Investasi Aman dan Mudah Itu Bernama Reksa Dana

Awal Februari lalu, saya dan suami baru saja mendaftarkan si sulung Bintang pada salah satu kelompok bermain. Rencana mengikuti kelompok bermain ini sudah lama kami niatkan. Namun alangkah terkejutnya kami ketika mengetahui jumlah biaya yang harus dibayarkan. Untuk uang pangkal saja, kelompok bermain tersebut mematok biaya jutaan.

Biaya besar untuk dana pendidikan anak-anak ini sebenarnya sudah lama kami bicarakan. Apalagi kami punya tiga anak yang jaraknya berdekatan. Sudah pasti, urusan dana pendidikan menjadi sesuatu yang harus dipersiapkan dengan matang.

Itu baru urusan dana pendidikan. Belum lagi urusan perencanaan jangka panjang. Sebagai manusia kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak.

Saya ingat, awal tahun lalu, suami bercerita mengenai nasib teman-temannya di kantor lama tempat ia bekerja. Suami meninggalkan kantor itu sejak dua tahun lalu. Tanpa ada ancang-ancang, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Pemangkasan terjadi di semua lapisan posisi. Beberapa cabang berdekatan digabungkan. Sejumlah kepala cabang diminta mengundurkan diri. Karena tidak menyangka akan di PHK dalam usia muda, kepanikan melanda para mantan kolega suami itu.

Hal yang paling membuat risau adalah utang konsumtif seperti kredit kendaraan, kartu kredit, dan kepemilikan rumah yang nilainya lumayan besar. Hal ini menjadi semakin menghantui lantaran teman suami tak punya tabungan yang memadai.

“Banyak yang sudah merasa nyaman dan yakin akan bekerja hingga pensiun. Bersandar pada fasilitas kantor dan lupa mempersiapkan investasi cadangan untuk berjaga-jaga.”

Dua kejadian ini meyakinkan saya akan pentingnya investasi jangka panjang untuk memastikan masa depan kami aman. Kondisi tak terduga di bekas kantor suami tentu bisa terjadi kepada siapa saja. Karena itu, tak ada pilihan lain, investasi jangka panjang adalah sebuah keharusan.

Investasi yang Aman dan Mudah

Yup. Berinvestasi saat ini sudah menjadi sebuah keharusan. Hanya saja banyak yang masih bimbang, investasi seperti apa yang harus dilakukan.

Memang, ada banyak pilihan investasi. Ada model investasi konvesional seperti membeli tanah, rumah, atau menabung emas. Namun investasi dengan cara ini tak selamanya mudah.

Misalnya, bila ingin investasi tanah atau rumah, perlu modal besar untuk bisa mendapatkan tanah atau rumah yang memiliki nilai jual bagus. Apalagi saat ini harga tanah dan rumah semakin mahal saja.

Berinvestasi dengan emas memang terlihat lebih mudah. Namun investasi ini tidak menjanjikan nilai tambah yang besar lantaran nilainya relatif sama.

Meski secara nominal terkesan terjadi kenaikan dari tahun ke tahun, namun dari sisi nilai tukar, harganya tidaklah naik signifikan lantaran menyesuaikan dengan laju inflasi. Sementara untuk berbagai kebutuhan jangka panjang, kita perlu melakukan investasi yang memberikan nilai tambah maksimal.

Beberapa teman pernah menyarankan, bila ingin melakukan investasi dengan nilai maksimal, berinvestasilah di bursa saham. Nilai investasi yang ditanam akan tumbuh dengan cepat.

Yup. Saya tak meragukan hal ini. Namun resiko rugi bila berinvestasi di bursa saham juga besar. Apalagi kalau tidak terlalu piawai dalam menempatkan investasi.

Saya punya pengalaman mengenai ini. Akhir tahun lalu, saya  ikut salah satu program simulasi berinvestasi di bursa saham. Sebagai modal awal, saya dan peserta simulasi lain diberi modal senilai Rp 50 juta yang bisa dibelanjakan secara virtual untuk membeli saham.

Dalam waktu singkat nilai investasi yang saya peroleh memang naik secara signifikan. Namun dalam satu kesempatan, nilai itu menjadi minus sekian. Bahkan nilainya terus merosot.

Berinvestasi tak hanya tentang KEUNTUNGAN, tetapi juga tentang KEAMANAN.

Hal yang saya pelajari selama mengikuti simulasi ini, bahwa meski menjanjikan nilai tambah yang besar, berinvestasi di bursa saham membutuhkan kepiawaian dalam mengelola investasi yang ditanam. Butuh pengalaman dan kejelian.

Bermain di pasar saham juga membutuhkan perhatian serius lantaran kita harus mengamati setiap perkembangan yang terjadi. Bila ingin mendapat hasil bagus, juga diperlukan modal yang besar.

Lalu apa? Apakah saya tak bisa merasakan manfaat maksimal investasi?

Bisa. Ternyata, tak satu jalan ke roma. Selalu ada jalan untuk mereka yang berusaha dan punya ikhtiar kuat. Belakangan saya mengenal investasi melalui program reksadana.

Sama halnya dengan berinvestasi melalui bursa saham, investasi melalui reksadana juga menjanjikan hasil maksimal. Dengan model investasi ini kita akan dibantu oleh seorang Manager Investasi dalam mengelola sumberdaya yang ada.

Berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Reksa Dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Atau bahasa lainnya sejumlah pemodal baik besar maupun kecil secara bersama mempercayakan sebagian investasinya kepada profesional untuk dikelola dan dikembangkan.

Penempatan di reksadana juga membuat kita lebih disiplin. Pasalnya menyisihkan sebagian penghasilan dapat dilakukan dengan metode autodebet. Gaji masuk, oleh bank langsung ditransfer ke manajer investasi. Selain itu nilai investasi juga terbilang murah karena bisa dimulai dari Rp 100 ribu.

Hal yang paling penting, berinvestasi melalui reksadana tak hanya menjanjikan KEUNTUNGAN tetapi juga AMAN. Produk ini terdaftar sebagai efek yang dapat diperjualbelikan dan pengelolaannya diatur undang-undang.

Secara historis Reksa Dana juga berpotensi memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi para investor.

***

 

 

33 Comments

Leave a Reply to Rach Alida Bahaweres Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *