Cara Asyik Membangun Personal Branding ala Dya Loretta : Just It’s Me

personal Branding

Hai temans. Salah satu hal yang saya suka di akhir pekan adalah berkesempatan ikut berbagai kegiatan. Seperti yang teman tahu, sejak menjadi full time mom, waktu paling ideal untuk keluar rumah ya hari Sabtu atau Minggu.

Ketika Bintang dan Zizi sibuk bermain dengan Daddynya. Giliran saya deh yang cussss. Hihii. Meski pada kenyataannya lebih banyak weekend yang dihabiskan bareng-bareng dengan saya setia di rumah.

Nah, Sabtu akhir pekan lalu saya berkesempatan ikut kegiatan seru yang digelar Blogger Cronny bekerjasama dengan Liputan6. Acaranya di lantai 14 Gedung SCTV Tower, asyik dong sambil ngintip dapur redaksi.

Yang paling asyik adalah tema dan pematerinya. Pas banget buat saya yang memang sedang mencari jati diri. Mencari diri di dunia blogging tentu saja. 🙂

Seni Personal Branding by Dya Loretta
Seni Personal Branding by Dya Loretta

Yup, Blogger Hangout hari itu tentang Branding You and Your Blog. Pematerinya, seorang Dosen Komunikasi dan Marketing Communication Ekspert, Loretta Kartikasari. Upss, tapi itu nama kampus ya. Kalau nama bekennya, saya yakin mayoritas temans tahu atau permah mendengar. Namanya, Dya Loretta. Seorang ‘perempuan kuat’ yang sering menjadi pemateri mengenai cara branding diri.

Kok bisa beda ya namanya? Apa orangnya beda? Ya jelas tidak temans. Menurut saya, inilah keberhasilan pertama Mba Dya sekaligus pelajaran pertama yang saya dapat dari sesi sharing hari itu. Mba Dya, berhasil mengenalkan diri dan menggiring ingatan publik termasuk saya dengan sebuah frase yang sederhana dan mudah diingat. Dya Loretta, enak dan nyaman didengar bukan? 🙂

Bagaimana dengan saya? Bagaimana dengan temans? Haruskah kita mencari sebuah inisial untuk mempermudah Branding diri dan blog kita? Ok tunggu dulu. Sebelum kita puyeng berjamaah mikirin branding masing-masing, yuk cari tahu dulu apa sih sebenarnya personal branding itu?

Ternyata eh ternyata temans, personal branding itu tak sekadar soal penamaan, soal pelabelan. Menurut Mba Dya Loretta, Personal Branding itu adalah bagaimana kita memandang diri sendiri dengan segala kekuatan yang dimiliki, dan tersampaikan dengan berbagai tindakan, untuk meraih hati khalayak dengan harapan mendapatkan nilai, citra, dan pengakuan.

Sederhanya, personal branding itu tentang bagaimana kita ingin dikenal publik. Misalnya, saya ingin dikenal sebagai Moms Blogger. Ok, kelihatan sederhana. Tapi pertanyaan berikutnya, bagaimana saya menjadi berbeda dengan sekian banyak Moms Blogger lain??? Nah, nah, nah… ini dia persoalan besarnya… 🙂

“Awali dengan mengenal diri, ukur kekuatan dan kelebihannya, agar bisa dikembangkan dan menjadi pembeda, menjadi karakter dan ciri khas,

Cara sederhana membuat berbeda adalah dengan mengetahui siapa diri kita”

Dya Loretta

Dalam mengenali diri ini Mba Dya Loretta menyarankan agar diawali dengan membuat list berisi segala kelebihan, kekurangan, keunikan, dan hal-hal lain terkait diri. Untuk membuat list perlu juga melibatkan orang di sekitar seperti sahabat, dan keluarga untuk mengidentifikasi karakter personal kita.

Setelah list tersusun, saya dan temans bisa memilah hal yang ingin ditonjolkan sebagai personal branding itu. Menurut Mba Dya, untuk membangun personal branding ini tak semua hal dari diri kita juga lho temans yang perlu diekspose ke publik. Self condition yang kita punya bisa diatur mana yang perlu diketahui publik dan mana yang tidak.

personal Branding penting

Mba Dya membagi self condition ini menjadi open, hidden. Kondisi ini dimaksudkan agar masing-masing person bisa menyesuaikan mana area yang dia ingin publik ketahui, mana yang disamarkan, dan mana yang ditutupi. Bahkan juga ada dua kondisi lagi yaitu blind dan unknown yaitu kondisi atas diri yang tak diketahui. Itulah gunanya melibatkan orang terdekat untuk mengukur kondisi blind dan unknown.

Setelah mengetahui siapa diri kita, baru deh masuk tahapan membangun Personal Branding. Apa saja sih elemen yang harus dipenuhi agar bisa menemukan dan Membangun Personal Branding. Yuk kita intip rumus dari Mba Dya

  1. Attribute

Elemen ini berkaitan dengan ciri khas yang melekat pada diri bisa berupa materi ataupun non materi. Penggunaan atribut yang tepat kelak akan menjadi identitas tak terpisahkan dari diri.

Untuk attribute ini, Mba Dya mencontohkan dirinya sendiri. Setiap kali ke kampus ia selalu menggunakan sepatu boot. Akhirnya setiap mahasiswa mengenal dia sebagai dosen dengan sepatu boot. Cara ini sukses menarik perhatian seluruh mahasiswa tempat dia mengajar, dari yang semula mahasiswa cuek akhirnya dekat dan mengenal Dya Loretta lebih jauh.

Di kalangan blogger misalnya ada Cumi Lebay alias Mas Toro yang terkenal dengan atribut cangcut. 🙂

Untuk atribut non materi misalnya istilah. Ini seperti ritual “Maknyoss” yang selalu digunakan Bondan Winarno setiap kali mencicipi makanan. Mencari istilah-istilah yang “aku” banget ini bisa saja kita praktekkan dalam blog harian. Misalnya dalam sapaan untuk pembaca.

  1. Personality

Berbeda dengan atribut yang merupakan sesuatu yang diciptakan, personality ini lebih pada hal-hal yang melekat dalam diri. Misalnya humoris, kalem, ceriwis, dan manis (hee yang terakhir itu abaikan).

Personality ini bisa diwujudkan dalam tampilan blog, pemilihan warna, desain template hingga gaya penulisan. Bahkan postingan gambar juga bisa mencerminkan personality. Misalnya untuk fashion blogger. Pemilihan busana yang casual terus menerus dalam setiap postingan akan mendukung pembentukan personal branding kita. Begitu juga dengan pemilihan warna-warna.

  1. Value and Benefit

Branding yang dibangun sebaiknya tak hanya berguna untuk meningkatkan pamor diri semata tetapi juga mendatangkan nilai manfaat bagi orang lain. Seorang blogger juga bisa membangun personal branding dengan keahlian, kepiawaian, dan prestasi akan suatu hal dan bermanfaat bagi orang lain.

Misalnya blogger Fahd Pahdepie yang piawai dalam menulis fiksi dan sastra. Ia membranding diri dan blognya sebagai penulis dan novelis. Atau blogger Nurul Noe, yang sukses membranding diri sebagai moms traveler.

  1. Uniqueness

itsmePersonal branding yang sedang dibangun hendaknya unik. Memiliki sentuhan khas yang menjadi pembeda dengan blogger lain. Nah ini tentu saja bagian sulit dan hanya diketahui masing-masing orang. Keunikan akan membuat pembaca dan publik cepat mengenal dan mengindentifikasi kita dari sekian banyak blog dan blogger yang ada.

Saya apa ya keunikannya. Kalau DuniaBiza udah unik belum ya…. Hmmmm. Baiklah, mari kita renungkan dulu apa keunikannya. *kedip-kedip duduk di pojokan.

  1. Outlook

Outlook ini lebih menekankan pada kemasan all in dari setiap konten yang dihasilkan. Akan sangat luar biasa bila orang bisa mengenal artikel kita tanpa melihat catatan author di bawahnya. Outlook ini juga bisa tercermin dari tampilan laman blog yang dipunya.

Dalam hal outlook ini personal branding kita juga bisa tercermin dari domain dan tagline blog kita lho temans. Apakah nama domain dan tagline yang dipilih sudah sesuai dengan branding yang diinginkan?

Oke temans, sampai nomor 5 ini apakah sudah mulai menemukan titik titik yang akan dikembangkan untuk menjadi Personal Branding masing-masing? Bila sudah yuk cuss ke nomor berikutnya.

  1. Consistence

Terakhir personal brand sebaiknya dikembangkan secara konsisten, terus menerus dan berkelanjutan. Dengan begitu citra yang dibangun akan mudah sampai dan diingat publik.

Konsistensi ini adalah hal terpenting bila temans ingin membangun personal branding. Misalnya, ketika suatu waktu kita sudah menemukan style yang pas sebagai beauty blogger dengan aksesoris gotik maka lakukan itu terus menerus sampai akhirnya itu menjadi ciri khas. Akhirnya orang akan mudah mengingat, ooo si A si Blogger Gotik. Keren kan.,. Coba kalau dandananya ganti-ganti style ya akhirnya susah mengindetifikasinya.

Persoalan yang paling menantang untuk konsisten ini menurut saya karena selalu ada hasrat untuk mencoba hal lain. Begitu juga dengan niche blog. Meskipun sudah memutuskan pada salah satu niche, tetapi tetap saja tergoda untuk menulis hal lain yang jauh melenceng dari niche yang sudah dipilih… (tunjuk diri sendiri :-))

Buat temans yang mau tau lebih jauh, bisa lihat video Mba Dya ini ya..

Dan…..,

Pada akhirnya, menurut Mba Dya Loretta hal terpenting dari Personal Branding adalah bagaimana seseorang bisa menghargai dan mencitrakan dirinya sendiri sehingga citra yang ingin dibangun itu sampai pada pembaca dan publik. Just Its Me

Bagi temans yang mau tahu lebih jauh mengenai bagaimana membangun Personal Branding ini dari A-Z silaka lihat langsung dari buku Mba Dya Loretta ya. Bukunya dijamin keren sekeren penulisnya. Judul bukunya “Its Me; Superbrand Diri untuk Jadi Beda”

Foto bersama peserta dan Dya Loretta sesudah acara
Foto bersama peserta dan Dya Loretta sesudah acara

 

Cat : Foto dan ilustrasi diambil dari Video Personal Branding Dya Loretta di YouTube

39 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.