Mengintip Proses Pembuatan Kain Batik Tulis

 

Batik. Inilah salah satu karya seni buatan anak negeri yang membuat bangga Indonesia. Motifya yang khas, proses dan aspek sosial kultural saat pembuatannya membuat kain batik menjadi istimewa.

***

Menulis tentang batik tentu tak akan ada habisnya. Dari A sampai Z. Apalagi batik tak hanya dikembangkan di satu wilayah saja. Bahkan, batik yang selama ini identic dengan Jawa juga berkembang di beberapa daerah lain dengan varian berbeda. Misalnya di sumatera ada batik Riau, Batik Bengkulu.

Ada beberapa cara dalam pembuatan batik. Ada yang di print, di cap dan juga di tulis. Jika diurutkan dari yang paling mahal, batik tulis memiliki harga paling mahal. Salah satu factor karena rumitnya proses dan lamanya waktu pengerjaan.

Membuat sehelai batik tulis bisa memakan waktu lama. Bisa menjadi berbulan-bulan, tergantung dari motif yang dikerjakan, banyak orang yang membuat batik dan juga besar kain. Karena itu harga untuk sehelasi batik tulis sangat mahal baik dijual di pasar atau toko online.

Untuk membuat kain batik sebelum dijual misalnya di toko online, terdapat tahapan yang harus diperhatikan. Namun yang lebih penting adalah menyiapkan bahan dan peralatan yang tepat.

Beberapa bahan dan alat untuk membuat kain batik tulis adalah:

  • Kain mori berwarna putih ataupun sutra.
  • Canting. Alat ini merupakan alat untuk mengambil lilin pada wadah yang disiapkan. Canting umumnya terbuat dari bambu untuk bagian gagangnya dan tembaga untuk sendoknya.
  • Gawangan yang merupakan alat untuk menjemur atau menyampirkan batik.
  • Lilin yang dicairkan.
  • Panci untuk wadah lilin yang dicairkan dan kompor untuk mencairkan lilin dan menjaga agar lilin tetap cair.
  • Larutan pewarna untuk mewarnai kain agar motif terlihat jelas.

 

Pewarna kain yang digunakan biasanya adalah pewarna tekstil yang bisa diperoleh di toko dengan mudah. Namun, kini sudah banyak jenis batik yang menggunakan pewarna alami misalnya dari kayu mahoni. Tahapan pembuatannya adalah:

  • Timbang bahan pewarna terlebih dahulu.
  • Per 1 kg bahan pewarna, misalnya 1 kg kayu mahoni, menggunakan 10liter air untuk merebus dan mendapatkan warna alami.
  • Rebus campuran tersebut hingga sisa airnya hanya tinggal 1/2-nya.
  • Setelah itu, biarkan cairan pewarna alami tersebut dingin sebelum akhirnya bisa dipergunakan untuk mewarnai batik tulis yang dibuat.

 

proses kreatif

Setelah persiapan alat selesai, maka tahapan awal untuk membuat kain batik tulis adalah dengan membuat motif. Tidak semua orang bisa membuat motif batik yang diaplikasikan pada kain. Design batik atau yang disebut dengan molani tersebut bisa disesuaikan dengan kreatifitas dari pembuatnya.

Jika menggunakan motif batik tradisional, ada 2 jenis yang bisa Anda pergunakan yaitu motif klasik dengan simbol-simbol dan yang kedua adalah motif pesisiran misalnya memiliki motif kupu-kupu atau bunga. Untuk menggambarkan molani, Anda harus menggambarnya langsung di kain dengan menggunakan pensil.

Tahapan kedua adalah dengan melukis di kain tersebut. Proses ini menggunakan peralatan yang sudah Anda siapkan sebelumnya kecuali pewarna kain karena akan digunakan setelah motif selesai dibuat. Untuk melukiskan di kain dengan menggunakan canting adalah, ambil canting yang sudah disiapkan lalu sendokkan ke cairan lilin yang telah dilelehkan. Sebelum diaplikasikan, tiup terlebih dahulu baru kemudian disapukan ke molani yang sudah digambarkan dengan menggunakan pensil. Lakukan perlahan dan teliti.

Setelah menebalkan molani, tahapan selanjutnya adalah menutup bagian yang putih pada kain. Bagian ini adalah bagian yang nantinya tidak diwarnai dengan menggunakan pewarna yang sudah disiapkan. Canting yang dipergunakan pada proses ini adalah jenis canting yang halus untuk bagian yang sempit atau kecil. Sedangkan untuk bagian yang besar mempergunakan canting kuas.

Proses selanjutnya pada pembuatan kain batik adalah:

  • Pewarnaan kain dengan cara mencelupkan kain tersebut ke pewarna kain yang sudah disiapkan. Setelah itu jemur dan keringkan.
  • Lukis kembali dengan menggunakan canting untuk mempertahankan warna yang ada pada pewarnaan tahap pertama kemudian baru dicelupkan ke pewarna kedua.
  • Menghilangkan lilin dengan mencelupkan air yang dipanaskan di atas tungku.
  • Membatik lagi.
  • Nglorot dengan merebus kain dengan air panas.
  • Pencucian kain jenis batik sebelum dijual atau diolah menjadi baju batik wanita  atau pria.

Itu dia beberapa hal terkait pembuatan kain batik tulis. Semoga berguna ya. 🙂

 

6 Comments

Leave a Reply to Tia Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *