Panduan Blogging: Pertimbangkan 5 Hal Ini Ketika Memilih Nama Blog

 

Membuat nama blog itu ternyata gampang-gampang susah. Meski terlihat sepele justru dari sinilah banyak pintu terbuka. 

***

 

Salah satu hal yang perlu jadi perhatian ketika hendak membuat blog adalah memberi nama domain. Hal ini tak hanya berlaku untuk domain berbayar tapi juga untuk domain gratisan.

Meskipun blog gratisan bukan berarti kita bisa memberi nama asal. Sayang kan, blognya sudah diisi dengan berbagai konten menarik tetapi tak familiar oleh pembaca.

Nama blog yang tak familiar bisa berpengaruh terhadap pencarian di google. Misalnya, seseorang tertarik untuk mengikuti tulisan yang kita buat. Ee tetapi ketika dicari di mesin pencari malah salah ketik. Akhirnya nyasar ke blog tetangga. Karena itu, mumpung di tahap awal, ada baiknya urusan nama domain ini mendapat perhatian serius.

Nama domain yang marak sekarang memang lebih banyak menggunakan nama. Namun sebenarnya pilihan menggunakan nama ini bukanlah satu-satunya. Bahkan kalau nama kita tidak terkenal akan sulit juga didongkrak di mesin pencari. Apalagi sampai punya nama yang spellingnya susah dieja.

Meski sekarang alamat domain lebih banyak didominasi nama pemilik blog, bukan berarti nama blog yang tak memuat nama tak terkenal lho. Banyak juga blogger yang berhasil mengembangkan blog tanpa menggunakan nama.

Berbeda halnya kalau seseorang memang sudah punya fans atau pengikut. Maka nama domain berdasarkan nama personal bisa menjadi pilihan.

Apa saja sih hal-hal yang perlu diperhatikan saat membuat nama blog

  1. Unik

Nama blog yang unik akan lebih mudah dikenali. Selain itu nama unik juga lebih menarik perhatian sehingga secara tidak langsung tersimpan dalam alam bawah sadar pembaca. Misalnya nama blog 1cak , emakgadget, dan dapurngebut.

 

  1. Mudah Diingat

Agar nama blog mudah diingat sebaiknya jangan dibuat panjang. Idealnya satu atau dua suku kata. Kalaupun harus tiga suku kata, sebaiknya nama yang bisa dilafalkan dalam sekali tarikan nafas.

Selain jumlah suku kata, alphabet yang digunakan sebaiknya standar saja. Agar tidak terjadi kesalahan ketik saat seseorang mencari di mesin pencari. Alphabet yang tak biasa, juga bisa menyebabkan mesin pencari bingung, sehingga menduga kita sedang salah ketik dan merekomendasikan kata lain.

Contoh nama blog yang mudah diiingat : Nyonyamalas, bloggermuda, Empatkembara.

 

  1. Mencerminkan Niche

Secara umum niche dapat diartikan sebagai kecenderungan utama jenis artikel dan tema yang tersaji dalam sebuah blog. Misalnya blog tentang jalan-jalan, parenting, masak-memasak, beauty. Bila memang punya blog yang diniatkan untuk tema tertentu sebaiknya menggunakan nama blog yang mencerminkan niche tersebut.

Contoh : Noetraveler, pinktraveler, Hijabdiary, BacaanIpeh.

 

  1. Tanpa Tanda Baca

Nama blog sebaiknya dibuat clear, tanpa menggunakan tanda baca. Ada juga lho beberapa blog atau situs yang menggunakan tanda baca dalam nama domainnya. Hal ini akan membuat pembaca dan mesin pencari bingung. Misalnya situs BPJS-Kesehatan. Akibatnya banyak yang nyasar mencari dengan mengetik BPJSKesehatan tanpa tanda strip.

  1. Jangka Panjang

Meski blog gratisan bukan tak mungkin suatu saat akan naik menjadi blog berbayar. Karena itu untuk memudahkan transfer dan migrasi nanti, sebaiknya nama blog dibuat untuk tujuan jangka panjang. Selain itu sayang lho kalau reputasi dan nama/branding blog yang selama ini sudah dibangun dengan blog gratisan harus diulang lagi dari nol ketika pindah ke domain TLD.

Contohnya saya. Dulu ketika gratisan sejak 2009 nama blognya Mantramagi.blogspot.com. Namun ketika pindah TLD menjadi duniabiza.com. Ini artinya semua dimulai dari nol.

Oke temans, sekian dulu ya. Selamat berekspresi. Dan semoga menemukan nama blog yang cocok di hati.

11 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *