Belajar Jadi Super Moms dari Blog Cerita Ida

IdaDua jam, mungkin lebih. Saya tak habis pikir bagaimana saya bisa betah terdampar berlama-lama main di rumah maya teman baru saya kali ini.

Apakah karena nama pemiliknya yang sama dengan nama ibu saya, Ida? Hihi, jelas tidak. Tentu saja ini tak sebatas persoalan nama. Saya yakin lebih dari itu, kehangatanlah yang membuat saya betah main di sana, di blog www.idatahmidah.com.

Yup benar temans. Hangat, menyenangkan, dan penuh inspirasi. Berada di blog milik Mba Ida Tahmidah membuat saya berasa sedang berkunjung ke rumah saudara. Saya turut larut dalam artikel yang dibuat si empunya, tulisan dengan beragam cerita. Padahal tahukah temans, saya baru mengenal Mba Ida beberapa pekan lalu sejak sama-sama ikut arisan link blogger perempuan.

Blog Cerita Ida, milik Mba Ida ini memang bikin betah. Setiap artikel punya kekuatan yang membuat saya ga bosan untuk membaca sampai habis. Naratif tapi tetap dengan kalimat terseleksi dan efektif. Yang tak kalah penting, selalu ada sentuhan personal di setiap cerita yang disajikan Mba Ida. Barangkali inilah alasan kenapa si empunya memberi tagline; When TheWord Become Stories.

Di blog Cerita Ida, ada sejumlah rubrik yang tersaji: parenting, islam, kuliner, teknologi, dan motivasi. Semua dirangkai secara khas dengan sentuhan seorang ibu rumah tangga, ibu lima anak yang luar biasa. Hmm, andai blog Mba Ida dilengkapi dengan read more di setiap artikel, barangkali akan lebih mantap lagi ya. Halaman utama akan terisi lebih banyak artikel. Untuk Blog Walking pun jadi lebih enak. 🙂

Rubrik yang paling saya suka adalah parenting. Di blog Mba Ida, saya banyak belajar mengenai pola asuh. Terutama untuk mempersiapkan Bintang dan Azizah kelak. Wait.. nama anak Mba Ida ternyata juga ada Azizah lho. Si sulung, yang berprestasi. Sudah menerbitkan novel di usia yang belia. Semoga nanti Dek Azizah bisa seperti Kakak Azizah. Hihi..

ida T

Artikel berjudul 8 Tips Asyik Menikmati Liburan di Rumah menjadi salah satu tulisan favorit saya. Meski ringkas, tetapi ada banyak pelajaran di sana. Misalnya, bagaimana Mba Ida mengatur agar kelima anaknya bisa rukun dan bisa berbagi saat menonton you tube. Juga ada artikel tentang Ketika Seseorang Menemukan Passionnya. Juga ada,,,, upss, iya jadi bingung karena setiap artikel mengandung cerita.

Tak sebatas teori lho temans, di blog Cerita Ida kita bisa lihat bagaimana Mba Ida menemani tumbuh kembang tiga putra dan dua putrinya. Lima bersaudara dan semua berprestasi dengan si sulung sudah kelas XI dan yang bungsu kelas III. Wow! Pasti rumah Mba Ida ramai dengan senyum dan tawa anak-anak.

Saya tersenyum-senyum waktu membaca pengalaman Mba Ida dan keluarga keroyokan bikin makanan di rumah. Atau bagaimana serunya Mba Ida mengantarkan Kak Azizah untuk mengikuti Akademi Remaja Kreatif  2015 di Jakarta.

Bagi saya berada di blog Mba Ida dan membaca artikelnya semakin membulatkan semangat untuk bisa menjadi super mom. Yups menjadi Ami, guru, sahabat, dan teman bagi dua anak kami. Mba Ida menginspirasi saya bahwa anak-anak berprestasi tak lepas dari hadirnya orang tua terutama Ibu dalam keseharian mereka. Bahkan, tahukah temans, salah satu alasan Mba Ida aktif menulis di blog agar bisa menjadi partner anaknya yang juga senang menulis. Luar Biasa.

“Niat awal ingin mendorong dua anak  yang kebetulan sudah menjadi penulis cilik saat duduk di usia SD akhirnya  saya pun memulai aktif dan serius ngeblog kembali di akhir tahun 2014,” ujar Mba Ida.

Mba Ida merasa, ketika ia vakum menulis di blog, semangat putra-putrinya ikutan kendor.

“Alhamdulillah, akhirnya anak-anak ikut aktif lagi dan si sulung pun kembali menulis dan bisa menerbitkan novelnya lagi, begitu pun anak ketiga aktif ikut beberapa kejuaraan menulis.”

Mba Ida dan Dunia Kepenulisan

cerita idaSemakin saya menjelajah di blognya Mba Ida, semakin saya suka berlama-lama. Dan akhirnya saya menemukan jawabannya di laman about me. Rupanya, mba Ida memang bukan orang baru di dunia kepenulisan. Pantas saja tulisannya begitu mengalir dan enak.

Mba Ida mulai rajin menulis untuk diary online melalui Multiply sejak 2006. Saat itu ia berumah di blog Bumi Sakinah yang berbasis Multiply. Setelah itu sempat vakum. Eits, berhenti ngeblog bukan berarti Mba Ida berhenti menulis ya. Justru saat itulah karir kepenulisan profesionalnya dimulai. Mba Ida kemudian tergabung dalam sebuah grup penulisan yang membuahkan beberapa buku antalogi. Nah, nah.

Pada 2014, didasari semangat untuk menemani anak-anak menulis ia kembali aktif dan berumah maya di www.Idatahmidah.com. “Ternyata malah menjadi keasyikan, jadilah dunia blogger dunia saya yang kedua,” ujar Mba Ida.

Tak hanya menulis blog, kini Mba ida juga menjadi konten writer di sebuah blog parenting dan menjadi penulis sekaligus jajaran Redaksi di sebuah buletin komunitas.

Dan…, tahukah temans, meski sudah menjadi blogger dan penulis profesional, Mba Ida tetap punya semangat untuk berwirausaha. Kini ia menjalankan usaha laundry kiloan di rumahnya. Wihii.. bener-bener Super Moms, yang menginspirasi.

Thank u Mba Ida. Terima kasih sudah approve permintaan pertemanan dari saya. 🙂

 

 

14 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.