Dua Sisi Make up Artis Yonna Kairupan, Beauty vs Zombie

Make Up Artist Yonna Kairupan

Inilah yang saya sebut keajaiban dan kekuatan networking. Kita tidak pernah tahu akan bertemu dan berinteraksi dengan siapa di suatu komunitas. Tetapi yang pasti berkomunitas akan mendekatkan kita pada banyak hal, dunia baru dan tentu saja teman baru. Begitu juga ketika saya akhirnya berteman dan berkenalan dengan satu dari sedikit orang dengan bakat spesial, yaitu Mba Yonna Kairupan.

Perkenalan kami terjadi ketika sama-sama tergabung di arisan link Blogger Perempuan. Lalu saya mulai mengikuti percakapan dan aktivitas Mba Yonna di grup telegram. Sampai akhirnya bertemu langsung di workshop Fun Blogging 11. Serunya, kami duduk berdampingan. Karena sudah beberapa kali berinteraksi di dunia maya jadi pas ketemu di dunia nyata langsung asyik.

Obrolan pertama kami tak jauh-jauh dari dunianya Mba Yonna, dunia make up. Kebetulan beberapa hari sebelum kami bertemu, Mba Yonna baru saja menjadi tamu dan narasumber sebuah talkshow di salah satu stasiun televisi. Selain jadi narasumber, di acara itu Mba Yonna juga diminta untuk memake up dan memberi spesial effect dengan tema hantu pada beberapa kru stasiun televisi itu. And temans, you know what?

Dengam santai ia cekikikan menceritakan betapa antusiasnya para kru ketika mendapat polesan kuasnya. “Padahal kan itu sederhana aja, gue cuma kasih beberapa sentuhan saja. Lagian membuat spesial effect kunti dan pocong ala hantu Indonesia itu paling mudah.”

What??? Sederhana dan paling mudah?? Hahaa, iya sih. Kalau yang bikin saya pasti susah. Tapi di tangan seorang Yonna Kairupan, membuat spesial effect hantu dan zombie itu memang pekerjaan mudah. Dengan lincah kuas dan peralatan makeup akan menari-nari indah di tangan Mba Yonna. Itulah kenapa ia menjadi satu dari sedikit make up artis ngehits. Selain beauty make up ia juga menguasai makeup karakter atau biasa dikenal dengan special effect.

Yonna Kairupan dan Dunia Make Up

Yonna Kairupan and make up
Yonna Kairupan and make up

Ia bertangan dingin kalau sudah memegang make up. Urusan beauty, baginya adalah perkara mudah. Iya saya bilang mudah lantaran bagi Mba Yonna, urusan make up itu seperti kucing tidur. Sambil santai saja udah jadi.

Bila orang kebanyakan butuh waktu lebih setengah jam untuk bisa berdandan full make up, dengan Mba Yonna tak perlu waktu sebanyak itu.

Tak percaya? Coba saja lihat channel you tube miliknya. Ada banyak tutorial make up di sana. Di tangan Mba Yonna, wajah yang semula biasa saja bisa tampil kinclong. Itulah kenapa kliennya dari hari ke hari terus bertambah. Tak hanya artis tetapi juga Ibu pejabat.

Bagi Mba Yonna, urusan make up dan beauty ini bukanlah barang baru. Ia sudah senang dan tertarik dengan cemong make up sejak kecil. Ketika teman-temannya bermain di taman dengan wajah polos, ia sering nimbrung dengan muka penuh riasan. Dan kesenangan akan riasan  ini terus diasah Mba Yonnna hingga besar. Ia tak takut dimarahi Ibu lantaran membuat peralatan make up berantakan.

“ Dari kecil udah punya pemikiran, I can do everything that everybody can do. Jadi saya selalu memandang diri saya bisa aja ngelakuin sesuatu, kalau saya mau.”

 

Sentuhan Make up Yonna Kairupan
hasil sentuhan make up Mba Yonna Kairupan

Bakat merias Mba Yonna makin terasah ketika ia bersekolah di SMA 70 Jakarta yang memang terkenal dengan berbagai kegiatan ekstrakurikulernya. Ia menjadi salah satu ‘pentolan’ grup tari dan koreografer SMAN 70. Tim seni ini sekaligus menjadi ladang segar bagi Mba Yonna untuk mulai mempraktekkan riasan pada teman-teman. Apalagi ia juga sering ikutan jadi penari daerah untuk acara kawinan.

Masa kuliah menjadi golden momen dunia make up Yonna. Alasannya, itulah kali pertama ia dengan bebas melenggang ke mana-mana dengan full riasan di wajah. Tak hanya mukanya saja yang kebagian sapuan kuas make up, teman-teman pun kecipratan. Baginya, memberi riasan pada teman adalah berkah tersendiri karena ia bisa terus berlatih memoles.

Dan tahukah temans, pergaulan dan keluwesan Mba Yonna ketika kuliah membuat ia mulai mengenal artis dan manajemen artis. Uppss, tapi ini ceritanya bukan karena make up. Persentuhan ia dengan dunia keartisan awalnya lantaran aktivitas barunya sebagai penyanyi di beberapa kafe. Suaranya yang bertenaga membuat ia dilirik bahkan pernah diajak masuk dapur rekaman.

“Waktu itu ada Anang dan KD, ada dari Warner Music. Saya tolak. Karena saya merasa saya adalah stage person, saya belum mau rekaman. Yang dudulnya, tawaran dari Maia untuk jadi partnernya di Ratu pun saya tolak. Eeehh nggak taunya itu duo malah jadi ngetop banget yaakk…. Ahahhaha”

Ketika masYonna Kairupan dan Erik Kairupanih aktif menyanyi di kafe inilah ia bertemu dengan Erik Kauripan yang kemudian menjadi suaminya. Setahun menikah, dengan Erik ia mulai mengalami spritual journey, sampai akhirnya memutuskan berhenti dari dunia nyanyi.

Eitss, hanya dari dunia nyanyi ya teman. Untuk dunia make up, ia tetap menaruh atensi bahkan ketika sudah bekerja di redaksi Majalah TEMPO English.

Tahun 2013 menjadi tahun spesial untuk Mba Yonna. Dua hal besar terjadi di sini. Pertama ia berhenti total dari Majalah Tempo dan fulltime mengerjakan bisnis Oriflame. Di Oriflame kemampuan make up Yonna kembali menonjol karena ia sering memberi materi dan kursus make up di sini.

Tahun ini pula ia mengembangkan kemampuan poles memolesnya dari tak sekadar beauty tetapi mulai bersingguhan dengan make up karakter/ special effect. Sisi lain dunia Make up yang kemudian makin melejitkan nama Yonna Kauripan di belantara Make Up Artist Nasional.

Sentuhan Tangan Dingin

proses kreatif make up zombie yonna kairupan
proses kreatif make up zombie yonna kairupan

Semakin sering berada di belakang panggung memolesi para artis untuk sebuah pertunjukan, membuat Mba Yonna mulai berpikir untuk menemukan hal baru. Sejak 2013, ia mulai mendalami make up karakter.

Kemampuan menuangkan ide zombie, vampir, dan karakter seram lain ia asah dengan terus mencurahkan imajinasinya pada sapuan kuas. Seperti halnya make up beauty, make up karakter juga ia pelajari secara otodidak.

Eitss tapi tahukah temans, ternyata mempraktekkan spesial effect make up pada awalnya bagi Mba Yonna bukan urusan mudah. Meski sudah sering memperhatikan ia masih ragu menuangkannya dalam make up.

“Belum mau praktek. Karena aku orangnya jijikan.. males kotor2an.. dan males beresinnya.”

Namun, rasa jijik dan sungkan itu mau tak mau harus ditepis Mba Yonna ketika suami menceburkannya lebih jauh dalam dunia special effect  make up. Eric Kairupan yang merupakan founder KompiZombie (Komunitas Penggemar Film Zombie) dan spokesperson IZoC (Indonesian Zombie Club) memintanya untuk mengkoordinir divisi makeup di kedua komunitas itu. Suami yakin dengan masuknya Mba Yonna, akan ada pembenahan besar-besaran di dunia komunitas itu.

“Dari situ deh terpaksa turun tangan dan mulai praktekin apa yang ada di kepala. Awalnya ya Zombie jadinya. Itupun  makeup-in kudu pake sarung tangan bedah supaya tangannya nggak kotor.. dan abis itu langsung buang.,” ujar Mba Yonna sembari mengirim ikon nyengir kuda.

Dari keterpaksaan itulah ia terus berkembang dan kini menjadi the most popular special effect makeup artist di Indonesia. Hihi, iya titel ini saya yang lekatkan. Tapi ga sembarangan lho temans. You know why, karena sejak jadi Special Effect Make up artist order Mba Yonna makin bertambah. Ia pun kini makin sering tampil di depan panggung sebagai narasumber.

Semua stasiun TV besar di Indonesia sudah pernah menggunakan jasanya. Mba Yonna bersama suami bahkan kini menjadi official partner Fox Network Group untuk promosi The Walking Dead Indonesia sejak season 2 – 6. Semoga berlanjut di season 7 ya Mba. 🙂

The Dead Prison and Break up The Limit

Make up zombie yonna kairupan
Yonna Kairupan di antara model zombie hasil sentuhan tangannya

Beberapa waktu terakhir, kemampuan Mba Yonna dalam melahirkan special effect make up menemukan wadah baru. Ia bersama suami baru saja meluncurkan wahana Zombie pertama di Indonesia.

Dead Prison berlokasi di Mall of Indonesia dan dibuka hingga 31 Juli mendatang. Tema Dead Prison dipilih untuk mengekspresikan kesenangan suami dengan season 3 The Walking Dad yang menceritakan kehidupan para survivor di penjara.

Setelah di Mall of Indonesia, rencananya wahana Zombie ini akan roadshow dari Mall ke Mall. Mulanya Jakarta, tapi Mba Yonna juga ingin nanti bakal dibuka di luar kota. Selain sebagai wahana ekspresi para komunitas Zombie, ia ingin kehadiran Dead Prison memberi sentuhan baru dalam dunia Special Effect di Indonesia.

Yes, Mba Yonna mengakui selama ini ia ‘gemes’ melihat perkembangan special effect Indonesia yang tercermin dari berbagi sinetron. Namun, Yonna yakin salah satu yang membuat hasil special Effect beberapa sinetron belum memadai lantaran bahan baku make up yang terbatas.

“Sebetulnya orang-orang kreatif di Indonesia itu banyak. Tapi aku tahu pasti, mereka pasti sama kayak aku, kami kepentok di bahan-bahan dasarnya aja. “

 

Dead Prison, Wahana Tematik Zombie pertama di Indonesia
Dead Prison, Wahana Tematik Zombie pertama di Indonesia

Menurut Mba Yonna, kalau di luar negeri bahan-bahan dasar make up karakter  lebih mudah didapat. Untuk menutupi kekurangan bahan, ia punya jurus. Ia mengantisipasinya dengan membuat beberapa bahan dasar sendiri. Misalnya fake blood yang edible (aman dikonsumsi) yang 99 persen looks like real, bruise coloring.
Kini, sembari mengembangkan bakat di dunia Spesial Effect Make Up, Mba Yonna ingin punya kesempatan menggali langsung dunia barunya dengan belajar ke pusatnya orang-orang gila berkumpul.

“Which is di Amerika. Tapi belum memungkinkan sekarang, karena masih terikat dengan urusan anak-anak. Someday I will. I have to. I know Allah will give me a way.”

Sekembalinya dari Amerika, Mba Yonna ingin menularkan ilmu dan pengetahuannya melalui workshop dan seminar. Ia juga ingin makin terlibat aktif ‘membenahi’ SFX makeup di dunia cinema Indonesia.

Yonna Kairupan dan Dunia Blog

yonna Kairupan and family
yonna Kairupan and family

Sibuk di dunia make up, Mba Yonna ternyata masih menyempatkan waktu untuk ngeblog. Sebagai make up artis ia memanfaatkan blog untuk promosi dan menggaet klien. Ada beberapa blog yang ia kelola.

Pada blog www.thekairupan.com ia menumpahkan curahan hatinya mengenai tumbuh kembang empat putra putrinya. Beberapa cerita misalnya ketika ia harus melepas si sulung liburan sendiri. Kegalauan hatinya ia tulis dalam blogpost Melepas Anak Remaja Travelling Sendiri, Kenapa Gue Harus Mewek. Juga ada blogpost Cara Mendidik Anak Berempati.

Nah kalau mau tahu dan belajar soal beauty, blog www.yonnaandmakeup.com punya jawabannya. Di sini temans akan menemukan berbagai tutorial dan tips soal kecantikan. So, yang mau tahu lebih jauh silakan cuss langsung ke blog Mba Yonna. Bila kurang puas bisa kontak dia di akun sosialnya ya.

Sekian dulu posting tentang teman baru kali ini. Panjang ya temans.. Haha, sebetulnya masih banyak cerita yang mau saya curahkan tentang Mba Yonna. Semula juga mau bahas soal Mba Yonna dan keluarga. Saya sukaaaaa sekali melihat kehangatan Mba Yonna and Family yang tercermin di foto-foto yang diunggah Mba Yonna di akun facebook. Tapi apa daya, Hayati lelah Bang…, Hihiii, semoga lain waktu kesampaian mengulasnya.

 

 

 

30 Comments

Leave a Reply to Uci Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *