Berwisata Keluarga ke Studio Alam TVRI Depok

Tempat Wisata Depok Studio Alam TVRI

Halo, apa kabar. Kali ini asyiknya bahas yang segar-segar ya. Ini tentang cerita keseruan kami  akhir pekan lalu.

Meski sedang puasa bukan berarti aktivitas jalan-jalan sekeluarga berhenti ya.  Malah jadi tambah asyik karena puasa jadi ga berasa, e tau-tau sudah mau buka aja. 🙂

Perjalanan kami Sabtu lalu ga jauh kok, masih di sekitaran Depok. Tapi jangan salah, meski dekat,  auranya seperti sedang pergi ke mana gitu. Ada deretan pohon pinus, hamparan rumput, pemandangan danau, dan bangunan unik. Kami tepatnya jalan-jalan ke Studio Alam TVRI yang berlokasi di Depok.

Yang tinggal di Depok coba ngacung, siapa yang sudah pernah ke Studio Alam TVRI. Saya pun baru sekali ini ke sana, padahal sudah setahun tinggal di Depok.

Jadi awalnya saya ingin mengajak Azizah bermain sekaligus latihan jalan di rumput. Mulailah pencarian ke internet mengenai beberapa taman main bermain di Depok.

Biasanya kalau mau main ke taman kami berakhir di Universitas Indonesia atau ke Lembah Gurame. Nah ketemulah kami dengan Studio Alam TVRI ini. Setelah melihat di google map ternyata lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, maka jadilah kami meluncur ke sana.

Di mana Studio Alam TVRI berada?

lokasi studio alam tvri depokStudio Alam TVRI ini terletak tak jauh dari Grand Depok City. Ada dua altenatif jalan yaitu melalui Jalan Tole Iskandar atau melalui GDC. Dari jalan Margonda Raya jaraknya kurang lebih 9 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Deket kan? 🙂

Bila berangkat lewat Tole Iskandar, terus ikuti sampai bertemu jalan Raden Saleh lalu berbelok ke kanan. Tak lama akan kelihatan gerbang Situ Sukmajaya. Nah simpang menuju Studio Alam TVRI itu berada beberapa meter setelah gerbang Situ Sukmajaya. Nanti pas pertigaan ada plank sebagai penunjuk arah.

Bila berangkat melalui jalur GDC, ambil saja jalan lurus. Sampai akhirnya mentok menyusuri jalan kampung. Begitu sampai jalan raya ambil belok kiri sampai ketemu pertigaan yang ada plank Studio Alam TVRI.

Dari pertigaan tak berapa lama kita akan sampai di gerbang utama. Untuk masuk studio alam pengunjung akan dikenakan tarif Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Setelah itu sampai deh kita di lokasi.

Studio Alam TVRI

Suasana hijau dan asri langsung menyambut kedatangan. Ditambah dengan dua patung kameramen di mulut jalan utama membuat kesan studionya makin berasa.

Landskap studio alam ini ternyata sudah dibangun sejak 1980 untuk menunjang kebutuhan shooting film dengan tatar alam yang di produksi oleh TVRI. Luasnya mencapai 20 hektar. Juga ada hutan mini. Di masa TVRI jaya dulu, lokasi ini ngehits banget buat shooting. Kawasan Studio Alam TVRI dibuka untuk umum sejak 2001.

Oya, lokasi studio Alam TVRI ini juga dapat ditempuh dengan jalur angkutan umum. Dari terminal Depok pengunjung dapat menggunakan Angkot D.06 berhenti di Jalan Raden Saleh lalu melanjutkan perjalanan menggunakan ojek untuk menuju Situ Studio alam TVRI. Selain itu dari terminal Depok dapat menggunakan angkot D.09 yang langsung turun tepat di gerbang masuk Studio Alam TVRI.

Ada apa di Studio Alam TVRI?

Fasilitas di Studio Alam TVRI
beberapa spot foto di Studio Alam TVRI

Begitu sampai di studio kami tak langsung parkir. Kami berkeliling dulu ke belakang, melihat-lihat pemandangan di dalam. Ternyata di dalam ada beberapa bangunan rumah tradisional. Ada rumah panggung dan juga joglo.

Pepohonan yang rindang membuat suasanya menjadi asri. Selain itu juga ada lapangan bulu tangkis. Sepertinya cocok juga buat olahraga sore.

Berdasarkan beberapa referensi di studio alam ini juga ada kuda. Sayangnya waktu kami sampai kudanya tak kelihatan. Mungkin karena puasa atau kudanya lagi bobok siang. Malah bukannya melihat kuda, kami hanya kebagian mencium kotoran kuda yang berserakan di jalan. Âh, bagian ini agak disayangkan juga ya, andai kotoran itu dibersihkan oleh pengelola.

Untungnya drama kotoran ini tak berlangsung lama. Pemandangan yang hijau membuat mood kami tak terlalu terganggu. Kami lanjut berkeliling. Di bagian tengah, ada tempat pertemuan outdoor.

Setelah berkeliling kami pun memilih hamparan rumput yang datar untuk bermain. Lokasinya enak, di pinggir danau. Jadi sambil melihat Daddy dan Bintang bermain saya bisa duduk manis. 🙂

Bintang dan Daddy bermain di studio alam TVRI
Bintang dan Daddy bermain di studio alam TVRI

Bintang dan Azizah di Studio Alam TVRI

Tak berapa lama duduk, Azizah yang sejak pertama datang tidur akhirnya bangun. Ia tak sabar untuk segera bermain di rumput.

Sayangnya Azizah tak mau diajak jalan. Maunya merangkak saja. Jadinya gagal deh proyek latihan jalan sore itu. Padahal niat awal ke luar rumah untuk mencari padang rumput yang cocok buat Azizah belajar jalan.

Di kawasan studio alam, ada banyak spot yang bisa dijadikan tempat foto. Ada gapura batu, masjid, pohon besar di pinggir danau, deretan pinus, jembatan air. Menurut saya sih tempat ini cocok buat menghabiskan waktu bersama keluarga.

Bahkan kalau bukan bulan puasa, seperti piknik kecil-kecilan bersama keluarga enak juga nih. Sambil makan siang dan tidur-tiduran dalam tenda. Kok bisa ya, saya baru tahu tempat ini setelah sekian lama pindah ke Depok dan bahkan mau pindah lagi ke tempat lain. 🙁

Situ Sidomukti dan Sepeda Air

Sepeda air di Situ Sidomukti, sumber situs situstudioalam
Sepeda air di Situ Sidomukti, sumber situs situstudioalam

Salah satu spot yang membuat Studio Alam TVRI menarik adalah situ Sidomukti. Selain bisa menikmati udara segar, buat pengunjung yang ingin menikmati sepeda air juga bisa di situ ini. Ada beberapa sepeda air dengan bentuk bebek yang disediakan.

Sepeda air ini dikelola oleh warga sekitar. Oya. Situ Sidomukti ini sebenarnya cukup terkenal. Pemerintah Depok menggelar Depok Green Festival di sini. Rencananya ini akan jadi event tahunan.

Semula Bintang antusias mau naik sepeda air. Sayangnya ketika kami akan ke lokasi penyewaan pintu akses ke studio alam sudah ditutup. Barangkali karena sudah mendekati magrib. Kalau tetap mau main sepeda air kami harus keluar dulu, masuk ke gerbang situ.

Akhirnya ga jadi deh main sepeda airnya. Di lain kesempatan kami akan kembali lagi. Mengajak Bintang dan Zizi main sepeda air.

 

 

 

 

35 Comments

Leave a Reply to ira guslina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *