Belajar Mengatasi Bayi Ingin Digendong Terus

 

Anak adalah anugerah terindah dalam sebuah perjalanan pernikahan. Mereka tumbuh sebagai sebuah energi bagi kedua orang tuanya untuk belajar dan saling menguatkan. Ada masa mereka tertawa, bermain, menangis dan ketika bayi terdapat titik dimana mereka minta digendong terus tanpa mau dilepaskan.

Ketika fase minta digendong terus ini muncul, ibu akan kesulitan mengerjakan beragam pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Apakah itu salah? Tidak. Sebagian besar anak tentu senang digendong. Pelukan orang tuanya memberi rasa nyaman dan jaminan perlindungan.

Oleh karena itu, menyediakan waktu untuk menggendong tentu perlu dilakukan anak. Meski begitu anak harus perlahan dibiasakan untuk mandiri secara bertahap. Sebelum tahapan ini dilakukan perhatikan beberapa permasalahan yang dihadapi bayi sehingga mereka minta digendong:

1. Minta digendong karena lapar atau haus

Anak tentu memiliki jadwal makan yang teratur bersama ibunya. Baik pagi, siang atau malam. Meski begitu, di antara jam makan tersebut anak dapat lapar. Untuk itu orang tua dapat menawarkan ASI atau makanan kepada anak.

2. Gejala sakit

Cuaca yang sebentar hujan dan sebentar panas, membuat bakteri dan virus berkembang lebih cepat. Akibatnya anak kemungkinan mengalami gejala demam. Kenaikan suhu tubuh 0,5 derajat di atas normal membuat anak gelisah. Untuk mengetahui apakah anak menderita gejala demam dapat diperiksa dengan mencium kening anak dengan bibir. Tidak usah buru-buru memberi obat penurun panas karena kenaikan suhu tubuh pertanda sedang ada reaksi perlawanan oleh tubuh untuk lebih kuat. Cukup temani anak dan beri ASI jika masih menyusui.

3. Posisi di tempat tidur kurang nyaman

Posisi bayi di dalam tempat tidurnya juga harus diperhatikan. Mungkin ada gelembuh pada kasurnya yang mengganggu, letak bantal yang terlalu tinggi ataupun keringat di punggung dan bosan karena terus menerus melihat ke atas. Untuk itu, menggendong memberi anak posisi untuk menghilangkan kekakuan di punggungnya.

Jika permasalahan dasar ini sudah diatasi oleh orang tua namun anak masih rewel dan minta digendong terus menerus, maka lakukan upaya mendong anak mandiri secara bertahap.

Ibu dapat menyapa dan berdialog dengan anak sambil bekerja. Tentu ketika anak sedang bangun dan tenang. “Bunda jemur pakaian dulu ya, adek main mainan dulu ya.”

Demikian juga menjelang tidur, proses tidur dilakukan dengan menepuk nepuk punggung anak jika sebelumnya tidur dengan digendong. Jika pada tahap awal anak menangis, gendong sebentar sampai tangisnya reda dan setengah mengantuk. Orang tua dapat kembali menepuk-nepuk dengan lembut sampai anak tertidur.

Proses membiasakan anak untuk tidak minta gendong bukan proses yang instan. Anak tetap perlu digendong namun secara perlahan orang tua menurunkan intensitasnya selama memungkinkan. Bagaimanapun dekapan dan kehangatan dalam rumah, membuat anak tumbuh dengan lebih ceria.

One Comment

Leave a Reply to Diah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *