Cara Mudah Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

 

 

Temans, adakah di antara temans yang sudah resign tapi belum mengurus pencairan Jaminan Hari Tua dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenegakerjaan? Kalau ada yuk merapat sini. Sekalian saya dapat temennya…

Yup. Setelah hampir setahun menepi dari dunia kerja, saya bahkan hampir lupa urusan JHT ini. Padahal JHT ini merupakan hak kita lho. JHT berasal dari uang kita sendiri yang dipotong dari gaji setiap bulan plus subsidi dari perusahaan tempat dulu bekerja untuk bekal hidup setelah pensiun. Niatnya sih memang buat hari tua, tapi bisa juga dipakai setelah mengundurkan diri atau resign dan tak berstatus pekerja lagi.

Apalagi sekarang pemerintah telah membuka kesempatan bagi pekerja yang resign untuk bisa segera mencairkan tabungan JHT yang dulu dikenal dengan Jamsostek, yaitu satu bulan setelah resign. Kalau dipikir-pikir, aturan baru ini memang sangat membantu buat dana darurat pasca resign.

Dan ternyata teman, aturan ini banyak memmbantu pekerja yang resign. Sejak aturan dikeluarkan, sekarang antrian di cabang-cabang BPJS Ketenagakerjaan terus membludak.

Bila dulu biasanya setiap bulan BPJS Ketenagakerjaan memproses pencairan klaim tabungan hari tua pekerja itu 80.000 orang setiap bulan. Maka sejak Peraturan Pemerintah No. 60/2015 tentang perubahan Penyelenggaraan Jaminan Hari Tua (JHT), diberlakukan, pekerja yang meminta tabungannya dikembalikan bisa mencapai 250.000 orang setiap bulannya. Atau dengan kata lain melonjak tiga kali lipat dari biasanya.

Bagaimana Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan?

jaminan-hari-tuaKalau mikir panjangnya antrian jadi malas ya temans untuk mengurus JHT ini.  Apa ada cara lain untuk mencairkan JHT di BPJS Ketenagakerjaan ini? Jawabannya ada! Sebenarnya peserta yang hendak mencairkan Jaminan Hari Tua tak harus datang langsung ke BPJS Ketenagakerjaan.

Pendaftaran awal juga dapat dilakukan secara elektronik. Atau bisa juga dilakukan di bank yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan sehingga tidak perlu antri terlalu panjang. Setidaknya ada tiga cara yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan mencairkan JHT ini;

  1. Datang Langsung ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat

Ini merupakan model yang paling lumrah. Untuk mencairkan dana JHT pekerja cukup datang ke cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Cara ini mencapai 99% model pencairan yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan saat ini.

Pencairan dapat dilakukan di cabang mana saja di seluruh Indonesia. Jadi tak harus sesuai dengan lokasi kantor tempat dahulu bekerja. Setelah mengisi formulir, temans perlu melampirkan syarat yang diminta. Bila sudah lolos verifikasi keabsahan data, maka uang JHT akan dikembalikan melalui transfer ke dalam rekening.

Kelemahan cara ini, sejak pemerintah mengizinkan pencairan JHT satu bulan setelah resign maka antrian di cabang-cabang BPJS Ketenagakerjaan lumayan panjang. Banyak peserta yang datang waktu subuh hari.

 

  1. Gunakan Eklaim BPJS Ketenagakerjaan

Cara ini relatif memudahkan. Peserta yang ingin mencairkan JHT cukup mengirimkan seluruh syarat yang dibutuhkan melalui attachnya di aplikasi e-klaim. Oh ya, walau sistem ini dilakukan melalui internet namun layanan yang diberikan masih office hour.

E-klaim BPJS Ketenagakerjaan hanya melayani pada hari kerja jam kerja. Selain itu kecepatan persetujuan juga berbeda-beda antar wilayah. Ini dikarenakan persetujuan dilakukan oleh masing-masing cabang.

Layanan elektronik ini dapat diakses melalui laman https://eklaim.bpjsketenagakerjaan.go.id/ . Setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap