Ketika Si Kecil Malas Makan

ketika-si-kecil-malas-makan

Halo Moms, apa kabar si kecil di rumah? Hal paling menyenangkan tentu saja ketika menyaksikan si kecil ceria dan sibuk ya. Apalagi kalau daya jelajahnya makin luas, mulai mengobrak-abrik rumah.

***

Nah di tengah kesibukannya akan dunia baru, pernahkah mengalami masa-masa sulit saat si kecil malas makan? Jangankan menyentuh, melihat makanan yang sudah disiapkan saja enggan. Apalagi kalau berlanjut pada gerakan mogok makan.

Hmm, saya tahu, rasanya pasti tidak menyenangkan sekali ya. Dunia serasa mau runtuh. Hihii. Yang ini lebay, abaikan.

Si kecil yang mulai malas makan biasanya memang membuat para orang tua khawatir. Saya sampai sekarang masih berjuang dengan si sulung Bintang yang makannya angin-anginan. Kadang mau, kadang tidak.

Kalau sedang kambuhnya, bisa ga makan seharian. Solusinya saya akan putar otak cari menu pengganti nasi seperti jagung dan roti. “Apapun deh yang penting ada yang masuk dalam perutnya.”

Sebenarnya, masalah susah makan ini biasa dialami sebagian besar anak. Gejala susah makan terjadi setelah 11-12 bulan dan seterusnya hingga usia 3 tahunan.

Si kecil yang tadinya lahap makan bisa saja mendadak susah makan. Hal ini biasanya membuat orang tua was-was apalagi kalau sampai berat badan si kecil tak naik atau malah turun. Padahal di usia ini anak justru perlu mendapat asupan gizi lebih banyak dibanding saat bayi.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan nafsu makan si kecil menurun?

penyebab-anak-susah-makan

Berdasarkan pengalaman, dan dari berbagi diskusi tentang tumbuh kembang si kecil yang saya ikuti, berikut beberapa penyebabnya.

  1. Belum lapar

Sesuai anjuran dokter dan bidan, anak punya jadwal makan yang ketat yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan. Nah, bisa jadi ketika waktu makan kedua tiba, si kecil masih merasa kenyang karena sudah diberi makanan selingan. Hal ini bisa terjadi karena porsi yang diberikan terlalu besar melebihi kebutuhan si kecil.

Iya sih Moms, kalau dipikir kita para orang dewasa juga sering mengalami hal ini ya. Kekenyangan karena kebanyakan makan camilan, akhirnya jadwal makan besar lewat deh.

Selain karena makanan selingan, bisa jadi juga karena si kecil sudah kekenyangan dengan tambahan susu yang diberikan di siang hari. Padahal, ketika si kecil sudah masuk fase makan, jumlah susu yang diberikan harusnya lebih dikurangi.  Di atas 1 tahun, susu bukan makanan utama lagi untuk anak

  1. Ingin variasi rasa

Si kecil khususnya yang sudah dua tahun ke atas, biasanya sudah punya kemauan terhadap rasa. Karena itu mereka mudah sekali bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja. Pada usia di atas 18 bulan, si kecil biasanya juga sudah punya kecenderungan terhadap suatu rasa. Ia akan tertarik dengan rasa tertentu dan bisa saja tidak suka dengan rasa lainnya. Karena itu Moms harus lebih peka dengan kebiasaan makan si kecil. Jangan sampai justru Moms lebih sering memberikan menu yang tidak disukai mereka.

  1. Bosan dengan makan tertentu

Salah satu PR bagi para Moms adalah memberikan variasi makanan pada si kecil. Hal ini untuk menghindari rasa bosan dan jenuh si kecil pada menu tertentu. Moms bisa saja memberikan bahan dasar makanan yang sama, tetapi dengan variasi bentuk dan penyajian yang berbeda.

  1. Cari Perhatian

Upss, yang ini serius lho Moms. Si kecil juga biasanya mulai suka mencari perhatian. Salah satunya ia salurkan lewat makan. Misalnya saat si kecil menolak makan dengan Mommy tetapi mau kalau disuapi oleh Daddy atau Nanny. Hal ini wajar mengingat usia si kecil yang memang sedang suka dengan perhatian. Karena itu saat memberi makan, Moms bisa menyiasati dengan memberikan pujian dan tepuk tangan bila ia mau menyuap.

  1. Berkembangnya sikap negativistic

Pada sebagian besar batita, biasanya akan muncul sikap penolakan terhadap rutinitas sehari-hari. Inilah yang disebut dengan sikap negativistik. Ia biasanya akan menolak semua perintah dari orang tua termasuk makan. Nah bila hal ini terjadi, maka pendekatan persuasif adalah jalan yang harus dipilih.

Moms sebaiknya tidak memaksa si kecil untuk makan. Justru sikap pemaksaan yang kita lakukan membuat sikap negativistic si kecil makin besar. Ajaklah ia berbicara dan berikan pemahaman bahwa urusan makan bukanlah hal yang perlu ia tolak karena penuh dengan kesenangan.

Caranya bisa dengan mengajak si kecil makan sambil bermain peran. Misalnya dengan si kecil berpura-pura kehabisan bensin dan kita menyediakan bensin berupa nasi. Cara ini sering saya lakukan dengan si sulung. Atau kami juga sering bermain pesawat-pesawatan.

  1. Sakit

Sikap malas makan pada si kecil juga bisa terjadi karena gejala medis. Bisa jadi si kecil memang dalam kondisi tidak fit sehingga nafsu makannya berkurang. Moms harus perhatikan apabila sikap malas makan si kecil diikuti dengan lemas, diare atau badan menjadi panas. Salah satu indicator yang bisa diperhatikan untuk memastikan kesehatan si kecil adalah apakah ia masih riang dan ceria seperti biasa. Kalau si kecil lebih banyak diam, maka tak ada salahnya memeriksakan si kecil ke dokter.

 

Bagaimana bila si kecil malas makan berketerusan?

malas-makan

 

Nah. Ini dia yang biasanya bikin keki ya Moms. Kalau ternyata si kecil malah kebablasan malas makan. Aktivitas tetap seperti biasa, menjelajah ke sana dan ke mari ee tetapi giliran makan langsung deh malas-malasan.

Bila hal ini terjadi tentu saja Moms akan putar otak tujuh keliling. Mulai belajar aneka variasi menu untuk si kecil agar ia tidak bosan. Selain variasi menu juga variasi bentuk dan penyajian. Dan hebatnya, di sinilah biasanya kreativitas tanpa batas akan muncul ya.

Misal Moms bisa mengkreasikan menu nasi goreng atau nasi menjadi berbagai macam bentuk makanan. Seperti Nasi Goreng Selimut Panda. Nasinya disajikan seperti panda lalu diselimuti dengan telur dadar. Hihii, ini sih menu sederhana ala saya. Moms tentu punya kreativitas tanpa batas lainnya.

Selain kreasi makanan, tak ada salahnya juga Moms memberika suplemen pertumbuhan anak. Salah satu yang bisa jadi pilihan adalah Madu Grow n Health, Madu Suplemen Pertumbuhan Anak. Tapi Moms harus pastikan bahwa tambahan suplemen madu hanya diberikan setelah si kecil berusia di atas 1 tahun atau setelah saluran pencernaan si kecil matang.

Pemberian madu dengan segala turunannya pada bayi di bawa 1 tahun tidak dianjurkan karena saluran cerna bayi di bawah 1 tahun belum memiliki intensitas asam yang cukup dalam sistem pencernaan untuk menangkis racun Bakteri Clostrium Botulinum. Namun ketika saluran pencernaan si kecil sudah baik, madu justru bisa memberikan beragam khasiat.

Kenapa pilih Madu Grow n Health?

manfaat-grow-n-health
sumber : grownhealth.org

 

Seperti sebelumnya sudah dibahas, ketika usia si kecil sudah lewat 1 tahun, pemberian madu bisa bermanfaat banyak untuk si kecil. Pada usia di atas 1 tahun, saluran cerna si kecil sudah matang sehingga bakteri tak busa tumbuh dan berkembang lagi di sana. Tapi pastikan bahwa madu yang diberikan adalah madu khusus untuk anak yang sudah diracik khusus seperti Grow n Health.

Madu Grow n Health juga terbuat dari madu organik yang tak memiliki kandungan bahan kimia seperti yang terdapat pada jenis non-organik. Dengan begitu kandungan gizinya lebih terjaga dan aman untuk dikonsumsi. Selain organik, Madu Grow n Health juga terbuat dari bahan yang halal.

Komposisi Grow n Health:

  1. Madu Alami : membantu proses pertumbuhan dan menambah kekebalan tubuh
  2. Ekstrak Kulit Manggis: menambah kekebalan tubuh anak
  3. Ekstrak Temulawak: membuat anak lahap makan dan menjaga fungsi hati
  4. Ekstrak Ikan Gabus yang mengandung albumin: membantu anak semakin cerdas dan meningkatkan kekebalan tubuh anak

Saya pertama kali mengenal Madu Grow n Health ini dari seorang sahabat, seorang Ibu Hebat, Mba Ika Mitayani. Menurut Mba Ika, Madu Grow n Health ini punya khasiat yang banyak untuk tumbuh si kecil. Awalnya sempat ragu karena saya belum pernah memberikan si kecil madu. Namun setelah dicoba hasilnya cukup memuaskan.

Madu Grow n Health tak hanya membuat nafsu makan si kecil bertambah  namun juga bisa menjaga berat badan si kecil. Kandungan bahan alami yang terdapat di dalamnya juga bisa menjaga daya tahan tubuh si kecil sehingga tak mudah sakit. Madu Grow n Health juga bisa menjaga dan meningkatkan konsentrasi si kecil dan mengurangi kebiasaan mengompol.

Karena terbuat dari bahan alami, penggunaan madu Grow n Health juga tak sulit. Aturan pakainya cukup dengan meminum 3×2 sendok teh setiap hari, sebelum makan dan sebelum tidur.

 

hilang-nafsu-makan
cara pemesanan Grow n Health

 

Kabar baiknya, Madu Grow n Health ini kini sudah bisa dipesan secara online. Moms tidak perlu khawatir karena selain halal, madu yang kaya khasiat ini sudah memiliki izin P-IRT : 20 93 4040 11 776-21. Harganya juga terjangkau, dibanderol Rp 75 ribu per botol dengan ukuran 200 ml.

Bila Moms ingin mencoba dan memberikan pada si kecil, sekarang Grow n Health melayani pengiriman ke seluruh Indonesia. Moms cukup menghubungi CS Grow n Health pada nomor What Apps 0878 344 64 222 dan BBM : D29550E4.

Oya, biar mendapat keuntungan lebih, Moms bisa lho mendapatkan diskon tambahan 10 % persen. Caranya saat pemesanan Moms tinggal sebutkan kodenya KBGNH28. Dengan menggunakan kode ini, Moms bisa dapat potongan untuk setiap pembelian. Jadi kodenya bisa dipakai berulang.

Bila Moms ingin tahu lebih lanjut mengenai Madu Grow n Health ini, Moms bisa stalking langsung ke akun sosial media mereka. Semangat selalu ya Moms.

Web: www.grownhealth.org
Twitter: @grownhealth
IG: @grownhealth
Fanspage: grownhealth

 

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.