Susah-susah Gampang Mencari Tukang

Tak mudah mencari tukang. Apalagi zaman sekarang. Kata orang susah-susah gampang. Eh apa iya?

***

Awal Maret ini menjadi hari bahagia buat saya. Dua adik saya, satu adik kandung dan satu lagi adik suami mendapat pekerjaan di perusahaan mapan. Adik saya mendapat pekerjaan di kota asal. Sedang adik ipar mendapat panggilan kerja di daerah Banten.

Pada waktu-waktu sebelumnya, adik ipar tinggal di rumah kami di Pekanbaru. Itu rumah KPR yang dibeli sejak kami masih tinggal di kota Bertuah. Sejak diambil hingga sekarang rumah itu belum pernah direnovasi, jadi masih rumah bawaan dari pengembang.

Nah, karena adik ipar mau pindah kota, rumah itu kini tak lagi berpenghuni. Terbayang untuk menyewakan saja rumah itu daripada kosong begitu saja.

Masalahnya, untuk bisa disewakan rumah itu perlu renovasi kecil-kecilan. Mulailah saya dan suami memikirkan model dan estimasi biaya yang diperlukan untuk keperluan renovasi. Selain soal biaya, salah satu hal lumayan menyedot perhatian kami adalah menemukan tukang yang tepat. Maklum, sekarang menemukan tukang yang pas itu susah-susah gampang.

Dilema menemukan tukang ini sudah kami rasakan ketika renovasi rumah yang sekarang ditempati enam bulan lalu. Saat itu kami sampai mengontak beberapa calon tukang sekaligus. Ada yang sudah ketemu langsung dan ada yang baru berkomunikasi lewat telepon.

Menurut pengalaman beberapa saudara, agar mendapat rumah sesuai keinginan menemukan tukang yang pas adalah kunci utama. Makanya tak jarang saudara mendatangkan langsung tukang dari kampung halaman hanya untuk urusan renovasi ini.

gambar: freepik

 

Setidaknya, berikut ini 9 hal yang perlu menjadi perhatian saat menemukan tukang yang akan merenovasi rumah kita.

  1. Pilihlah tukang yang baik dalam segala aspek

Artinya adalah, jika kita memberikan arahan mengenai apa yang kita inginkan mengenai pekerjaan yang harus dikerjakan, si tukang akan segera mengerjakan tersebut tanpa menunda-nunda atau tanpa menginterupsi. Walaupun alasannya mungkin benar menurut pengalamannya secara teknis, tukang bangunan harus ingat bahwa kita lah ‘raja’ nya.

Kita pula yang mengetahui kemauan dan kemampuan sendiri dalam hal yang berkaitan dengan proyek bangunan. Misalnya, kita sudah menghitung spek dan volume kerja proyek bangunan namun si tukang menyarankan untuk mengganti spek bangunan dengan material yang lebih mahal dari yang sudah direncanakan.

Ia bahkan  menyarankan menambah volume pekerjaan lebih dari yang telah dihitung. Tentunya itu akan menyebabkan pembengkakan biaya bangunan dan worst case scenario nya adalah pekerjaan pembangunan rumah malah tidak selesai karena kehabisan dana.

 

  1.   Pilihlah tukang yang bisa bekerja maksimal

Bekerja mandiri tanpa mengandalkan bantuan pembantu tukang adalah ciri-ciri tukang bangunan yang mandiri. Hal ini dapat mempercepat waktu pekerjaan. Bayangkan bila tukang “manja” yang dalam bekerja dia lebih banyak dibantu oleh pembantu tukang. Tukang yang “manja” begini malah banyak menghambat pekerjaan.

  1.      Mencari tukang yang tekun

Tukang bangunan yang tekun adalah mereka yang tidak banyak bicara. Mereka lebih banyak tekun dalam bekerja. Jangan sekali-sekali memilih tukang yang banyak bicara karena biasanya dia hobi mengobrol. Akibatnya waktu kerja menjadi kurang efektif dan juga mengganggu pekerjaan tukang lainnya.

  1.      Hindari tukang yang ceroboh

Tukang yang ceroboh dapat menyebabkan kesalahan kerja yang bisa merugikan karena harus mengeluarkan uang lebih untuk mengulangi pekerjaan dan membeli material lagi. Bahkan kita bisa juga terpaksa membayar upah si tukang tersebut. Pilihlah tukang bangunan yang cermat dan teliti agar tidak terjadi human-error pada proyek pembangunan rumah impian.

  1.      Carilah tukang yang jujur

Memang agak sulit untuk menilai kejujuran seseorang. Apalagi yang baru kita kenal. Kita bisa mengetes kejujuran tukang bangunan yang dipekerjakan dengan memantau pekerjaan mereka secara diam-diam. Bisa juga melihat apa yang sedang si tukang kerjaan.

Apakah benar-benar sedang tekun bekerja, ataukah lebih banyak istirahatnya. Misalnya lebih banyak berhenti kerja sejenak atau merokok sejenak. Dari pengamatan secara diam-diam ini kita akan mengetahui apakah dia bertanggung jawab dalam pekerjaannya atau tidak.

  1.      Carilah tukang bangunan yang berusia ideal

Usia ideal dari tukang bangunan adalah sekitar 25 – 50 tahunan yang biasanya stabil, matang, dan sangat berpengalaman. Jika memilih tukang yang berusia lebih dari 65 tahun, walaupun pengalaman sudah segudang, maka kemungkinan besar kemampuan fisiknya, kontrol otaknya dan produktivitas kerjanya sudah mulai menurun. Usia ini lebih cocok menjadi seorang mandor daripada menjadi tukang.

Memilih tukang bangunan di bawah usia 25 tahun juga agak riskan. Mereka bisa saja belum berpengalaman dan cenderung tidak serius dalam bekerja.

  1.   Hindarilah tukang yang “bawel”

Tukang yang suka membangga-banggakan diri, kemampuan dan pengalaman harus dihindari. Jangan terlalu percaya dengan promosi diri yang berlebihan dari si tukang. Bisa jadi kita dikecewakan dengan pekerjaannya.

  1.   Pilihlah tukang yang tingkat intelektualnya cukup

Meskipun hanya tamatan SD atau SMP, tapi kita bisa melihat dari sikap, cara bicara, dan cara menyampaikan ide-idenya. Bisa juga melihat dari kinerjanya yang menggambarkan bahwa dia memiliki tingkat kecerdasan yang cukup, secara non formal, khususnya di bidang pekerjaannya.

  1.  Carilah tukang yang paham arsitektural

Hal ini dianjurkan agar terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan. Bahkan tukang yang paham mengenai segala aspek tentang bangunan atau desain pun akan memberikan ide atau solusi mengenai rumah impian yang diinginkan.

Manfaatkan Penyedia Jasa Tukang Terpercaya

Oke temans, satu hal selesai. Kita sekarang sudah mendapat gambaran mengenai kriteria tukang ideal yang diperlukan untuk renovasi dan pembangunan rumah impian. Persoalannya sekarang adalah, di mana bisa menemukan tukang yang memenuhi 9 hal tersebut?

Seperti judul tulisan ini, mencari tukang ideal itu memang susah-susah gampang. Apalagi kalau sebelumnya kita belum berpengalaman dan tak punya kolega yang pernah berurusan dengan tukang. Karena itu, tak ada salahnya kita menggunakan jasa tukang bangunan.

Sekarang menemukan jasa tukang bangunan juga tak susah. Sudah ada layanan online pencarian tukang berpengalaman dan terpecaya melalui Sejasa.com. Sejasa adalah marketplace penyedia layanan jasa apapun – termasuk jasa tukang bangunan. Tukang yang disediakan juga memberikan layanan harian atau borongan. Jadi tergantung kita nyamannya yang mana.

Hmm, jadi makin mudah kan temans. Dengan hadirnya sejasa, tak perlu repot dan bingung lagi kalau mau mencari susah. Urusan renovasi pun bisa jadi lebih mudah.

***

 

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.