Mengenal Tuberkulosis TB Pada Anak, Ciri dan Gejala

 

Tuberkulosis merupakan penyakit yang jamak terjadi di masyarakat. Namun sayangnya, banyak yang tak peduli akan bahaya besar yang bisa ditimbulkan.

Hal yang lebih miris karena banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap penyebaran TB.

Secara umum tuberkolosis disebabkan ole bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui udara. Cara penularan TB pada anak paling sering terjadi melalui saluran pernafasan. Ketika pasien dewasa batuk, bersin, atau bicara akan menghembuskan bakteri TB ke udara di sekitarnya.

Bila bakteri ini terhirup oleh anak maka anak akan dapat terinfeksi. Namun tidak setiap anak yang menghidurp bakteri pasti akan tertular. Tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing anak.

Anak dapat tertular TB dari kontak dengan pasien dewasa. TB terutama menyerang paru, namun 20 persen – 30 persen TB pada anak menyerang organ lain seperti kelenjer getah bening, usus dan tulang.

 

Anak yang terinfeksi bakteri TB dapat menyebabkan dua kondisi yaitu TB Laten dan Penyakit TB. Meski berbeda kondisi, kedua jenis TB ini perlu diwaspadai dan mendapat penanganan tepat.

 

1.      TB Laten

Anak dengan TB laten terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis tetapi tidak terkena penyakit TB. Pada kondisi ini bakteri berada dalam tubuh anak tetapi tidak aktif menyerang sistem kekebalan tubuh dan tidak berkembang biak. Anak dengan TB laten tidak merasakan sakit dan tidak menunjukkan gejala serius.

Meski begitu, TB laten pada anak tetap harus diwaspadai. Sebanyak 5 hingga 10 persen anak dengan TB Laten memiliki risiko untuk mengidap peyakit TB jika tidak diketahui sejak dini dan tanpa penanganan yang tepat.

Anak dengan TB Laten juga tidak menularkan TB kepada orang dewasa atau anak lain. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah anak terkena TB Laten atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan darah atau tes kulit (skin test) TB.

 

2. Penyakit TB

Anak dengan penyakit TB terinfeksi bakterui Mycobacterium tuberculosis dan bakteri tersebut aktif menyerang sistem kekebalan tubuh anak serta berkembang biak. Anak dengan penyakit TB menunjukkan gejala tertentu yang meskipun tidak bersifat khas namun tetap perlu diperhatikan.

Anak dengan penyakit TB tidak selalu menularkan pada orang di sekitarnya kecuali anak tersebut menderita TB bakteri Tahan Asam positif atau TB tipe dewasa yaitu TB pada anak dengan gambaran menyerupai TB pada dewasa dan ditemukan BTA pada pemeriksaan dahak.

 

 

 

Secara garis besar gejala TB pada anak bersifat umum (tidak khas) sehingga menyulitkan diagnosa. Namun sayangnya, alat diagnose yang ramah anak di Indonesia masih terbatas. Selain itu sistem pencatatan dan pelaporan kasus TB anak yang tidak memadai.

Terbatasnya peralatan diagnosa TB membuat penangan kasus TB di Indonesia masih terbatas. Karena itu diperkirakan banyak anak menderita TB tidak mendapatkan penangan yang tepat dan benar sehingga menyebabkan peningkatan dampak negatif pada morbiditas dan mortalitas anak.

Meski sulit untuk didiagnosa, gejala TB pada anak tetap bisa dilihat dan diwaspadai.

 

Gejala TB Pada Anak

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau berat badan tidak naik secara signifikan setelah 1 bulan diberikan upaya perbaikan gizi yang baik
  • Demam lama (lebih dari 2 minggu) atau demam berulang tanpa sebab yang jelas. Suhu tubuh demam umumnya tidak tinggi.
  • Batuk lama (lebih dari 3 minggu), batuk tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah.
  • Nafsu makan tidak ada atau berkurang
  • Anak kurang aktif bermain
  • Diare terus menerus (lebih dari 2 minggu) yang tidak sembuh dengan pengobatan dasar diare.

 

Bila menemukan gejala atau tanda-tanda pada anak yang mengarah pada indikasi TB, maka orang tua harus segera waspada. Bawa buah hati ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap. Setelah itu dokter ataupun bidan akan memberikan arahan langkah yang harus diambil berdasarkan hasil diagnosa.

Bila anak tidak terdiagnosa mengalami TB, orang tua tetap harus waspada dan melakukan berbagai tindakan pencegahan agar TB tidak mampir.

 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar anak terhindar dari TB. Pemberian vaksinasi BCG (Bacille Calmette-Guerin) adalah salah satu cara efektis. Meski begitu daya tahan tubuh anak tetap perlu dijaga. Berikan makanan yang bergizi dan seimbang pada anak

Menjaga lingkungan rumah bersih juga sangat penting. Begitu pula menjaga agar barang keperluan sehari-hari seperti alas tidur, karpet dan pakaian di rumah tidak lembab. Pastikan juga rumah cukup mendapat sinar matahari dan udara segar.

TB dapat dengan mudah menular melalui udara, karena itu orang tua perlu menjauhkan anak dari kontak dengan pasien dewasa. Tidak membawa anak di bawah usia 12 tahun saat berkunjung ke rumah sakit merupakan salah satu cara menjauhkan anak dari pasien agar tak terpapar TB.

 

🙂

 

Add a Comment

Your email address will not be published.