Harus Tahu! Ini Dia 6 Bahaya Gadget pada Anak

 

Siapa di antara temans yang galau melihat tingkah si kecil yang tak mau terlepas dari gadget? Atau barangkali yang mulai khawatir melihat perkembangan si kecil?

***

Gadget memang seperti pisau bermata dua. Di Era yang serba canggih seperti sekarang, boleh dibilang semua orang tak bisa lepas dari internet. Ada banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari yang terbantu dan menjadi lebih mudah karena kehadiran internet dan gadget.

Meski begitu harus diakui gadget memberikan dampak yang tidak baik. Sudah banyak pernyataan dari ahli tumbuh kembang anak yang menguatkan betapa bahayanya pengenalan gadget yang tidak depat dan terlalu dini pada anak.

Beberapa waktu saat menghadiri sebuah diskusi tumbuh kembang, saya mendapat penjelasan tentang bahaya pengenalan gadget terlalu dini pada anak. Pendapat ini disampaikan oleh psikolog anak dan juga diaminkan seorang dokter tumbuh kembang.

Setidaknya gadget akan memberikan dampak buruk bila diperkenalkan terlalu dini pada anak di bawah dua tahun.

Kenapa anak di bawah 2 tahun tak diperkenankan menggunakan gadget? Berikut beberapa alasan yang perlu diketahui

  1. Menyebabkan gangguan tumbuh kembang

Penggunaan gadget pada anak di bawah 2 tahun menurut Bu Pradita bisa menyebabkan ganguan pada perkembangan fungsi otak. Anak menjadi tidak aktif secara fisik sehingga perkembangan motoriknya terganggu. Gadget akan mengganggu perkembangan anak saat 1000 hari pertama kehidupan yang merupakan periode emas dalam hidup manusia.

Selama menggunakan gadget, kemampuan sensory anak juga bisa tidak berkembang maksimal karena hanya terbiasa menyentuh layar gadget dan menggunakan beberapa organ saja. Padahal selama periode emas ini, anak harus diberi banyak stimulus untuk merangsang pertumbuhan dan kerja otak.

Anak yang terlalu sering menggunakan gadget lebih rentan mengalami gangguan dalam berbicara karena gadget tidak memberi ruang interaksi dua arah. Akibatnya anak lebih banyak mendengar dan melihat daripada berbicara.

 

  1. Mengganggu kerja otak

Penggunaan gadget bagi anak di bawah 2 tahun bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem saraf dan kerja otak. Rangsangan yang ditimbulkan dari penggunaan gadget bisa menyebab gangguan keseimbangan sistem kerja otak sehingga ada bagian yang menjadi hyper dan ada yang menjadi tak berkembang.

Keseimbangan fungsi otak kiri dan kanan juga menjadi terganggu. Padahal anak seharusnya dilatih untuk menggunakan otak kiri dan kanan secara seimbang.

 

  1. Anak menjadi tidak peka terhadap lingkungan

Anak yang terbiasa menggunakan gadget bisa saja menjadi tidak peka terhadap lingkungan karena kegiatan melihat gadget lebih menyedot perhatian mereka. Anak menjadi tidak peduli terhadap hal yang terjadi di sekitar. Pada kasus serius, anak bahkan menjadi tidak reaktif terhadap panggilan dan suara-suara serta kejadian yang terjadi di sekitar mereka selama menggunakan gadget.

 

  1. Keterlambatan Bicara

Secara lebih spesifik, Bu Dian Rose mengatakan, anak yang terpapar gadget sejak dini lebih berpotensi mengalami keterlambatan dalam berbicara karena terbiasa mendengar dan minim bicara. Apalagi bila selama menggunakan gadget anak dibiarkan begitu saja tanpa didampingi orang tua.

Pada kasus yang lebih serius bahkan gadget bisa menyebabkan anak berperilaku dan menunjukkan gejala autism. Meski baru sebatas gejala, hal ini harus ditangani secara serius agar tidak berlanjut pada tahap yang tidak baik.

 

  1. Obesitas, dan penyakit lain tersebab gadget

Anak yang sibuk dengan gadget akan menjadi kurang gerak. Akibatnya ia akan lebih rentan terkena obesitas. Tak hanya itu, paparan gadget juga bisa menyebabkan radiasi emisi.  Bahkan pada Mei 2011, WHO memasukkan ponsel dan gadget dalam kategori penyebab kemungkinan kanker), karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh alat tersebut.

 

  1. Anak Menjadi tidak fokus

Kecandung gadget bisa menyebabkan daya konsentrasi anak menurun. Hal ini disebabkan banyaknya informasi yang mereka serap dari konten yang tersaji. Kecepatan konten yang ditampilkan gadget bisa membuat anak menjadi tidak fokus pada satu hal. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori yang membuat  anak susah memusatkan perhatian.

 

 

Kapan Anak Mulai Diperkenankan Menggunakan Gadget?

 

Meski memberikan dampak buruk, tak bisa dipungkiri kehadiran gadget juga memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak. Zaman now, banyak ilmu dan pengetahuan baru yang bisa diakses anak melalui gadget. Nah, untuk meminimalisir dampak dan tetap mendapat manfaat positif maka penggunaan gadget pada anak perlu dibatasi dengan bijak.

Bila memang merasa perlu, anak baru boleh dipaparkan dengan gadget setelah mereka berusia dua tahun. Pada masa ini, sistem saraf dan semua kemampuan anak mulai berkembang dengan baik. Meski sudah diperkenankan menggunakan gadget tetap perlu ada batasan.

  • Anak di bawah 2 tahun = No gadget
  • Anak 3 tahun-5 tahun = maksimal 1 jam dengan pendampingan. Pada usia ini anak dalam masa imitasi sehingga akan sangat mudah meniru hal yang ia saksikan dari gadget. Termasuk dalam penggunaan bahasa. Makanya jangan heran bila sekarang kita sering mendengar anak yang berbicara dengan aksen seperti yang biasa ia tonton dan dengar dari televisi dan youtube.
  • Anak 6 tahun ke atas = Boleh lebih dari 1 jam tetap dengan pendampingan dan pengawasan penuh. Penggunaannya juga harus diselang seling dengan aktivitas lain.

 

Bagaimana sekarang? Apakah temans masih mau membiarkan si kecil sibuk dengan gadget? Pilihan tentu ada di tangan masing-masing. Saya sendiri sudah menerapkan pembatasan penggunaan gadget ini sejak setahun terakhir.

Saya memilih puasa gadget atau no gadget pada si bungsu dan si tengah hingga ia berusia 3 tahun. Sednagkan si sulung bisa diberi batasan waktu dan biasanya diperbolehkan memegang gadget ketika kedua adiknya tidur. Itu pun penggunaannya dengan sangat terbatas.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *