Menghitung Berat Badan Ideal dengan Rumus Broca dan BMI

Berat badan ideal kadang menjadi tujuan yang ingin dicapai oleh sebagian orang. Tidak hanya perempuan, termasuk juga kalangan laki-laki. Berat badan ideal membuat tubuh memiliki kapasitas maksimal seperti kaki tidak kelebihan beban, tidak mudah lelah ataupun kendala lainnya. Tubuh ideal juga diyakini menghindarkan diri dari sejumlah penyakit.

Saat ini terdapat dua model pengukuran berat badan ideal yang banyak digunakan. Yang pertama rumus Broca/Devine yang ditemukan oleh Pierre Paul Broca asal Prancis. Pendekatan lainnya adalah pendekatan Body Mass Index (BMI).

Kedua rumus cukup mudah digunakan dan dihitung secara manual. Untuk memperoleh akurasi berat badan ideal, maka menggunakan pendekatan rumus Broca/Devine lebih tinggi akurasinya. Rumus dapat menunjukan sampai di belakang koma. Sedangkan dengan BMI, berat ideal menggunakan pendekatan rentang indeks.

RUMUS BROCA

Dalam rumus yang ditemukan oleh ilmuan Perancis ini, terdapat pembeda dalam pengurang berat badan pada perempuan dan laki-laki. Sehingga hasil berat badan perempuan lebih kecil.

Rumus Broca :

Laki-laki : (tinggi badan (cm) – 100) – ((tinggi badan (cm) – 100) x 10%) = Berat badan ideal (kg)

Perempuan : (tinggi badan (cm) – 100) – ((tinggi badan (cm) – 100) x 15%) = Berat badan ideal (kg)

Contoh : Seorang laki-laki dewasa, berumur 25 tahun memiliki tinggi 168 cm. Maka dengan rumus Brocz berat ideal berdasarkan rumus ini adalah.

(168-100) – ((168-100) x 10%)
= 68 – 6,8
= 61,2 kilogram
Jadi berat badan ideal laki-laki yang memiliki tinggi 168 cm adalah 61,2 Kg.

Sementara untuk perempuan, dengan tinggi yang sama maka berat badan ideal berdasarkan rumus ini adalah :
(168-100)- ((168-100) x 15%)
=68-10,2
=57,2 Kg
Jadi berat badan ideal perempuan yang memiliki tinggi 168 cm adalah 57,2 Kg.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa rumus ini tidak cocok untuk perempuan dengan tinggi di bawah rata-rata. Perempuan akan terlihat sangat kurus dan kecil jika menggunakan pendekatan ini.

Contoh perempuan dengan tinggi 145 cm
Dengan rumus Broca maka berat badan idealnya adalah
=(145-100)-((145-100)x15%)
= 38,25 kilogram

BMI (Body Mass Index)

Sementara pada pendekatan menghitung berat badan dengan BMI (Body Mass Index) maka pendekatan yang di sasar adalah berat badan ideal dalam rentang normal. Pendekatan ini juga banyak diadopsi oleh lembaga kesehatan.

Untuk BMI, maka rumus yang digunakan adalah

Berat Badan/Tinggi Badan Dalam Meter Kuadrat

Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan patokan BMI yang sudah ditetapkan dengan ketentuan :

Di bawah 18,5 = Berat badan kurang
18,5 – 22,9 = Berat badan normal
23 – 29,9 = Berat badan berlebih (kecenderungan obesitas)
30 ke atas = obesitas

Contoh : Jika menggunakan tokoh laki-laki yang sama dengan contoh di atas dengan tinggi 168 centimeter (1,68 meter). Ternyata berat badan pria yang bersangkutan setelah di timbang adalah 61.5 (Ideal dalam Indeks Broca)

Maka dengan rumus BMI diperoleh

=61.5/(1,68×1,68)
= 21,8

Maka dalam BMI pria ini berada dalam rentang berat badan normal. Tidak ada perbedaan perlakuan pria dan wanita dalam BMI.

Namun terlepas dari semua angka ideal ini, untuk mendapatkan berat nadan ideal bukan dengan melakukan diet ketat. Massa tubuh terbentuk dari energi yang masuk melalui makanan maupun energi yang keluar karena aktifitae tubuh. Sehingga untuk medapatkan berat ideal menyeimbangkan antara energi yang masuk ke tubuh dengan energi yang keluar. Energi yang keluar lebih banyak dibandingkan makanan yang masuk.

Jika Anda harus menurunkan berat badan untuk mendapat berat badan yang ideal, maka energi yang keluar dari tubuh Anda harus lebih besar daripada energi yang masuk, dan sebaliknya.

4 Comments

Leave a Reply to Cikasur Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *