Keranjingan Beli Mainan Online untuk Bintang dan Zizi

Bintang dan Azizah

Sekarang apa-apa serba mudah. Mau makan tinggal pesan, ada ojek online yang ngantar. Nah kini giliran mainan buat anak pun saya kena racun belanja online. 🙂

“Maaf ya Bang. Tadi akhirnya mesen tiga item.”

Pernyataan maaf itu spontan meluncur saat papanya anak-anak pulang dari kantor. Barangkali karenas aya takut diprotes lantaran belanja di luar rencana.

Seperti yang sudah diduga, suami langsung berkomentar.

“Kok bisa. Tadi kan kasih tahunya mau beli matras puzzle buat Zizi aja,” ujar Suami.

Sebelum protesnya melebar ke mana-mana, langsung saya sodorkan email notifikasi belanja yang tersimpan di smartphone. Karena ini belanja online jadi lebih gampang menyimpan bukti pembeliannya.

“Murah ya, meski tiga item harganya ternyata ga lebih dari rencana kemarin,” ujar suami sambil tersenyum.

Aha! Respon yang ditunggu terjadi sudah. Saya senang sekali. Harga barang yang dibeli; dua item matras evamat dan satu mainan kereta kayu, memang jauh lebih murah dari harga yang kami lihat di toko retail beberapa waktu lalu. Masih dalam budget yang sudah kami siapkan.

Rencana membeli matras puzzle buat si kecil sebetulnya sudah ada sejak dua pekan lalu. Zizi kini mulai butuh area yang lebih luas untuk berguling dan belajar jalan.

Masalahnya akhir-akhir ini kami tak punya cukup waktu pergi ke toko mainan. Sempat mengintip barang yang diincar di supermarket, tapi tak jadi dibeli lantaran harganya jauh dibanding beli di toko mainan.

Karena tak kunjung pergi ke toko mainan, saya akhirnya memutuskan beli online saja. Ee, sekarang malah dapatnya yang lebih murah lagi. Rezeki mama sholeh nih. 🙂

BLL

Pilihan belanja online sebelumnya kami skip lantaran termakan stereotip bahwa membeli langsung lebih puas karena lebih aman dan lebih enak milih barang. Ternyata setelah lirik-lirik beberapa toko online pilihan itu langsung berubah. Ada banyak pilihannya.

Belanja online untuk mainan anak sekali pun juga sangat menggiurkan. Ini benar-benar pasar maya. Saking banyaknya lapak yang saya singgahi untuk membandingkan kualitas dan harga, kalau dikonversi dengan jalan kaki di dalam pasar riil bisa jadi saya sudah 1 kilometer berjalan.

Setelah menemukan evamat yang diincar, tinggal klik logo beli, barang yang dipesan masuk dalam keranjang. Nah di sinilah kejadiannya. Selesai membeli satu evamat motif buah, saya tergoda dengan motif transport.

Mengingat harganya murah saya beli saja sekalian. Klik, masuk deh dalam keranjang belanja. Sebelum pindah ke menu keranjang, ee…, mata saya kepentot mainan kereta kayu pelangi. Cocok buat si sulung Bintang.

Mumpung masih di lapak yang sama, akhirnya saya masukan kereta lucu itu ke troli belanja. Maka jadilah, rencana beli satu kebawanya tiga barang.

Bagi saya belanja online tak semata soal membeli barang. Aplikasi yang menarik juga harus menyediakan beragam informasi seputar dunia wirausaha. Aplikasi belanja online juga harus bisa menginspirasi.

Nah sejak saya menemukan cara baru berbelanja tanpa harus menunggu kaki gempor ada saja ide belanja. Cukup modal jari dan smartphone. Ada banyak pilihan online shop yang tersedia. Hampir semua online shop menawarkan diskon gede-gedean.  

Cerdas Memilih E-commerce

Meski banyak tawaran kita tetap perlu cerdas dalam belanja. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Keamanan

Pastikan layanan online yang kita pilih menjamin keamanan transaksi. Keamanan transaksi bisa diketahui saat melakukan pembayaran terutama saat menggunakan kartu kredit. Bila ada verifikasi atau pemberitahuan lewat sms/email itu artinya keamanannya lumayan bagus.

Selain keamanan transaksi keamanan barang yang dibeli juga penting lho. Termasuk soal layanan pengiriman dan cara pengepakan barang.

Picture1

2. Diskon berlipat

Sebelum membeli, hunting dulu harga barang yang sama di beberapa online shop. Selain itu pastikan diskonnya benar-benar murah. Jangan sampai terjebak lho. Beberapa online shop yang memasang diskon gede tapi setelah memark up harga dasar. Makanya sebelum membeli perlu ceki-ceki dulu.

3. Free Ongkos Kirim

Hal lain yang harus diperhatikan soal ongkos kirim. Kadang meski harga murah ternyata biaya kirimnya mahal. Misalnya kemarin waktu harbolnas saya membeli meja komputer seharga 150 ribu. Ongkos kirimnya ternyata 90 ribu. Nah, jatuhnya harga barangnya sama kan. Untung saya daoat free ongkos kirim.

4. Punya layanan costumer service yang mumpuni

Ada baiknya sebelum belanja pastikan toko online yang dipilih punya layanan costumer service online dan offline. Misalnya tersedianya kontak center atau media informasi lain seperti WA, YM, twitter dan Facebook Mesanger.

6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *