Bye Bye Drama, Saat Si Kecil Tak Lagi Ogah Makan Buah

 

Apakah hal yang membuat moms biasanya deg-degan dan menjadi serba salah saat si kecil memasuki usia enam bulan?

***

Hmmm, masing-masing moms biasanya punya drama ya. Dan saya percaya salah satu hal bikin riweh bin rempong adalah urusan menyiapkan makanan pendamping ASI untuk si kecil.

Yap. Urusan menyiapkan makanan pertama buat si kecil ini memang menyita perhatian banget. Apalagi yang disiapkan tak hanya sebatas apa yang bisa dimakan, tetapi juga apa yang mau dimakan si kecil. Biasanya, tak semua yang disiapkan ibu dengan riang gembira bisa dihabiskan dengan gembira pula oleh si kecil.

Melewati fase MPASI untuk tiga krucils, Bintang, Zizi dan Arsyad, bagi saya punya pengalaman yang berbeda-beda. Saat kecil si sulung Bintang cepat menerima buah tetapi tidak bersemangat bila disodori sayur. Si tengah Zizi selera makannya termasuk yang di tengah pula. Bisa memakan buah dan sayur tetapi tidak terlalu antusias. Barulah setelah ia berumur di atas satu tahun ia bersemangat untuk buah dan sayur.

Bagaimana dengan si bungsu Arsyad? Hmmm, inilah yang paling drama. Arsyad adalah yang paling ogah makan buah. Kalaupun ada buah yang dia suka itu hanya dua, Semangka dan buah Naga. Yang lainnya, hmmm… jangan ditanya.

baby boy Arsyad

 

Sama halnya dengan si sulung Bintang dan Zizi, sejak memasuki usia 6 bulan, ketika Arsyad sudah mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, saya mulai memperkenalkan Arsyad pada berbagai jenis buah. Tentu saja dengan bertahap. Ada pepaya, pisang, melon, apel.

Namun yang terjadi, setiap kali diberikan buah, setiap itu pula ia melepeh. Tak tertarik untuk menyomot potongan buah yang disiapkan di depannya. Begitu juga ketika saya coba menyajikan buah dalam bentuk pure. Ya ampun. Sama sekali ia tak mau menelan.

Setiap diberikan ia akan ngamuk-ngamuk dan melepeh-lepehkan pure yang sudah disiapkan. Satu hal yang membuat hati saya cukup tenang karena Arsyad bisa makan sayur.

Berbeda dengan buah, si bontot memang lebih antusias bila diberi potongan sayur. Brokoli, bunga kol dan juga wortel. Oke, sampai di sini saya cukup tenang. Paling tidak saat itu menurut saya, kalaupun tak dapat vitamin dari buah, toh si kecil sudah mendapatkan vitamin dari sayuran.

di acara gathering Milna

Tapi ternyata tahukah temans bahwa anggapan saya keliru. Keliru besar. Saat menghadiri gathering blogger yang diselenggarakan oleh Milna Nature Delight di kawasan SCBD Jakarta Selatan, pertengahan Mei lalu saya mendapati fakta bahwa anggapan saya keliru. Bahwa vitamin dari buah dan sayur tidak bisa saling mengganti tetapi saling melengkapi.

Artinya, setiap anak harus mendapatkan nutrisi yang seimbang dan salah satunya berupa vitamin dari buah dan sayur. Artinya setiap anak tidak bisa hanya diberi buah saja, atau sayur saja. Tetapi keduanya harus saling melengkapi. OMG! Ternyata selama ini saya keliru.

Meghadiri Milna Blogger Gathering hari itu membuat saya tersadar pentingnya memberikan buah dan sayur secara bersamaan pada anak. Dan tahukah temans, ternyata menurut dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), dokter spesialis nutrisi anak yang menjadi pembicara hari itu menyatakan bahwa tingkat konsumsi buah dan sayur sebagian masayrakat Indonesia sangat kurang.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyebutkan bahwa 93,5 persen penduduk berusia di bawah 10 tahun, tidak mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran. Padahal, konsumsi sayur dan buah, sangat penting untuk gizi seimbang Si Kecil. Anjuran untuk membiasakan balita dan anak lebih banyak makan sayur ini pun sudah dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia.

Menurut catatan WHO, setidaknya anak balita dan anak usia sekolah mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 300-400 gram per orang per hari. Sedangkan remake dan dewasa mengkonsumsi sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Dan porsi sayur dari setiap anjuran menempati dua pertiga porsi.

 

Drama Makan Pertama

dokter conny dan brand manager Milna

 

Berbagai polah dan penolakan si kecil saat diberikan saat 1st bite day atau momen makan pertama Si Kecil dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berupa meal dan snack memang menyisakan drama berbeda bagi setiap orang tua. Menurut Dokter Conny, drama ini adalah hal biasa.

Adalah hal wajar bila si kecil awalnya menolak saat diberikan buah dan sayur. Namun orang tua tidak boleh menyerah. Selain itu orang tua perlu melakukan manajemen dan mengetahui cara pemberian MPASI dengan tepat.

 

“Pemberian MPASI yang optimal bukan sekedar APA yang harus dipersiapkan untuk memenuhi Angka Kecukupan Gizi Si Kecil, tetapi juga KAPAN, karena jika kebutuhan akan zat gizi tidak terpenuhi dengan baik pada waktu yg tepat, maka tumbuh kembang anak akan kurang optimal.”

dr. Conny Tanjung, Sp.A(K),

 

Menurut dokter conny, sejak awal pengenalan MPASI anak harus dikenalkan akan dua hal yaitu Meal dan Snack. Meal sebaiknya terdiri dari lauk pauk hewani atau nabati dan makanan pokok lainnya yang menghasilkan energi dan mampu menjaga kekebalan tubuh. Sedangkan snack sebagai makanan pendamping, sebaiknya kaya akan vitamin dan mineral.

Idealnya, pemberian MPASI diawali dengan meal yang boleh diikuti dengan pemberian snack 1-2 kali sehari. Jadwal pola makan untuk anak usia 6 sampai 8 bulan terdiri dari 2x meal dan 2x snack. Seiring dengan bertambahnya usia Si Kecil, frekuensi dan porsi pemberian meal dan snack juga akan bertambah sehingga untuk anak usia 10-12 bulan, sudah boleh diberikan 3x meal dan 2x snack.

 

Pemberian MPASI juga harus mempertimbangkan 4 hal

1. Tepat waktu

Setiap orang tua sebaiknya mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memberikan MPASI pada anak. Bisa jadi kondisi setiap anak berbeda dengan anak lain. Pemberian MPASI sudah bisa dilakukan dimulai sejak bayi berusia 4 bulan dan tergantung kesiapan si kecil. Namun biasanya MPASI baru dimulai pada usia 6 bulan.

Biasanya, menurut dokter Conny, anak akan menunjukkan beberapa tanda bahwa ia sudah mulai siap untuk makan pertamanya. Beberapa tanda itu adalah

  • – Anak mulai dapat menegakkan kepala
  • – Si kecil sudah bisa duduk di kursi makan
  • – Si kecil jadi lebih bersemangat menyusu
  • – Tertarik dan membuka mulut lebar saat melihat makanan atau saat didekatkan pada makanan

 

2. Memenuhi kecukupan energi, protein dan makroprotein yang dibutuhkan si kecil
3. Aman

Memberikan MPASI pada si kecil harus yang aman dan higyenis sejak dari penyiapan sampai penyajian. Saluran pencernaan si kecil masih sangat rentan sehingga harus diproteksi dengan baik

4. Berikan MPASI dengan cara benar

Pemberian MPASI harus disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Melihat tanda lapar, dan frekuensi pemberian yang tepat.

 

“Dengan memahami pengaturan jadwal makan Si Kecil serta memperkenalkannya dengan berbagai rasa baru sejak dini, Si Kecil bisa cepat akrab dengan buah dan sayur sehingga zat gizinya seimbang dan terpenuhi dengan baik.”

 

Sampai di sini semua sepakat bahwa si kecil perlu diperkenalkan dengan buah dan sayur sejak dini, Namun, dr Conny mengakui sayur dan buah memang bukan makanan favorit anak-anak. Secara statistik, perilaku ini tidak hanya menjadi fenomena di Indonesia, namun di negara lainnya juga. Salah satu alasannya adalah rasa pahit atau asam pada buah dan sayur yang disebabkan oleh kandungan vitamin C dan serat.

Bagi anak-anak terutama bayi, rasa pahit adalah rasa yang asing. Rasa manis dan asin lebih akrab karena demikianlah rasa ASI ataupun asupan MPASI.

 

Akhiri Drama dengan Milna Nature Delight

 

 

Mengenalkan buah dan sayur untuk Si Kecil sejak dini memang perlu dilakukan. Berbagai penelitian membuktikan bahwa paparan terhadap sayur dan buah secara berulang membuat penerimaan terhadap sayur dan buah menjadi lebih mudah di masa selanjutnya.

Untuk membantu ibu memastikan kecukupan nutrisi si kecil dari buah dan sayur inilah Milna mempelopori cara baru makan buah mudah untuk si kecil. Milna sebagai salah satu brand unggulan Kalbe Nutritionals, tahun ini meluncurkan Milna Nature Delight, sebagai solusi untuk cara mudah makan buah Si Kecil.

Milna Nature Delight adalah fruit puree dalam kemasan pouch yang sangat ideal dalam memperkenalkan rasa buah, dengan mudah, kepada Si Kecil sejak dini. Terbuat dari 100% buah asli dengan 3 varian rasa yang akan digemari dengan ukuran dan bentuk kemasan yang nyaman untuk digenggam Si Kecil.

 

“Milna Nature Delight sangat praktis untuk dibawa. Terbuat dari 100 persen buah asli serta tidak mengandung pengawet ataupun gula tambahan.”

Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna.

 

Inovasi yang luar biasa bukan? Itulah kenapa sejak si sulung saya mempercayakan kebutuhan MPASI si kecil pada Milna, ahlinya makanan bayi. 

Untuk produk Milna Nature Delight ini, 3 varian rasa yang diluncurkan, yaitu carrot + pumpkin + apple, Banan + strawberry + apple, dan Apple + peach, telah disesuaikan dengan kebutuhan buah Si Kecil.

Apakah Milna Nature Delight aman untuk bayi?

Berdasarkan pemaparan dan fakta yang saya lihat saat launching, produk Milna Nature Delight jelas aman untuk bayi.  Alasannya, pure buah Milna ini terbuat dari 100% buah asli, tanpa bahan pengawet, tanpa penambahan gula, melalui proses Advanced Pasteurization Technology . Sebagai penguat rasa percaya, Milna Nature delight sudah pasti mendapat sertifikasi dari BPOM dan juga halal dari MUI.

Menghadiri Milna Nature Delight Blogger Gathering membuat saya menjadi bertambah tahu tentang pentingnya buah dan sayur untuk perkembangan anak. Dan yang lebih penting, sekarang saya menjadi punya solusi mengenalkan buah pada si bungsu Arsyad.

Dan benar, sejak si kecil diperkenankan dengan Milna Nature Delight ia mulai terbiasa. Awalnya sempat menolak tetapi pelan-pelan ia mulai menikmati rasa manis alami dari Milna nature Delight.

Bagaimana sih seru dan padat ilmunya acara Milna Nature Delight blogger gathering waktu itu? Bisa lihat di video reportase saya ini ya. 🙂

 

 

Sekarang, sejak mengenal Milna Nature Delight, saya jadi lebih lega. Rasa manis dan segar pure buah milna ini cocok di lidah anak-anak. Tidak bikin neg.

Selain bisa dimakan langsung, Milna Nature Delight juga bisa dimakan bersama dengan menu lain. Misalnya dijadikan selai roti tawar atau campuran saat memakan puding.

Tak hanya Arsyad, si cantik Zizi pun suka. Dan memang, bila dilihat dari kemasannya, pure buah Milna ini cocok dikonsumsi hingga anak berusia 5 tahun. Jadi lebih tenang deh. Kemasan Milna Nature Delight juga praktis untuk dibawa-bawa tanpa takut tumpah.

Milna Nature Delight cocok dibawa untuk teman mudik nanti nih. Perjalanan tenang karena ga khawatir si kecil kekurangan asupan nutrisi.

Buat moms yang ingin tahu lebih jauh mengenai Milna Nature Delight ini bisa melihat langsung di websiter www.milna.id atau juga bisa melalui akun sosial media milna

Facebook : MilnaID
Twitter : @BundaMilna
Instagram : @MilnaID

 

Terima kasih Milna. Milna Nature Delight, “Cara Mudah Makan Buah untuk Si Kecil.” 

Si Kecil”

🙂

 

 

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.