Lika-Liku Mencari Rumah Dijual di Jakarta

Kata orang mencari rumah dijual di Jakarta itu susah-susah gampang. Saya rasa ini benar. Kalau dicari dia sulit ditemukan, tapi pas lagi tak dicari eee muncul begitu saja di depan mata.

***

Sebelum akhirnya memilih membeli rumah di daerah penyangga Jakarta seperti sekarang  saya dan suami sempat hunting beberapa lokasi di Jakarta. Tentu saja kami sangat ingin punya kediaman tetap di Ibu Kota negara. Apa-apa akan mudah diakses.

Urusan sekolah anak-anak, fasilitas kesehatan, fasilitas hiburan, dan rekreasi semua yang nomor wahid tersedia di sini. Tapi ya itu, tak mudah memang menemukan rumah yang pas. Kalau rumah yang cocok di hati sih banyak, tapi tidak pas dengan budget.

Maklum deh temans, kalau boleh dibilang, kami ingin bisa membeli rumah dengan fasilitas dan akses yang bagus tetapi dengan budget yang minim, Helloww, di Jakarta mana ada rumah begitu. Harga tidak pernah bohong. Kalau mau yang bagus ya harga harus bagus. Hiksss.

Sebenarnya memang ada beberapa rumah yang harganya miring. Saya pernah ditawari 587rumah di daerah Menteng yang lumayan masuk kantong. Namun suami tak setuju. Alasannya rumah itu terletak di kawasan padat Menteng Sukabumi. Kata suami, nanti bagaimana pergaulan anak-anak kita.

Ah kalau dipikir-pikir sih benar juga. Kawasan ini sangat dekat dengan daerah Menteng Tenggulun, Manggarai yang langganan tawuran. Saya sendiri sering menyaksikan remaja yang nongkrong saban malam. Sambil mabuk-mabukan. Pergaulan remaja perempuan aduh jangan disebut.

Memang urusan pendidikan untuk anak ini pada akhirnya bergantung pendidikan di rumah. Namun pengaruh lingkungan juga sesuatu yang tak bisa dihindarkan. Suami menginginkan kami bisa punya rumah di daerah yang relatif nyaman dan ramah untuk keluarga. Paling tidak rumah yang punya halaman untuk anak-anak bermain sepeda.

Suatu kali kami juga pernah mencari rumah ke daerah Jakarta Timur. Rumahnya bagus, punya halaman. Eee ternyata surat menyuratnya tak lengkap. Ada juga rumah yang memenuhi semua kriteria tetapi tidak cocok di kantong. Hikss..

Mencari rumah di Jakarta memang punya seni tersendiri. Kata orang jodoh-jodohan. Buktinya, ketika saya dan suami mengeluhkan sulitnya mendapatkan hunian yang pas, seorang kerabat justru dapat membeli rumah dengan harga terjangkau di daerah Jakarta Pusat. Kondisinya juga cocok seperti yang kami inginkan.

Berdasarkan pengalaman saya dan suami mencari rumah di Jakarta, berikut beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan.

Pertimbangan sebelum membeli rumah

Seni mencari rumah idaman
  1. Surat Menyurat

Poin ini merupakan poin utama yang perlu jadi pertimbangan saat memilih rumah di Jakarta. Sebab, bukan rahasia lagi banyak rumah yang dibangun tanpa surat kepemilikan yang jelas. Hal ini diperlukan untuk menjamin rumah aman dan bebas dari penggusuran di kemudian hari. Kalaupun suatu saat tergusur paling tidak akan mendapat ganti rugi yang pantas dan sesuai dengan harga jual rumah ketika itu.

  1. Peruntukan lahan

Di Jakarta, beberapa daerah pemukiman justru berada di daerah yang peruntukannya bukan sebagai pemukiman. Misalnya perumahan yang berdiri di atas tanah yang diperuntukan untuk ruang terbuka hijau. Atau bukan tak mungkin tanah tersebut merupakan tanah milik negara. Karena itu sebelum membeli rumah tak ada salahnya bertanya atau melihat langsung ke kelurahan setempat mengenai peruntukan lahan di wilayah yang sedang kita incar.

  1. Fasilitas dan Akses

Fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi rumah incaran sangat perlu menjadi perhatian. Jangan sampai, setelah membeli rumah, justru kebingunan mencari fasilitas umum seperti fasilitas kesehatan dan sekolah. Di Jakarta biasanya urusan fasilitas ini sudah tak sulit ditemukan. Namun harus dipastikan bahwa fasilitas yang tersedia sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Selain dalam skala umum, fasilitas di sekitar lingkungan perumahan juga tak kalah penting. Misalnya adakah taman bermain anak di sekitar situ, adakah taman yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas seperti jogging di pagi atau sore hari. Selain itu juga perlu diperhatikan mengenai sistem keamanan yang berlaku. Apakah ada poskamling atau pos pengamanan di areal perumahan.

  1. Riwayat Banjir

Bukan hal baru lagi bila mendengar berita banjir di Jakarta. Hampir setiap tahun bencana ini selalu terjadi. Posisi Jakarta yang memang sudah berada di bawah permukaan laut membuat banjir tak bisa dielakkan. Belum lagi adanya sungai seperti Ciliwung yang bermuara di Teluk Jakarta.

Selama banjir, banyak kawasan pemukiman yang turut terendam. Namun tentu saja tak semua. Karena itu pastikan bahwa lokasi rumah yang akan dipilih terbebas dari banjir. Kalau pun terpaksa maksimal hanya genangan air ketika hujan, tetapi jangan sampai memilih rumah yang banjir.

  1. Manfaatkan Situs pencarian rumah.

Mencari rumah langsung dengan bergerilya dari satu daerah ke daerah lain memang membuka peluang lebih besar menemukan rumah idaman. Namun hal ini akan menguras energi. Untuk lebih efisien, kita bisa memanfaatkan berbagai situs penyedia informasi mengenai jual rumah di Jakarta.

Selain praktis, biasanya rumah yang dijual melalui situs kondisinya lebih baik dan memiliki surat-surat yang lengkap. Karena biasanya, penjual akan sangat berhati-hati untuk mempromosikan property yang akan dijual.

Itu dia beberapa pertimbangan yang perlu temans perhatikan saat mencari rumah dijual di Jakarta. Semoga ketemu ya dengan jodoh rumahnya. Mendapat rumah idaman, di lokasi favorit dan dengan harga yang sesuai di kantong. Yey!

5 Comments

Leave a Reply to Ranny Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *