Cara Ampuh Lindungi Si Kecil dari Rasa Perih Saat Ruam Popok

 

Hai temans, apa kabarnya. Semoga makin bersinar ya. Kali ini saya mau berbagi pengalaman dan info terbaru mengenai penanganan ruam popok pada si kecil.

***

Beberapa di antara temans mungkin pernah mengalami rasa panik saat si kecil yang biasanya anteng tiba-tiba menjadi rewel. Tanpa sebab yang jelas lalu menangis dan bilang sakit saat berjalan. Bila itu terjadi coba perhatikan. Bisa saja si kecil tengah mengalami ruam popok.

Saya baru saja melewati masa deg-degan ini. Saat si tengah Zizi tiba-tiba menangis dan mengeluh sakit. Malas duduk dan maunya berdiri saja. Mulanya saya dan suami tidak mengetahui apa penyebab si kecil tiba-tiba uring-uringan. Malah kami sempat berpikir bahwa ia sakit perut.

Saat memberi tahu ia kebelet pipis, saya membawa Zizi ke toilet. Ia duduk sambil menahan sakit. Di sini rasa curiga saya datang. Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi dengan daerah kemaluannya. Saat pipis, ia makin menahan sakit.

Setelah pipis, sebelum memakaikan kembali celana saya memasang kulit si kecil. Ya ampunnnn…. Ada tanda kemerahan di sekitar kemaluannya. Ini dia rupanya yang bikin Zizi kesakitan. Ia terkena ruam popok!

Sebelumnya saya sama sekali tak menduga ruam popok akan mendatangi Zizi. Ia saat itu sudah berumur hampir 3 tahun dan sedang menjalani toilet training. Saya kira ruam popok hanya akan terjadi pada bayi, paling tidak pada si bungsu Arsyad. Rupanya Zizi yang sudah toilet training pun bisa kena.

Saya pun mencoba mengingat kejadian hari sebelumnya. Sepertinya saya menduga, zizi mengalami ruam popok karena kelamaan memakai diapers saat saya dan keluarga melakukan perjalanan seharian pada hari sebelumnya. Ya ampun. Karena keteledoran saya si cantik jadi menderita.

***

 

Anak ceria bebas dari ruam popok

 

Saat Zizi mengalami ruam popok, rasa panic langsung menyerang.  Apalagi ini baru pertama kali anak-anak mengalami ruam. Saya sedih membayangkan saat Zizi menahan sakit. Saat akan membersihkan dan mengeringkan kulitnya saya ekstra hati-hati sekali. Terbayang si kecil pasti akan sangat kesakitan saat kena gesekan.

Dan memang beberapa kali Zizi menahan sakit. Setelah membersihkan dengan air hangat, akhirnya saya membiarkan ia untuk beberapa saat tidak memakai celana dan tidur-tiduran. Setelah agak mendingan barulah dioleskan cream anti ruam popok. Dan temans tahu, saat memakaikan cream ke bagian kulit yang ruam, Zizi kembali kesakitan. Maaf ya Nak.

Nah, akhir pekan lalu, saya akhirnya menemukan solusi bagaimana menghilangkan rasa perih saat si kecil  mengalami ruam popok. Terlambat memang. Coba kalaiu saya tahu lebih awal. Zizi tentu tak akan mengalami kesakitan. Tapi terlambat lebih baik daripada tidak tahu sama sekali.

Saya tetap  bersyukur bisa menghadiri talkshow Lindungi Si Kecil saat Ruam Popok yang digelar oleh Cavilon dari 3M. Ibu Sita, perwakilan dari 3M mengatakan Cavilon merupakan produk yang dikembangkan oleh Minnesota Mining and Manufacturing Company untuk memenuhi kebutuhan pasar akan ketersediaan skincare yang ramah.

Di Indonesia produk Cavilon baru diperkenalkan sejak 2015. Cavilon sendiri merupakan alat kesehatan yang bisa mengatasi rasa perih saat anak terkena ruam popok yaitu Cavilon. Saat ini di Indonesia baru beredar Cavilon No Sting Barrier Film yang dikemas dengan kemasan biru. Dalam waktu dekat 3M berencana meluncurkan varian lain Cavilon Durable Barrier Cream dengan kemasan berwarna ungu.

 

 

Gejala, Penyebab, dan Penanganan Ruam Popok

 

 

Ruam popok sebenarnya adalah masalah jamak yang dihadapi para orang tua. Namun sayangnya, tak semua bisa mengatasi dengan tepat. Kita sering terlambat menyadari adanya ruam popok pada anak.

dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K), neurologist dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan ruam popok merupakan peradangan dan kemerahan pada kulit dengan atau tanpa terkikisnya lapisan kulit akibat paparan berulang atau terus menerus dari urin (pipis) dan atau feses (BAB) pada kulit di bagian perigenital (dekat kelamin).

Meski begitu tidak semua tanda kemerahan yang terjadi di daerah yang terkena popok bisa disebut ruam popok. Menurut dokter Rina, kemerahan juga bisa disebabkan oleh bakteri, antibiotic atau beberapa sebab lain.

 

Ruam popok terjadi karena beberapa sebab
  • Iritasi karena kulit terpapar air kemih atau tinja terlalu lama
  • Gesekan pada kulit sensitive akibat bahan popok
  • Iritasi akibat bahan kimia yang digunakan (detergent, sabun)
  • Perubahan bentuk makanan misalnya dari ASI ke MPASI
  • Infeksi bakteri atau jamur
  • Bayi atau anak mendapat terapi antibiotic

 

 

Apakah ruam popok bisa dicegah? Yess tentu saja. Langkah mencegah tentu lebih baik dilakukan sejak dini. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam popok.

