Jurang Curam atau Kesempatan yang Menganga?


Siapa tidak pernah mendengar keindahan pantai-pantai di Nusa Dua, Bali? Serenity, Sewarna, Sawangan, Geger serta sederet nama beken lainnya.  Pasir putih. Ombak tenang. Kenyamanan didukung dengan situasi setengah privat.

Ya, setengah privat lantaran pinggir-pinggir pantai indah di Nusa Dua ini kebanyakan diusahakan oleh hotel atau vila. Jadi suasananya relatif sepi. Hanya tamu yang menginap dan kebetulan sedang di pantai yang akan ditemui. Tentu tidak banyak. Bisa dihitung jari. Tidak ada masyarakat umum.

Tapi tulisan ini bukan betapa indahnya pantai di Bali. Ini tentang sudut pandang untuk berpikir positif. Memetik pelajaran grup-grup ternama seperti Mulia, Niko atau sederet nama beken lainnya. Belajar melihat potensi dengan cara berbeda.

Kondisi jurang sebelum diubah
Kondisi jurang sebelum diubah

1. Sampah menjadi emas.

Para ahli properti selalu menyebut pentingnya lokasi. Akan tetapi dari sudut pandang awam, hotel ternama ini ternyata berada di pinggir jurang. Dalamnya jurang ini setara dengan bangunan 15 lantai. Nggak kebayang kan kalau ada gempa 😀

Ketika hotel ternama itu belum memulai pembangunan, tentu tak ada yang membayangkan jurang yang menganga itu akan menjadi aset yang sangat berharga.

Sekadar perbandingan di kampung saya di Sumatera Barat juga punya tanah di pinggir jurang. Juga banyak yang bersisian dengan pantai. Namun belum ada yang memanfaatkan. Jadinya perspektif memanfaatkan jurang ini relatif baru bagi saya.

“Bahkan Jurang dalam dengan dasar batu cadas sekalipun tetap memiliki potensi keberhasilan jika dimanfaatkan dengan baik”

2. Kekuatan rencana

Pantai Serenity Sewarna Nusa Dua BaliSaya kira keberhasilan mengubah wajah jurang ini juga karena dukungan rencana yang detail. Setiap potensi yang terkandung diubah menjadi daya tarik. Seperti batu besar ditambah ornamen dan tata pencahayaan. Dinding karang di pahat menjadi patung dewa. Posisi tanah yang miring disulap menjadi kolam renang yang eksotik. Berundak seperti sawah. Jurang-jurang cadas yang menganga di sepanjang Nusa Dua ini berubah menjadi daratan indah.

Mudah? Tentu tidak. Nggak kebayang gimana tukang bekerja dalam kerumitan itu. Salah, tentu membahayakan dampak besarnya bisa menggagalkan seluruh proyek. Kepatuhan akan rencana menjadi kunci, Ketika selesai, hasilnya setara. Sebuah bangunan eksotis menghadap ke pantai Selatan Bali yang indah.

“Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan”

3. Kembangkan Branding

Jurang menganga sedalam 15 lantai yang diubah menjadi hotel
Jurang menganga sedalam 15 lantai yang diubah menjadi hotel

Ingin diingat seperti apa. Konsep meninggalkan pengalaman yang sangat mendalam menjadi andalan dari para pemilik hotel di Bali ini. Setiap sudut disusun dengan makna.

Detail atap dengan desain seperti pura disejajarkan dengan matahari terbit atau terbenam. Tangga yang menghadap laut serta pesona lainnya yang menguatkan branding. Mungkin dapat diterapkan dalam cerita lainnya.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.