Kisah Anak Hebat Tanggap yang Lengkap: Bintang dan Dua Pensil

 

 

Anak hebat selalu punya kejutan di setiap tahap tumbuh kembang. Kecerdasan anak hebat tak hanya merujuk perkembangan kognitif tetapi juga kecerdasan emosional anak dan kemampuan bersosialisasi.

***

“Ma ini sudah jam berapa?”

Dengan tergopoh si sulung Bintang menhampiri saya yang tengah bermain dengan si cantik Zizi dan Baby Arsyad.Ia terlihat bersemangat.

“Hmmm, jam berapa ya. Coba Bintang bantu mama lihat, sekarang jarum pendek di jam dinding sudah di angka berapa?”

Saya memang sengaja tak langsung menjawab. Pelan-pelan saya mencoba menerapkan pendidikan karakter pada si sulung. Saya ingin si sulung melihat sendiri agar ia makin memahami angka dan penggunaannya.

Selain itu, saya berharap ia bisa menjadi lebih mandiri, si kecil juga terlatih untuk bekerja ekstra. Melakukan dan mencari sesuatu yang bisa ia lakukan sendiri. Berdasarkan berbagai literature yang saya baca, mengajarkan anak mandiri merupakan salah satu kunci cara mendidik anak usia dini.

Si sulung pun menurut. Dengan cepat ia melesat ke ruang makan. Di rumah kami memang meletakkan jam dinding besar di ruang tengah, tempat saya dan keluarga biasa berkumpul, menonton tv dan makan.

“Hampir jam empat ma. Itu jarum panjangnya sudah di angka 10.Kalau pendeknya udah 4.”

Sejak masuk usia 4 tahun, si sulung memang sudah tertarik untuk melihat jam. Mulanya ia hanya bisa melihat berdasarkan jarum pendek saja. Sekarang, sudah mulai bisa melihat dengan kombinasi jarum pendek dan panjang.  Saya jadi senang karena jadi lebih mudah mengingatkan dia akan agenda misalnya waktu mengaji, waktu tidur dan waktu makan.

Dan seperti hari itu. Karena sudah mendekati pukul 4 sore, itu artinya waktunya Bintang pergi mengaji.Saya pun membantu si sulung mandi dan berganti pakaian.

Setelah semua beres, ia pun bersiap. Sebelum berangkat, ia memeriksa Iqra, buku dan alat tulis. Saya membantu merapikan. Memiliki anak laki-laki membuat saya juga harus menggunakan pendekatan yang sesuai dengan cara mendidik anak laki-laki. Menjadi sahabat dan teman bercerita buat si kecil.

Saat sedang merapikan ia tiba-tiba meminta izin untuk membawa dua buah pensil. Padahal biasanya ia hanya membawa satu. Saya jadi penasaran, untuk apa ia harus membawa dua pensil.

“Satu lagi buat nanti Bintang pinjamin teman ma.Kemarin waktu ngaji ada teman yang tidak bawa, jadinya kita harus pinjamkan punya kita. Kan Bintang punya dua pensil ma?” ujar Bintang bersemangat.

Saya yang mulanya bermaksud melarang Bintang membawa dua pensil atas alasan untuk menghemat jadi senyum-senyum mendengar jawaban Bintang. Apalagi ia menambah argumennya dengan pernyataan yang membuat saya menjadi makin senang di dalam hati.

“Kan kata Bu Guru kita harus suka menolong teman. Kalau teman kesusahan kita harus bantu. Kan teman Bintang kesusahan karena ga punya pensil makanya Bintang harus bantu.”

Oalah nak… nak. Betapa senangnya saya melihat si kecil tumbuh menjadi lebih peduli. Saya mengangguk tanda setuju. Lalu tak kuasa memeluk si sulung erat.

Dalam mengasuh si kecil, saya memang tak pernah berpatokan pada nilai akademis semata. Bagi saya prestasi anak-anak tak semata soal nilai akademik. Saya juga tak memaksa anak-anak harus bisa membaca pada umur sekian dan bisa menulis pada umur sekian. Saya juga tak mau terpaku pada tahap pertumbuhan anak seperti yang ada di buku tumbuh kembang.

