semua mie instan itu ‘jahat’ lho. Faktanya, saat ini ada beberapa jenis mie instan yang sudah diolah sedimikian rupa sehingga mengelimir berbagai risiko dan dampak buruk yang selama ini menjadi momok bagi seseorang yang ingin mengkonsumsi mie instan.

Mie instan Lemonilo merupakan salah satu jenis mie instan sehat yang menjadi alternatif dan solusi bagi pecinta mie namun tak mau mengambil risiko buruk. Lemonilo menjadi pilihan dalam menghadirkan mie instan sehat karena beberapa hal berikut

 

  • Terbuat dari bahan alami

Bahan utama Mie Instan Lemonilo adalah tepung singkong (mocaf), tepung terigu, bayam organik, garam, dan air. Penggunaan bahan alami ini membuat kandungan gizi dalam mie instan merek ini lebih kaya dan terjaga

 

  • Dibuat tanpa 3P

Mie Instan Lemonilo terbuat dari bahan tanpa mengandung unsur 3 P yaitu pengawet, perasa, dan pewarna buatan. Mereka juga mengklaim tak menggunakan Monosodium Glutamate (MSG) dalam bumbu di setiap kemasan. Nah karena bahan-bahannya alami dan tak mengandung 3 P inilah mie instan Lemonilo punya masa kadaluarsa yang singkat. Mie ini harus dikonsumsi dalam waktu 7 bulan sejak masa produksi.

 

  • Dibuat dengan cara sehat

Mie instan Lemonilo dibuat dengan cara berbeda dibanding mie lain. Ia dibuat dengan teknik ovenisasi sedangkan mie instan kebanyakan dibuat dengan cara digorenng. Karena tak digoreng, kadar lemak mie Lemonilo lebih rendah sehingga aman untuk tubuh. Teknik ovenisasi ini mendatangkan konsekuensi bahwa ia harus dimasak lebih lama saat akan dikonsumsi.

 

 

Untuk mendapatkan sajian yang lebih sehat dan tetap enak, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan

  • Rebus mie dalam 400 cc air mendidih selama 5 menit,
  • Saat merebus tetap aduk.
  • Masukkan bumbu dalam piring saat mie masih direbus.
  • Setelah 5 menit tiriskan, campurkan mie dalam bumbu hingga merata.
  • Mie Lemonilo goreng sehat siap dihidang

Bila ingin merasakan sensasi berbeda, temans bisa membuat mie instan Lemonilo dengan menggunakan microwave. Berikut cara menyajikannya.

 

  • Siapkan mangkuk tahan panas (microwaveable),
  • Isi mangkuk dengan 350 cc air dan masukkan mie.
  • Masukkan air yang sudah berisi mie ke microwave, masak dengan suhu tinggi selama 5-7 menit.
  • Saat mie direbus, siapkan bumbu.
  • Tiriskan mie, dan campur ke dalam bumbu berisi piring.
  • Aduk hingga merata. Mie goreng sehat siap dimakan

So itu dia temans. Beberapa fakta baru yang perlu kita tahu tentang mie instan. Khususnya buat temans yang doyan banget makan mie instan tapi pengen tetap sehat dan tidak makan ‘sampah”.

 

Selamat mencoba ya.

🙂

 

 

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *