Satu Hati dalam KEBeragaman dengan Internet 4G LTE

Trett tet, la…la….treettt…..

Trett tet, la… la…. trett….

Nada dering dari telepon seluler yang terletak di atas rak buku memecah suasana pagi. Saat itu saya sedang menggendong si kecil Arsyad. Sedangkan Amak (panggilan untuk Ibu), sedang duduk di ruang tengah sambil membaca novel biografi Habibie-Ainun.

Awalnya saya mengira itu adalah bunyi yang berasal dari telepon saya yang juga terletak di atas rak. Namun ternyata itu suara telepon milik Amak. Amak bergegas mengambil, dan menjawabnya.

“Halo Assalamualaikum,” ujar Amak dengan suara bersemangat.

Amak kemudian terlibat pembicaraan hangat dengan si penelepon. Dari cara Amak menjawab dan obrolan yang diperbincangkan, saya bisa menduga bahwa yang menelepon adalah Abak.

“Anak-anak sedang main. Bintang dan Zizi main puzzle, Arsyad sedang digendong-gendong Ira,” ujar Amak pada penelepon. 

Ulala…. Benar tebakan saya.

Sejak datang menjelang kelahiran Arsyad awal Januari lalu, Amak dan Abak memang rajin bertukar kabar lewat telepon. Sehari bisa tiga kali.

Kami sering menggoda Amak dan Abak seperti sedang minum obat dengan resep dokter. Kalau sehari tak ada kabar dari Abak, Amak biasanya akan uring-uringan sembari bertanya, “Kenapa ya Abak tak menelepon hari ini.”

Berada di tempat terpisah, komunikasi antara Amak dan Abak tak pernah putus. Saya salut dan banyak belajar dengan kedua orang tua saya ini.

Tidak hanya kali ini. Sejak dulu bila Amak dan Abak harus tinggal terpisah untuk beberapa saat, mereka selalu menjaga komunikasi.

Abak dan Amak, dua hati yang selalu mengisi

Seperti kali ini. Amak berada di rumah kami, di daerah Bekasi untuk beberapa waktu sembari menemani saya yang baru lahiran. Sedangkan Abak tetap berada di kampung, di Nagari Batipuh Ateh, nun di kaki gunung Marapi, Sumatera Barat.

Semula Abak dan Amak berencana datang berbarengan ke tempat kami. Namun karena ada hal yang harus diselesaikan di kampung, jadilah Abak tetap tinggal di rumah.

Terpisah ribuan kilometer, tak berarti membuat hidup jadi berjarak. Raga boleh terpisah, tetapi jiwa tidak. Apalagi sekarang urusan komunikasi menjadi lebih mudah. Amak dan Abak sangat terbantu dengan kemajuan teknologi komunikasi yang kian pesat.

Perkembangan teknologi telah menghadirkan telepon pintar dan kualitas sinyal bagus hingga ke pelosok negeri. Dengan begitu, komunikasi jarak jauh menjadi lancar dan tak lagi biar pet.

Tak hanya komunikasi suara. Bila rindu dengan cucu, Abak dan Amak biasanya terhubung dengan layanan video call. Layanan internet 4G LTE yang kini hampir merata di seluruh negeri telah membantu kami dalam hal komunikasi.

Kalau ingin bicara menggunakan layanan video, Amak akan meminta bantuan saya menghubungi adik yang sekarang tinggal bersama Abak di kampung. Setelah itu, kami bisa saling bertukar kabar sembari tetap merasa dekat karena bisa saling bertatap muka.

 

KEBersamaan dengan keluarga besar

Berbagi Inspirasi dengan 4G LTE   

Kehadiran teknologi 4G LTE, telah memberi banyak manfaat bagi kehidupan. Sebagai blogger tentu saja saya menjadi bagian yang sangat terbantu dengan perkembangan teknologi informasi ini.

Jaringan internet super cepat dan anti buffering yang ditawarkan teknologi 4G LTE mendorong semangat untuk terus menulis dan berbagi cerita melesat hingga level maksimal. Bayangkan saja. Dulu untuk bisa konsisten ngeblog salah satu kendalanya adalah jaringan internet yang biarpet. Atau jaringan internet yang tak bisa diakses di semua tempat.

Sekarang, dengan bermodalkan smartphone, saya bisa menulis dan mendokumentasikan beragam peristiwa dari mana saja dan kapan saja. Tak hanya berupa narasi. Beragam informasi kini juga bisa dibagi secara live baik dalam bentuk pesan beruntun melalui kultwit di akun twitter atau bahkan juga siaran langsung melalui twitter, facebook dan instagram.

Beragam informasi bisa disebar dengan mudah. Tentu saja yang dimaksud adalah informasi yang berguna bagi banyak orang. Saya ingat, beberapa kali mengikuti talkshow dan seminar, saya tergoda untuk menyiarkan siaran langsung melalui facebook dan twitter.

Biasanya ini berkaitan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang. Misalnya ketika menghadiri seminar kesehatan, atau seminar tentang etika berkendaraan yang benar bagi perempuan.

Bisa menyiarkan beragam informasi kepada teman dan kolega memberikan kepuasaan tak terkira. Apalagi kalau informasi itu berkaitan dengan hal yang bisa diterapkan dalam keseharian.

Sinyal kencang yang ditawarkan teknologi 4G LTE membuat semangat untuk berbagi hal positif makin menyala. Toh sekarang segalanya menjadi lebih mudah dan murah. Kita tinggal merekam video atau klik fitur siaran langsung di media sosial, selanjutnya biarkan sinyal kencang 4G LTE yang melakukan tugasnya; membagi dan menyebar inspirasi ke seluruh negeri. 🙂

Inovasi digital dengan hadirnya layanan 4G LTE ini tak hanya berhasil menumbuhkan semangat berbagi dan saling menginspirasi. Banyak juga teman di dunia maya yang memanfaatkan teknologi ini untuk melebarkan sayap usaha mereka. Dari semula hanya berjualan secara offline, kini bisa merambah pasar yang lebih besar melalui bisnis online. Apalagi sekarang, dari tahun ke tahun, jumlah pengguna aktif media sosial semakin besar.

Menurut data yang dirilisv US Census Bureau serves America pada akhir 2016, pengguna media sosial aktif di Indonesia sudah mencapai 89 juta. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2017, lembaga riset pasar e-Marketer memperkirakan jumlah pengguna aktif internet bisa mencapai 110 juta.

Bersatu dalam KEBeragaman

KEBersamaan saat perayaan Ulang Tahun ke-4 KEB

Ada lagi hal luar biasa yang semakin saya rasakan sejak hadirnya teknologi 4G LTE, sinyal kencang no buffering. Sekarang jangkauan pertemanan menjadi semakin luas. Pertemanan di akun facebook maupun sosial media lainnya bertambah-tambah dalam kurun setahun terakhir.

Di dunia blogging pun juga begitu. Perkembangan teknologi komunikasi membuat kini jarak tak lagi berarti. Kita bisa terhubung dengan siapa saja dan dari mana saja. Bahkan dari daerah yang sebelumnya tak pernah dibayangkan. Membuat saya tak merasa asing dalam KEBeragaman.

Internet 4G LTE juga memberi kesempatan untuk selalu update dengan berbagai peristiwa terkini. Bila tak bisa hadir dalam suatu acara, kita masih tetap bisa merasakan gegap gempita suatu kegiatan melalui akun sosial media teman-teman yang hadir di sana.

Misalnya ketika tak bisa menghadiri acara perayaan ulang tahun Komunitas Emak Blogger kelima yang berlangsung di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Meski berada di Jakarta, dan terpisah ratusan kilometer dari tempat acara, toh saya tetap bisa merasakan suka cita dan kemeriahan acara melalui siaran langsung yang tayang di akun beberapa teman yang hadir di sana.

Sungguh. Kehadiran internet super kencang telah menyuguhkan kemewahan atas banyak hal dalam hidup. Menjangkau dunia tak bertepi. Menghubungkan jutaan hati. Membangkitkan semangat untuk terus berbagi informasi. Berbagi inspirasi dalam KEBeragaman yang ada.

Keep Writing

Keep Inspiring

***

 

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.