  • Menjaga kulit bayi agar tetap bersih dan kering
  • Segera mengganti popok yang kotor dan lakukan sesering mungkin
  • Saat mengganti popok bersihkan kulit bayi dengan air hangat
  • Oleskan atau semprotkan krim pelindung untuk melindungi kulit bayi dari gesekan dan paparan lembab berlebih
  • Keringkan kulit bayi dengan handuk atau kain lembut sebelum memakai popok baru
  • Biarkan bayi tidak memakai popok paling lama sekitar 2-3 jam sehari agar kulitnya tidak panas atau lembab
  • Sesuaikan ukuran popok dengan bayi

 

Bagaimana bila ruam popok telah terjadi? Menurut dokter Rina, ada tiga prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menangani ruam popok.

 

  1. Bersihkan

Bersihkan kulit dengan pembersih dengan pH-Balanced dan air hangat. Saat membersihkan hindari bahan iritan yang merusak kulit

 

  1. Lindungi

Gunakan sediaan topikal pelindung kulit yang tahan air dan tinja.

Menurut dokter Rina, pelindung ini berfungsi menghilangkan rasa sakit dan perih pada si kecil selama masa pemulihan. Dengan pelindung, bayi atau anak tidak akan merasa sakit saat pipis atau saat dioleskan cream pada permukaan kulitnya.

Untuk melindungi kulit ini, dokter Rina merekomendasikan untuk menggunakan Cavilon yang terbukti secara klinis mendukung perlindungan kulit yang efektif dan efisien.

 

“Saya baru saja punya pengalaman menghadapi pasien anak yang menangis besar karena ruam popok yang parah. Si anak selalu menangis setiap kali kulitnya terkena pipis. Sampai akhirnya salah seoarang tenaga medis menyarankan saya untuk menggunakan Cavilon. Dan begitu dipakaikan, anak yang tadi rewel langsung tenang.”

dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K)

 

 

  1. Pulihkan

Untuk kulit yang rusak, penambahan bahan pelembab dapat meningkatkan kesehatan kulit. Artinya setelah mengaplikasikan Cavilon NSBF, bisa dilanjutkan dengan pemberian cream agar penyembuhan ruam popok lebih cepat.

 

 

Keunggulan Cavilon NSBF  dalam menangani rasa sakit akibat ruam popok juga dikuatkan oleh dr Sony Wijaya, Sp.B yang merupakan dokter bedah di Rumah Sakit Premier Jatinegara. Menurut dokter Sony, selama ini ia sudah menggunakan Cavilon dalam merawat pasien yang mengalami masalah kulit tidak hanya pada bayi tetapi juga pada orang dewasa.

Berikut beberapa hal mengenai Cavilon NSBF yang penting dalam penyembuhan ruam popok

  • Cavilon No Sting Barrier Film membentuk lapisan pelindung antara bahan perekat/popok/celana dengan kulit manusia
  • Saat terjadi gesekan maka yang mengalami gesekan adalah barrier film. Jadi celana/popok tidak langsung bergesekan dengan kulit
  • Cavilon NSBF berisi silicone homopolymer yang meningkatkan fleksibilitas film dengan kulit sehingga menjamin perlindungan berkelanjutan pada kulit

Karakteristik Cavilon NSBF

  • Terbukti melindungi kulit dari kerusakan
  • Kompatibel dengan CHG dan PVt. CHG dapat bereaksi dengan bahan tertentu menjadi tidak terlarut dan menyebabkan hilangnya daya antimikroba.
  • Sesuai dengan beberapa guideline untuk seluruh tindakan yang membutuhkan teknik aseptic. Pada beberapa barrier film lain tidak steril.
  • Cepat kering dan tidak lengket sehingga memberi kemudahan dan kenyaman pada pasien
  • Tidak sitotoksit dan hypoallergenic sehingga tidak mengganggu proses penyembuhan bila kulit tidak rusak
  • Tahan air
  • Tidak menyengat sehingga nyaman bagi pasien dengan kulit rusak
  • Lapisan film dapat bertahan hingga 72 jam.

 

Cara penggunaan Cavilon NSBF

Cavilon diaplikasikan setelah kulit bayi yang terkena ruam popok dibersihkan dengan air hangat. Setelah itu semprotkan Cavilon pada permukaan kulit. Cavilon No Sting Barrier Film secara cepat akan membentuk lapisan film yang akan melindungi kulit si kecil dari rasa sakit karena gesekan.

Setelah pemakaian Cavilon NSBF jangan lupa oleskan cream pelembab agar penyembuhan lebih cepat. Untuk setiap botol kecil ukuran 28 ml Cavilon NSBF bisa digunakan untuk 140 kali semprotan. Dan setiap semprotan bisa bertahan hingga 72 jam. Harga ccavilon NSBF kecil adalah di kisaran Rp 180 ribu.

Oiya, saat ini Cavilon tidak hanya bisa digunakan untuk bayi. Orang dewasa juga bisa. Makanya sekarang saya berniat sedia Cavilon NSBF ini di rumah. Buat jaga-jaga untuk keadaan darurat. 🙂

Bagaimana dengan temans?

Adakah yang sudah mencoba menggunakan Cavilon ini?

Semoga cocok ya.

🙂

 

 

 

 

 

40 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *