Bye Bye Ruam Popok

 

 

“Bund, saya lagi sedih dan galau. Kasihan si kecil kulitnya kena ruam.”

“Paling ga tega itu kalau lihat si kecil kena diapers rash.”

“Moms babynya pakai diapers tiap hari kok kulitnya tetap halus. Apa ga takut kena ruam.”

***

Diapers Rash atau ruam popok memang merupakan momok paling menakutkan bagi para orang tua yang masih memiliki bayi. Keluhan ini sering menjadi alasan yang membuat orang tua berpikir dua kali untuk memakaikan diapers pada bayinya sepanjang hari.

Ada anggapan, kalau bayinya dipakaikan diapers sepanjang hari kulit si kecil jadi mudah lecet. Alih-alih membuat ibu tenang malah jadi panic tujuh keliling gara-gara munculnya bintik merah di sekitar lipatan paha dan pantat bayi.

Saya sendiri termasuk ibu yang tak bisa jauh dari diapers. Sejak anak pertama Bintang lahir 4 tahun lalu, saya sudah memakaikan diapers sepanjang hari. Alasannya sederhana, biar praktis. Ketika Azizah alhir dua tahun lalu saya kembali memakaikan diapers sepanjang hari. All day non stop. Begitu pun ketika baby Arsyad lahir 8 bulan lalu hingga sekarang.

Benarkah kulit si kecil rentan terkena ruam?

Bila dipikir, kekhawatiran para orang tua terutama ibu terhadap ruam tak bisa dihindarkan. Karena faktanya berdasarkan penelitian bayi berumur 0 sd 3 tahun daya tahan tubuh (imunitas) tubuhnya belum terbentuk sempurna. Akibatnya bati lebih rentan terkena serangan bakteri, kuman, dan penyakit.

Risiko ruam menjadi lebih besar dialami oleh bayi yang menggunakan diapers sepanjang hari seperti anak saya. Saya bersyukur selama ini anak-anak masih terlindungi dari ruam. Saya tak bisa bayangkan bagaimana paniknya bila kulit mereka terkena ruam. Pasti sedih dan galau juga.

Sebenarnya dulu, ruam hampir saja dialami Baby Bintanng. Suatu hari saat mengganti diapersnya saya mendapati kulit di area lipatan paha berwarna kemerahan. Langsung panic dan lakukan evaluasi hal-hal yang mungkin menyebabkan kulit si kecil terkena gejala ruam. Usut punya usut ternyata saya sempat kelupaan mengganti diapersnya ketika ia pup.

Berikut beberapa penyebab yang bisa memicu terjadinya ruam pada bayi

  1. Kontak yang terlalu lama dengan feces atau urine sehingga memincu tumbuhnya bakteri.

Karena itu ibu selalu dianjurkan segera mengganti diapers ketika ia pup. Dan mengganti diapers maksimal 5 jam bila si kecil tidak pup. Akan lebih baik bila mengganti diapers 2-3 jam terutama untuk bayi baru lahir.

 

  1. Gesekan antara popok dengan kulit bayi.

Untuk meminimalisir dampak gesekan kulit terhadap diapers sangat penting bagi ibu memilih diapers yang memiliki kualitas bagus. Beberapa ciri diapers bagus adalah yang tidak mudah menggembung, tak mudah bocor samping karena memiliki absorbency yang bagus, dan bebas ruam. Diapers yang bagus harus bisa membuat si kecil bebas bergerak.

 

  1. Alergi terhadap bahan popok atau tisu basah yang digunakan. Biasanya untuk bayi ada produk tisu basah khusus yang non alcohol. Untuk kulit sensitive juga ada.

 

 Cegah Ruam dengan Sekali Oles

Ruam, ruam, ruam. Saya dan pasti seluruh orang tua akan bilang BIG NO pada ruam. Sayangnya kadangkala rasa malas dan teledor membuat ibu lupa atau terlambat mengganti diapers si kecil.

Di sinilah moms harus lebih berhati-hati. Sebab biasanya gejala kecil kalau tidak segera diatasi biasanya menyebabkan ruam yang lebih parah. Karena itu sangat penting melakukan pencegahan sebelum ruam datang menyerang kulit si kecil.

Bagaimana agar si kecil terhindar dari ruam? Rajin mengganti diapers, menggunakan diapers yang lembut dan punya daya serap bagus, serta selalu membersihkan kulit bayi kering sempurna merupakan langkah yang bisa dilakukan.

Satu lagi cara yang efektif adalah rajin mengoleskan cream anti ruam. Dan buat saya sendiri crema anti ruam yangn recommended itu adalah Sleek Baby Diaper Cream. Jangan salah ya moms, sekarang Sleek ga hanya punya produk pembersih peralatan makan dan botol susu bayi. Sleek Baby Diapers Cream merupakan produk unggulan yang efektif dalam melawan ruam.

Sleek Baby Diapers Cream

 

Hal yang menurut saya membuat Sleek Baby Diaper Cream istimewa adalah kandungan bahan- bahan alami/ natural yang dimiliki. Sama halnya dengan saya, moms tentu juga tak mau kulit si kecil terlalu banyak terpapar dengan zat kimia.

 

Berikut kandungan dalam Sleek Baby Diapers Cream

  • Ekstrak daun olive, untuk melindungi kulit dari bakteri yang menyebabkan iritasi.
  • Chamomile dan Ekstrak Bunga Matahari: Natural anti- irrirant yang efektif untuk mengurangi
  • \qqQ
    cczxcvm;
  • kemerahan
  • Ekstrakt Alpukat, Shea Butter dan Argan Oil: Natural moisturizer yang menjaga kulit bayi tetap lembut

 

Keunggulan Sleek Baby Diapers Cream

  • Mengandung bahan alami terbaik
  • Memiliki formula paling aman bahkan untuk bayi yang baru lahir; dengan pH 5.5.
  • Telah melalui dermatologically dan clinically tested yang terbukti mencegah dan menyembuhkan ruam popok
  • 100 persen terbukti melindungi dan membunuh bakteri seperti Staphylococcus Aureus, Pseudomonas Aeruginosa, Escherichia Coli, Candida Albicans.

 

 

Oya ada satu hal nih moms yang perlu jadi perhatian. Cara kerja Sleek Diapers Baby Cream ini adalah sebagai lapisan pelindung atau perisai yang langsung melapisi kulit. Jadi ketika terjadi gesekan dengan diapers, kulit tidak langsung terluka.

Prinsip utama kerja Sleek Diapers Baby Cream ini adalah mencegah. Karena itu jangan sampai Moms baru repot dan kalang kabut mencari diapers rash cream ketika si kecil sudah menunjukkan gejala ruam. Pemakaian yang benar adalah digunakan setiap kali mengganti popok.

Cara pakai :

Bersihkan kulit bayi dan lapisi kembali dengan menggunakan Sleek Baby diaper cream sebelum menggunakan popok. Dengan cara ini, kulit bayi akan terlindung dari bakteri dan mencegah terjadinya ruam popok dan iritasi pada kulit.

So bagaimana. Bila dengan satu olesan setiap kali mengganti diapers si kecil bisa membebaskan buah hati dari ruam dan iritasi kulit, kenapa harus menunggu sampai parah. Yuk. Mulai sekarang sedia Sleek Diapers Baby Cream di rumah. #SleekAlamiMelindungi J

29 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *