Pilih Mana? Pompa ASI Manual atau Elektrik?

 

Pemilihan pompa ASI yang tepat akan mempengaruhi keberhasilan dalam menyiapkan ASI Perah. 

***

Salah satu senjata wajib yang saya perlukan setelah melahirkan adalah pompa ASI. Dulu saya menyangka pompa ASI hanya diperlukan oleh ibu bekerja saja. Ternyataaa….

Pompa ASI juga dibutuhkan untuk saya sekarang yang menjadi stay at home mom. Misalnya ketika harus pergi ke luar rumah untuk waktu agak lama, setengah hari atau bahkan seharian tanpa si kecil.

Pompa ASI menjadi penting terutama untuk para ibu yang ingin memberikan ASI ekslusif pada bayi hingga usia 6 bulan dan full ASI hingga si kecil berusia 2 tahun.

Sekarang di pasaran terdapat dua jenis pompa ASI. Elektrik dan manual. Nah yang suka membuat bingung itu adalah bagus mana antara pompa ASI elektrik dan manual.

Kalau menurut saya keduanya bagus dan diperlukan. Pemakaiaannya menyesuaikan kebutuhan.

 

Pompa ASI Elektrik

Pompa ASI elekterik lebih simple dan tidak membutuhkan tenaga. Penggunaannya sangat mudah, tingga temple ke payudara lalu colokkan listrik ke alat pompanya dan tunggu sampai ASI keluar.

Namun kekurangannya, pompa elektrik ini sifatnya statis. Jadi tarikan saat memerah ASI konstan dan biasanya bisa menimbulkan rasa sakit. Saat mood ibu sedang tidak bagus dan ASI tidak banyak keluar, penggunaan pompa elektrik bisa menimbulkan rasa sakit.

Selain hemat tenaga, penggunaan pompa elektrik juga bisa menghemat waktu. Bila menggunakan pompa manual saya butuh sekitar 15-20 menit untuk mendapatkan 100 ml ASI dengan pompa elektrik cukup 10 menit saja.

Pompa ASI Elektrik ini juga ada dua jenis. Ada yang berisik dan silent. Saya menyebutnya berisik karena memasang saat penggunaan bunyi mesinnya rada berisik. Biasanya ini ada pada pompa ASI yang harganya lebih murah. Model yang berisik ini biasanya bentuknya antara botol ASIP dan mesin pompa menyatu.

Pompa ASI Elektrik yang rekomended menurut saya adalah model Silent Breastpump. Bentuknya biasanya antara botol ASIP dan mesin dipisahkan dengan selang. Bunyi mesin ini realtif anyep. Selain itu kekuatan perahnya bisa disesuaikan dan terasa seperti memerah manual.

Model Silent Breastpump ini dari segi harga relatif mahal. Untuk mereka Medela misalnya d kisaran Rp 1 juta ke atas. Meski begitu juga ada pompa asi bagus berkualitas tetapi merek Cina. 

 

Pompa ASI Manual

Menggunakan pompa ASI Manual manfaat yang paling terasa adalah kecepatan dan kekuatan perah bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi ibu bisa terhindar dari raasa sakit.

Sayangnya, menggunakan pompa ASI manual membutuhkan tenaga untuk memerah. Jadi kalau mood sedang tidak baik maka energi akan banyak terkuras untuk memompa sehingga mood untuk mengeluarkan ASI jadi berkurang karena kecapekan.

Bila menggunakan pompa manual kita bisa mengatur sendiri kekuatan tekanan yang diberikan saat memeras ASI. Selain itu pompa manual cocok buat ibu yang baru belajar memeras atau baru anak pertama. Selain itu pompa manual juga praktis dibawa ke mana saja. Pas acara outdoor tetap bisa.

 

 

 

Pilih mana, Pompa manual atau elektrik?

Pertanyaan ini sebenarnya hanya bisa dijawab oleh masing-masing ibu. Sebab setiap orang kondisinya beda-beda.
Sebaiknya sebelum membeli, sempatkan dulu untuk mencoba. Sekarang banyak tempat yang khusus buat penyewaan pompa asi. Beberapa RSIA ada yang menyediakan seperti dulu di RSIA Tambak Jakarta Pusat.

Beberapa toko juga ada yang menyediakan jasa coba sebelum membeli. Misalnya salah satu toko perlengkapan bayi di Mall Kelapa Gading Jakarta, tapi saya lupa namanya. :-).

 

Saya pilih yang mana?

Saya sendiri di rumah punya dua jenis pompa. Elektrik dan manual. Tapi sekarang saya lebih suka menggunakan pompa elektrik yang silent breastpump. Pompa ASi jenis ini tidak sakit.

Nah agar bisa memilih pompa ASI yang tidak bikin sakit dan nyaman, berikut beberapa tips dari saya

1. Bahan pompa

Saat memilih pompa , pastikan moms memperhatikan dengan baik bahan dari pompa ASI. Pompa ASI kebanyakan terbuat dari bahan plastik. Dan untuk Pompa ASI bahan yang rekomended adalah bahan plastik yang sudah ada tanda aman dari Bishepnol A.

Moms sebaiknya menghindari Pompa ASI yang terbuat dari karet akan sulit untuk dibersihkan.

2. Bentuk Pompa ASI

Bentuk pompa ASi yang ada di pasar bermacam-maca. Pompa ASI yang aman menurut saya adalah yang berbentuk silindris. Pompa ASI bentuk Selindris mudah dibersihkan dan nyaman digunakan.

Bentuk pompa ASI lainnya adalah terompet. Namun, bBentuk terompet akan menyulitkan dalam mendapatkan ASI. Sebaiknya memilih pompa ASI yang dapat digunkan dalam jangka minimal 6 bulan.

 

3. Sesuaikan dengan kebutuhan

Memilih pompa ASI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan Pompa manual dapat digunakan, bagi moms yang punya banyak waktu luang. Untuk moms yang punya jam sibuk ada baiknya menggunakan pompa elektrik.

Daya isap juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pompa dengan daya hisap tinggi kemungkinan akan membuat payudara lebih mudah sakit. Pompa manual biasanya memiliki daya hisap rendah dan sesuai dengan kekuatan tangan moms.

 

4. Memiliki botol penampung

Pastikan saat membeli pompa ASI juga dilengkapi dengan botol penampung. Botol penampung yang langsung berhubungan dengan pompa berfungsi mebuat ASI tetap steril. ASI perahan sebaiknya tidak sering dipindah-pindah untuk meminimalisir persentuhan dengan udara terbuka.

Nah itu dia beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih pompa ASI. Semoga moms jadi lebih mudah menentukan apakah akan membeli pompa manual atau elektrik.

Happy Breastfeeding ya moms.

🙂

Add a Comment

Your email address will not be published.