Tahun Menulis

tahun menulis

Apa resolusimu tahun ini?

Biasanya saya enggan menjawab bila ada yang bertanya begini. Kalaupun terpaksa harus menjawab,  akan saya katakan dengan klise seperti; mau menjadi lebih baik, mau lebih dekat dengan-Nya, mau membenahi diri, atau jawaban lain sekelas itu.

Bukan. Tentu saja bukan karena saya tak punya resolusi. Tiap tahun selalu ada. Barangkali karena selama ini saya hanya menganggap resolusi itu sebagai sebuah rahasia kecil. Rahasia hati yang hanya saya dan Tuhan yang tahu. 🙂

Pada masa yang sudah-sudah, ketika pergantian tahun, saya akan menulis sebuah resolusi pada secarik kertas. Kertas itu lalu diselipkan di dalam dompet; dompet Teddy Bear satu-satunya yang menemani sejak semester tiga kuliah dulu. Lama juga ya, itu sekitar 11 tahun lalu. Nah setiap momen pergantian tahun, kertas itu saya buka, evaluasi, sobek, lalu ganti dengan kertas baru.

Dompet Teddy Bear, saksi sejarah resolusi tahuna saya
Dompet Teddy Bear, saksi sejarah resolusi tahunan saya

Tapi tahukah kamu apa yang terjadi?

Bisa ditebak. Karena ini hanya rahasia saya dan Dia, seringkali resolusi yang dibuat itu mengambang begitu saja. Ketika tahun berganti lagi, blass.. Tak semua yang terlaksana.

Tahun ini. Saya tak mau kegagalan mengeksekusi resolusi itu terulang kembali. Saya tak mau lagi resolusi hanya jadi rahasia antara saya dan Dia. Apalagi saya sudah berikhtiar menjadikan tahun ini sebagai TAHUN MENULIS.

Makanya setelah maju mundur cantik akhirnya resolusi itu saya tuangkan di sini. Memang bukan tanggal 1 lagi, tapi masih Januari bukan? Resolusi ini saya tulis, dibaca, lalu lakukan. Saya percaya yang ditulis itu akan abadi.

Yup. Ini tahun yang akan saya dedikasikan untuk menulis. Tentu saja bukan menulis seperti yang lima tahun terakhir saya jalani. Bukan menulis karena pekerjaan. Bukan pula menulis yang dibatasi halaman dan karakter. Inilah saatnya saya kembali menulis karena hobi. Menulis mengikuti passion. Menulis karena kecintaan pada aksara.

Jadi, resolusinya mau menulis?

Ya bukan. Kalau hanya sekadar menulis itu mah bukan resolusi. Tiap hari juga menulis. Membalas pesan itu menulis. Membuat surat juga menulis. Mengorder makanan, juga ada yang ditulis.

Kata orang “bila kamu punya keinginan, sampaikan pada dunia, maka semesta akan mengaminkan.” Memang belum ada alat untuk mengukur kebenaran kalimat ini. Tapi beberapa peristiwa membuat saya yakin adanya. Barangkali itulah yang disebut kekuatan doa.

Terus resolusinya apa?

“Tahun Ini Saya Ingin Menyelesaikan Sebuah Novel “

Yup! Sebuah naskah novel. Tentu saja sebuah novel serius. Ini sebenarnya keinginan saya sejak muda. Tapi belum pernah naik status menjadi resolusi. Barangkali karena itu pula tak pernah terlaksana. 🙂

Tahun lalu, ikhtiar untuk menuntaskan novel perdana ini sebenarnya sudah dimulai. Enam bab telah meluncur ke microsoft word. Lumayan, sudah hampir 50 halaman. Tapi semesta belum mengaminkan.

Pertengahan tahun, rumah kami kemalingan. Laptop tempat naskah itu terjalin pun ikut raib. Semangat untuk menulis lagi dari awal pun ikutan lenyap. Dan endingnya sama. Nol lagi. 🙂

Tahun ini. Tuhan sepertinya sudah memberi jalan bagi saya untuk mewujudkan impian masa muda itu. Dengan status ibu rumah tangga penuh waktu, rasanya tak ada lagi hal yang akan jadi penghambat. Apalagi beberapa teman di beberapa kesempatan juga menyupport untuk itu.

Ra, kapan nih novelnya jadi?” atau
“Ra, kapan saya bisa baca novel kamu?” atau
“Kapan kamu bikinkan Novel tentang cerita masa muda kita?” atau
“sudah lama Ra aku ga baca cerpen kamu,” atau
beberapa pertanyaan lain yang intinya seputar itu.

Haha.. iya, teman-teman –beberapa sudah punya buku tunggal– sering menyolek saya tentang itu. Sabar ya teman-teman. Mudah-mudahan tahun ini pertanyaan itu terjawab. Mudah-mudahan semesta mengaminkan. InsyaAllah.

novel pertama, amin

Jadi resolusinya cuma itu?

Tidak. Ada satu lagi. Saya ingin konsisten ngeblog. Menulis –entah alasan kerja atau hobi– dari dulu sudah jadi aktivitas tak terpisahkan dalam keseharian saya. Kamu sendiri sudah tahu kan kenapa saya mulai ngeblog lagi. Kisahnya pernah diposting di sini; Reinkarnasi, Mari Menulis Blog dengan Happy

Tahun ini bloglah tempat satu-satunya yang sudah pasti menampung tulisan saya. Kalau media lain seperti majalah dan koran, hmm mari kita pertimbangkan. Makanya aktivitas ngeblog di DuniaBiza  harus dioptimalkan.

“Saya Ingin Orang-orang Mengenal saya sebagai BLOGGER”

Selama ini orang-orang barangkali mengenal saya dengan profesi lama. Tahun ini saya ingin mereka bisa mengidentifikasi saya sebagai BLOGGER. Meski begitu, saya tak mau menjadikan dunia ini sebagai pekerjaan baru. Saya hanya ingin menulis. Menulis untuk menginspirasi, menulis untuk berbagi informasi.

Dan bila nanti dari aktivitas tulis menulis itu ada yang tertarik atau minta dibuatkan tulisan entah untuk produk atau jasa, saya ingin di-hire sebagai blogger yang bisa menulis.  Bukan seseorang yang bekerja sebagai blogger. 🙂

Agar resolusi menjadi blogger beneran ini terwujud, tentu saja saya perlu membenahi rumahnya; DuniaBiza.com. Membuat rumah yang lebih nyaman, humble, dan menyenangkan.  Rumah yang menginspirasi, rumah tempat berbagi.

Pembenahan berawal dari sini; menentukan niche
Pembenahan berawal dari sini; menentukan niche

Dan, untuk mendapatkan rumah idaman itu butuh proses. Apalagi untuk saya yang masih trial and error. Jadi, bila setelah ini hingga beberapa waktu ke depan, kamu menemukan berbagai perubahan dari blog ini mohon dimaklumi. Semoga, ketika syukuran tiga bulanan nanti, rumah idaman itu terwujud. Semoga kamu suka dan betah untuk singgah. 🙂

Bagaimana dengan kamu? Apa keinginanmu. Apa resolusimu tahun ini? 

Saya tahu. Sebagian dari kamu punya keinginan punya kamera SLR kan? Atau beli gadget baru? Oo, mau jalan-jalan ke Lombok?  Atau ke India, Jepang, Paris, Inggris? Ah.

Sayangnya saya tak bisa mendengar suaramu dengan jelas. Barangkali saya hanya bisa bantu, dari jauh. Saya doakan resolusimu juga terkabul.  Dan aminkan juga, supaya dua resolusi saya terwujud.

AMMIN

27 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *