Sering Bangun Tengah Malam? Awas Apnea Tidur Mengintai

mengenali-apnea-tidur

Hai temans, bagaimana kabarnya. Akhir tahun biasanya aktivitas menjadi makin padat ya. Setelah itu baru deh senang-senang mengabiskan liburan akhir tahun. Asyik. 🙂

***

Nah, meski sibuk kesehatan tetap harus nomor satu ya temans. Kali ini DuniaBiza mau bagi info tentang kesehatan. Seputar keseharian yang  mungkin selama ini temans anggap biasa namun sebenarnya adalah bom waktu untuk kesehatan kita.

Apakah belakangan temans merasa tidur tidak tenang dan sering terbangun tengah malam?  Bila iya, jangan abaikan ya. Karena bisa jadi, temans menderita penyakit yang dikenal dengan nama “Apnea Tidur”. Eh apalagi tuh Apnea Tidur. Jarang dengar ya…? Ngaku aja deh. J

Jadi Apnea Tidur ini sebenarnya bukanlah penyakit langka. Banyak orang mengalaminya, namun mereka tidak sadar. Biasanya orang-orang menganggap bahwa gejala-gejalanya adalah hal yang normal, sehingga enggan memeriksakan diri ke dokter.

Di Amerika saja, ada 20 juta warganya yang menderita apnea tidur. Dan sebanyak 90 persen dari jumlah itu tidak terdiagnosa. Bahayanya, menurut survei, para penderita apnea tidur memiliki resiko dua kali lebih besar mengalami kecelakaan dan meninggal saat kejadian. Selain itu, penderita apnea tidur juga beresiko 30 persen lebih tinggi meninggal akibat serangan jantung.

Wih… ternyata ngeri juga ya. Bisa seburuk itu akibatnya. Makanya, kalau temans memang mengalami susah tidur jangan dianggap sepele. Biar makin gamblang, apa sih gejalanya Apnea tidur ini?

Berikut 5 gejala Apnea Tidur yang perlu temans ketahui

  • Mendengkur berlebihan dan persisten

Dengkuran yang terlalu keras dan sangat menganggu merupakan tanda pertama dari apnea tidur. Dengkuran ini muncul karena saluran pernapasan tersumbat. Namun, mereka yang mendengkur belum tentu menderita apnea tidur.

  • Selalu merasa lelah

Apakah temans sering merasa lelah, meskipun sudah tidur atau beristirahat cukup lama? Sulit untuk tetap terjaga, saat menyetir, membaca, atau mendengarkan orang lain. Kelelahan kronis adaah salah satu gejala umum apnea tidur.

Penderita apnea tidur sering merasa lelah
Penderita apnea tidur sering merasa lelah
  • Seringkali bangun tengah malam

Jika temans terbangun karena merasa ingin buang air kecil dan terjadi berkali-kali di malam hari, ini bisa jadi gejala apnea tidur. Manusia dapat bertahan tujuh jam tanpa buang air kecil, sedangkan mereka penderita apnea tidur peru bangun 5 – 6 kali untuk berkemih.

  • Sakit kepala di pagi hari

Gejala satu ini paling mudah mendeteksinya nih. Apakah temans sering bangun dengan kepala sakit? Bila iya, itu bisa jadi tanda apnea tidur. Penderita penyakit ini mengaku mengalami sakit kepala parah yang sangat menusuk. Ini terjadi karena jumlah karbondioksida yang tinggi pada aliran darah, sehingga kadar oksigen dalam darah menurun drastis.

  • Bangun dengan bibir kering atau tenggorokan sakit

Karena penderita apnea tidur kesulitan bernapas saat terlelap, mereka berusaha bernapas lewat mulut tanpa sadar. Kondisi ini yang menyebabkan bibir kering dan tenggorokan sakit.

So itu dia temans gejalanya. Bagaimana bila ternyata temans memiliki dua, tiga atau bahkan lima gejala tadi? Bila memang begitu, maka temans sebaiknya segera menemui dokter untuk menjalani tes gangguan tidur.

Tes gangguan tidur ini disebut polisomnogram, tes ini tersedia di pusat gangguan tidur tapi dapat dilakukan dengan mudah di rumah sendiri.

Tes lain yang dilakukan dokter untuk memperkuat diagnosa  antara lain:

  • Elektroencefalogram – mengukur kegiatan gelombang otak
  • Elektromiogram – merekam kegiatan otot untuk mengenali REM tidur dan memastikan apakah pasien mengalami gesekan gigi atau kedutan wajah yang disengaja
  • Elektro-okulogram – merekam gerakan mata
  • Electrocardiogram – mengamati denyut jantung dan irama jantung
  • Mikrofon dengkuran – merekam kegiatan dengkuran
  • Sensor aliran udara – merekam aliran udara saat tidur

Apabila dokter sudah memastikan bahwa temans menderita apnea tidur, maka beberapa pilihan pengobatan akan dijelaskan. Pengobatan yang tersedia antarai lain CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), pengunaan perangkat gigi atau corong saat tidur, pengunaan pernapasan inspire, sampai pembedahan mungkin dilakukan.

Hmm, so itu dia temans. Jadi mulai sekarang jangan anggap remeh ya kalau ternyata temans punya gejala suka bangun tengah malam. Semoga kita selalu diberi kesembuhan ya. Amin…. 🙂

9 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.