Sebagai contoh,  sekarang saat usianya udah 4,5 tahun Bintang masih belum bisa memegang pensil dengan benar dan saya tak pernah memaksa ia harus bisa. Tapi kalau sudah memegang balok atau lasy, hmmm, jangan ditanya. Bila sudah berurusan dengan dua benda ini, saya suka terkaget-kaget dengan benda dan hal yang ia ciptakan.

Bagi saya kecerdasan akademik (IQ) saja tidak cukup. Untuk hidup di zaman serba instan seperti sekarang, anak juga harus memiliki kecerdasan emosial (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Jadi selain memiliki rasa tanggap dan tangkas, si kecil juga harus punya kemampuan sosial dan punya rasa peduli dan empati.

Di luar urusan akademis, saya memiliki minat yang besar dalam menstimulasi si kecil agar perkembangan bahasa anak dan perkembangan sosial anak bertumbuh dengan baik. Di usianya yang mau 5 tahun, saya berharap si kecil sudah mulai paham cara mengontrol emosi.

Karena itu, saat si sulung meminta izin membawa dua pensil dan meminjamkan satu untuk temannya, saya tak melarang.Semangat dan sikap seperti itulah yang memang saya harapkan dimiliki oleh si kecil.

***

 

 

Menumbuhkan anak menjadi pribadi hebat dengan tanggap yang lengkap memang menjadi tugas besar bagi orang tua. Anak harus dibiasakan memiliki keseimbangan antara kecerdasan otak, rasa peduli, dan tanggap bersosialisasi.

Untuk bisa mendorong si kecil tumbuh menjadi hebat dengan tanggap yang lengkap, kita sebagai orang tua harus lebih banyak memberikan ruang pada si kecil bereksplorasi dan belajar banyak hal. Salah satu cara yang saya lakukan adalah semakin banyak melibatkan si kecil dan diskusi di berbagai aktivitas sehari-hari. Orang tua juga harus sering mengajak anak melakukan permainan anak yang mendidik.

Saya juga berusaha mengajak si kecil terlibat dalam berbagai hal yang saya lakukan. Misalnya saat sedang membersihkan rumah, kita bisa mentransfer sejumlah nilai. Juga bisa membantu si kecil menjadi tahu lebih banyak akan suatu hal.

Saat membacakan buku cerita, saya sering meminta pendapat pada anak-anak mengenai hal yang mereka baca dan pahami.Jadi cerita tak melulu berasal dari saya.Si kecil juga diberi kesempatan untuk mengembangkan cerita. Setelah bercerita kami akan membahas dampak dari cerita yang dibaca untuk kehidupan sehari-hari.

Untuk bisa mengoptimalkan perkembangan si kecil dengan tanggap yang lengkap, setidaknya kita bisa melakukan dengan beberapa cara

  1. Menjadi teladan.

Orang tua merupakan figure yang sangat dekat dengan anak. Anak juga lebih banyak menghabiskan waktu dalam hidupnya bersama anak. Karena itu, anak biasanya akan mudah meniru perilaku dan sikap yang ditunjukkan oleh orang di sekeliling mereka terutama orang tua.

Karena itu kita perlu menampilkan sikap hidup yang peduli dan mudah bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.Tapi harus diingat untuk menerapkan sikap hidup ini dengan senatural mungkin dan tidak dibuat-buat. Sering-sering menawarkan bantuan bila melihat ada orang atau tetangga kesulitan akan membantu menumbuhkan rasa empati dalam diri anak.

 

  1. Beri pancingan

Agar anak menjadi lebih gemar membantu, biasakan untuk memberi pancingan dengan mengajak si kecil berdiskusi mengenai apa yang bisa ia lakukan untuk membantu orang lain.

Misalnya saat kita melihat ada nenek tua yang kesulitan berjalan ajak si kecil melihat dan mengamati nenek itu. Kemudian tanyakan apa yang bisa ia lakukan kalau berada dekat si nenek. Biasanya si kecil akan memberi beberapa opsi dan kita bisa memberi penjelasan satu persatu opsi itu dan biarkan dia memilih opsi mana yang paling mungkin dan bisa ia lakukan.

 

  1. Beri si kecil kesempatan berinteraksi.

Memberi si kecil kesempatan berinteraksi dengan tetangga, teman sebaya, dan anggota keluarga yang lain akan membuat kemampuan sosialisasinya terasah. Si kecil harus sering diajak bermain, mengunjungi keluarga, atau pergi ke pesta atau ke pasar agar ia bisa berkenalan dengan lebih banyak orang.

Semakin banyak si kecil bertemu dengan orang, maka ia akan semakin mudah berinteraksi. Tapi jangan terlalu memaksakan ya, sebab si kecil biasanya butuh proses dan waktu untuk bersosialisasi dengan orang baru.

 

  1. Libatkan si kecil dalam banyak kegiatan

Melibatkan anak dalam banyak kegiatan akan memberi si kecil semakin banyak kesempatan untuk mendapat ilmu baru. Karena itu, usahakan selalu libatkan ia dalam beragam pekerjaan. Tapi harus disesuaikan dengan kemampuan si kecil ya moms.

 

Dukung Tanggap yang Lengkap dengan Nutrisi yang Tepat

Memberikan stimulasi yang tepat pada si kecil memang merupakan hal penting. Namun memastikan bahwa si kecil mendapat asupan makanan sehat dengan gizi seimbang juga penting. Nutrisi yang tepat akan sangat menentukan perkembangan otak si kecil.

Anak dengan nutrisi yang cukup memiliki kemampuan berpikir yang baik. Nutrisi yang cukup, lengkap, dan seimbang mempengaruhi daya serap otaknya untuk menyerap informasi. Hal ini lah yang menjadikan mereka anak yang cepat tanggap.

Untuk memenuhi kecukupan nutrisi, si kecil perlu mendapatkan makanan sehat dengan gizi seimbang setiap harinya.Di antaranya adalah karbohodrat, protein, vitamin, dan mineral yang berasal dari bahan alami seperti nasi, sayur, buah, dan ikan.

Sayangnya tak semua anak bisa mengkonsumsi seluruh bahan makanan kaya nutrisi yang bisa mendukung pertumbuhan otak.Karena itu si kecil perlu asupan nutrisi tambahan.Saya sendiri memberikan Bebelac untuk memastikan kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi.

Setidaknya terdapat 3 kandungan utama dalam Bebelac formula baru yang sangat dibutuhkan dalam mendukung tumbuh kembang si kecil. Bebelac baru mengandung minyak ikan dan Omega 6 yang lebih ditingkatkan. Omega 3 dan 6 penting sebagai nutrisi otak anak.

 

 

Kandungan FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan dalam Bebelac kemasan baru juga membantu mempertahankan kesehatan saluran cerna. Selain itu terdapat 13 Vitamin & 9 Mineral sebagai nutrisi tepat untuk mendukung perkembangan si Kecil.

Terpenuhi asupan nutrisi si kecil dan ditambah pemberian stimulasi yang tepat akan mendukung anak Ibu untuk tumbuh menjadi anak hebat dengan Tanggap yang Lengkap. Dengan begitu, jangan kaget ya moms bisa nantinya setelah memberikan stimulasi dan nurisi terbaik serta Bebelac formula baru akan bantu dukung si kecil tumbuh dengan Tanggap yang lengkap ; cepat tanggap (IQ), punya rasa peduli (EQ) serta Tanggap Bersosialisasi (SQ)

Lebih seru lagi, selain bisa mendapat manfaat langsung dari setiap sajian, saya juga beruntung menjadi bagian dari komunitas moms bebeclub.co.id. Dari website ini saya mendapat banyak pengetahuan mengenai tips dan cara tepat dalam mengawal tumbuh kembang si kecil.

So buat moms yang penasaran bagaimana mengoptimalkan si kecil agar tumbuh menjadi anak hebat dengan tanggap yang lengkap bisa mampir ke situs Bebelac. Di sana selain mendapat tips dan trik, kita juga mendapat informasi lengkap mengenai kandungan dan berbagai kebaikan yang bisa didapat dari setiap gelas Bebelac kemasan baru.

🙂

 

 

16 Comments

Leave a Reply to Ida Tahmidah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *