Mari Nak, Tak Gendong ke Mana-mana

Angel

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik pesawat kedinginan
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. ke mana?

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak tau

Lirik lagu Tak Gendong yang dipopulerkan almarhum Mbah Surip sering melintas di kepala setiap kali saya bepergian bersama si bungsu Azizah. Rasanya, ke manapun pergi, saya ingin selalu membawa putri kecil kami. Ya pergi ke mall, pasar, taman, jalan-jalan, hiking, dan juga toko buku. Ke mana saja deh pokoknya. Bisa selalu berada dekat buah hati benar-benar tak terganti.

Bila dipikir-pikir, sekarang saya memang lebih suka menggendong si kecil ke mana-mana. Dulu, waktu si sulung belum bisa jalan, bila bepergian saya lebih sering membawa Bintang dengan kereta bayi atau stroller. Alasannya sederhana, biar tak menguras tenaga.

Secara fisik menggunakan kereta bayi memang lebih enteng. Tapi membawa dengan stroller tak sepraktis dengan gendongan atau babby carrier. Ada banyak tempat dan keadaan yang tak memungkinkan menggunakan stroller. Membawa si kecil dengan stroller menurut saya juga kurang asyik lantaran interaksi dengan si kecil jadi berkurang.

Dalam beberapa kesempatan sering pula membawa stroller tak membantu banyak. Alih-alih meringankan, justru kereta dorong bayi itu jadi merepotkan lantaran harus digotong-gotong. Misalnya karena lantai yang bergelombang atau memang sedang berjalan di taman berumput yang tak datar. Hihi, capek dẹh.

Nah, setelah Azizah lahir dan mulai bisa diajak jalan, saya mulai terbiasa bepergian menggunakan gendongan dibanding stroller. Berhubung saya tak pandai memakai kain panjang batik seperti yang dipakai Ibu dulu, waktu Azizah masih di bawah empat bulan saya membeli gendongan samping yang siap pakai. Begitu badan Azizah mulai kokoh saya pun beralih menggunakan gendongan depan. Dan jadilah, ke mana-mana saya selalu membawa si bungsu dalam dekapan.

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak tau

…,

Selalu menggendong Azizah dalam berbagai aktivitas
Selalu menggendong Azizah dalam berbagai aktivitas

Menggendong si kecil ke mana-mana memang menyenangkan. Masalahnya, terlalu sering menggendong Azizah meninggalkan hal tak mengenakkan buat saya. Ketika suami, dan anak-anak bisa pulang dengan perasaan lega dan tidur dengan nyenyak, saya justru didera rasa pegal.

Pusat pegalnya ada di pundak. Biasanya terjadi karena menggendong terlalu lama. Bisa juga karena cara pasang tali gendongan yang tidak pas. Pegalnya bisa sampai dua hari.

Selain di pundak, lengan biasanya juga ikutan pegal. Biasanya rasa pegal ini karena tangan saya yang capek menyangga badan Azizah. Lha kan pakai gendongan? Emang harus disangga?

Iya begitulah. Meski pakai gendongan, saya masih suka menyangga tubuh si kecil biar melekat dan kokoh di dada. Kebanyakan gendongan, termasuk yang selama ini saya pakai tak menyediakan dudukan sebagai penyangga tubuh si kecil. Duh, kasian kan si kecil harus melawan grafitasi bumi sendirian. 🙁

Saya tak bisa bayangkan bagaimana dengan nanti-nantinya, ketika berat badan si kecil makin bertambah. Rasa pegal dan linu bakal menyerang dengan skala lebih besar. Apakah saya yakin masih sanggup untuk menggendong Azizah ke mana-mana?

Hmmm, bila pertanyaan itu muncul dua minggu lalu, jelas saya akan bilang tak sanggup. Tapi sekarang saya akan lantang mengatakan sanggup. Iya, sekarang saya sudah punya solusi agar bisa menggendong Azizah dengan nyaman dan aman. Agar bisa menggendong azizah ke mana-mana, kuncinya hanya satu. Yaitu menggunakan gendongan yang mengerti kebutuhan Moms dan si kecil. Namanya gendongan i Angel.

Ini dia video penampakan dan penggunaan gendongan i Angel.

Pertama kali melihat gendongan ini ketika mengikuti rangkaian acara Fun Blogging 11 di kantor BliBli.com pekan lalu. Saya langsung jatuh cinta karena i Angel, menjawab semua keluhan dan kebutuhan akan kenyamanan dan keamanan si kecil saat digendong. Tentu saja juga sangat nyaman dan aman buat saya serta Moms and Dads semua.

Hal yang paling menonjol dari gendongan i Angel adalah adanya heap seat atau dudukan. Keberadaan heap seat ini membuang semua kekhawatiran saya atas kenyamanan si kecil. I Angel juga memiliki ban pinggang yang lebar dan sepasang tali bahu. Dengan begitu berat bayi bisa didistribusikan pada tiga titik sehingga Moms bisa terhindar dari pegal dan linu.

Heap Seat juga bisa berfungsi menyangga badan bayi bila sedang digendong dengan tangan. Untuk menggendong bayi di bawah empat bulan juga bisa dipakai. Benar-benar praktis dan hemat. I Angel terbuat dari katun dan polyester kelas tinggi. Bahan yang halus dan menyejukkan bagi kulit si kecil. Gendongan ini juga dapat dicuci dengan tangan sehingga mudah untuk dibersihkan.

Oya, gendongan ini juga dilengkapi dengan penutup kepala lho. Jadi kalau berjalan di bawah matahari si kecil tetap terlindungi. Selain itu untuk variasi, si kecil juga bisa digendong belakang.

Ah andai saya mengenal produk ini sejak si sulung masih kecil dulu, saya pasti tak kenal namanya linu karena kelamaan menggendong anak. Ke mana saja mah hayuk. 🙂

berbagai keunggulan yang membuat I Angle berbeda
berbagai keunggulan yang membuat i Angel berbeda

Selain faktor kenyamanan, i Angel juga sangat bergaya. Ada banyak warna dan motif yang bisa dipilih. Ada motif diamond, rainbow, floral dengan padu padan warna yang elegan. Motif terbaru yang saat ini baru diluncurkan adalah Denim Red Diamond yang khusus dipasarkan di Blibli,com, e-commerce yang menyediakan perlengkapan bayi terlengkap

Pilihan warna yang simple juga membuat i Angel cocok dipadupadankan dengan berbagai macam busana. Desain dan warnanya juga cocok bila digunakan para Daddy. Hmmm, berbagai keunggulan i Angle ini bakal membuat saya betah menggendong si kecil berlama-lama.

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
Enak donk, mantep donk

***

19 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.