Bijak Mengelola Penghasilan Ngeblog dengan BNI Finansial Planner

 

Siapa bilang cuma yang berpenghasilan tetap yang bisa mengelola keuangan dengan lebih terencana. Penghasilan tidak tetap dari ngeblog pun juga bisa.

***

Time flies so fast. Tak terasa, 1 September mendatang dua tahun sudah saya di rumah. Menepi dari dunia kerja. Meninggalkan rutinitas sebagai orang gajian. Selama itu pula seluruh waktu yang ada dihabiskan untuk menyelami dunia anak-anak, Dunia trio BiZa –Bintang, Zizi, dan Arsyad.

Ketika memutuskan menjadi full time moms, tak banyak hal terpikir. Saya hanya ingin punya lebih banyak waktu bermain bersama anak-anak. Godaan promosi jabatan yang diberikan kantor beberapa bulan sebelum resign tak membendung keinginan untuk meninggalkan dunia kerja.

Setelah full di rumah, banyak hal terjadi. Saya justru menemukan dunia baru yang mengubah banyak hal dalam hidup. Dunia blogging. Meski sudah punya blog sejak 2009, aktivitas blogging dengan segala keasyikannya baru saya rasakan setelah lahirnya blog DuniaBiza ini.

Bila ditanya, apakah banyak hal berubah setelah resign? Tentu saja. Secara ritme, tekanan, tugas dan tanggung jawab jauh berbeda. Dan salah satu hal yang berubah drastis adalah tak lagi punya penghasilan tetap.  

Yup. Saya sengaja memberi penebalan pada penghasilan tetap lantaran ternyata setelah di rumah pun saya bisa berpenghasilan. Ya itu tadi, rezeki datang melalui aktivitas ngeblog dan aktivitas dunia maya lain. Hanya saja kini menjadi penghasilan tidak tetap.

Tidak tetap karena sumbernya tidak pernah sama. Tidak tetap karena jumlahnya selalu berubah. Kadang di bawah penghasilan sebelumnya. Namun, bila “Langit” sedang bermurah hati, penghasilan yang diterima bisa lebih besar dibanding saat menjadi orang gajian.  

 

produktif dari rumah

Lalu kenapa kalau punya penghasilan tidak tetap? Bukankah ujungnya sama?

Hmmm.  Sekilas memang sama, sama-sama berpenghasilan. Masih bisa beli bedak dan gincu sendiri. Masih bisa mentraktir anak-anak makan dan main ke taman hiburan tanpa perlu menunggu gaji suami. Tapi ternyata, ada hal mendasar yang menurut saya sangat penting.

Penghasilan tidak tetap membuat saya tidak disiplin dalam mengatur keuangan keluarga. Penghasilan tidak tetap membuat saya tidak konsisten menyiapkan rencana keuangan jangka pendek dan menengah.

Lho kok bisa?

Dulu ketika masih menjadi orang gajian, gaji saya ditransfer langsung ke rekening bank dengan sistem payroll. Bila membuka rekening untuk dana pensiun dan perencanaan pendidikan, dananya bisa langsung dipotong dari gaji.  

Setelah resign, tak ada lagi pemotongan otomatis. Terpaksa tiap bulan saya bolak-balik ke kantor cabang bank terdekat untuk menyetor. Inilah hal yang menguji konsistensi. Sampai akhirnya saya menyerah, lalu menutup rekening tabungan rencana yang sudah dibuka. Dan berlanjut dengan mencairkan dana tabungan pensiun sebelum waktunya tiba.

 

Mengatur Penghasilan Ngeblog

Seiring mulai lancarnya pemasukan dari ngeblog, penulisan artikel dan aktivitas maya lain, saya pun berkomitmen untuk lebih bijak mengelola keuangan. Sebagai ibu, manajer dan bendahara rumah tangga, saya mulai menyiapkan beberapa instrumen untuk mengatur keuangan keluarga.

  1. Buku Kas

Saya memang bukan tipe orang yang telaten. Apalagi dalam hal mengurus keuangan. Namun setelah menjadi ibu, saya berusaha untuk menjadi lebih baik. Untuk mendukung niat itu saya lalu membeli sebuah buku kas. Warnanya merah agar lebih bersemangat mengisinya.  

Di buku ini saya membuat dua kategori. Satu pencatatan untuk kas pendapatan dari blog dan aktivitas dunia maya. Juga ada pencatatan pengeluaran. Dengan begitu nominal yang masuk setiap bulan lebih kelihatan.

Pada bagian lain berisi pengeluaran untuk belanja harian. Setiap akhir bulan, total pengeluaran direkap dan menjadi evaluasi untuk penggunaan anggaran bulan berikutnya.

 

2. Celengan 

Setiap selesai berbelanja kebutuhan sehari-hari saya biasa menyisihkan uang recehan yang didapat. Lima ratus, seribu, dua ribu.

Sudah ada tiga celengan yang penuh. Dua celengan ayam, satu celengan singa dan sekarang sedang mengisi satu celengan elang.

Setelah penuh, celengan dipecah dan isinya dipindah ke rekening bank. Karena ukuran ayam dan singanya cukup besar, hasilnya lumayan, mencapai 7 digit.

 

  1. Rekening khusus

Mulanya saya tak punya rekening khusus untuk ngeblog. Akibatnya, uang belanja bulanan, uang jajan anak-anak yang sudah diposkan dari gaji suami bercampur jadi satu dengan penghasilan ngeblog.

Bercampurnya pos pendapatan ini membuat  saya sering lupa diri. Hihi, siapa sih yang tak tergiur melihat uang menganggur di rekening. Jadilah saya sering tergoda untuk belanja ini dan itu. 🙂

Setelah blog DuniaBiza mulai menghasilkan pendapatan rutin, saya menguatkan tekad membuka rekening khusus. Niat itu tersampaikan dengan membuka rekening  BNI Taplus.

Proses pembukaan rekening di Bank BNI mudah dan cepat. Saya tinggal membawa KTP ke kantor cabang BNI terdekat sesuai dengan alamat KTP. Untuk membuka rekening BNI Taplus menyetorkan saldo awal Rp 500 ribu dan untuk luar Jabodetabek dimulai dari Rp250 ribu. 

Sejak punya rekening khusus saya menjadi lebih bersemangat dalam ngeblog. Tanpa disadari saldo rekening pun terus bertambah. 

 

  1. Fitur Pengelolaan Finansial Pribadi

Punya penghasilan dari aktivitas ngeblog memang menyenangkan. Tapi godaan untuk tidak tertib menggunakan pendapatan pun menjadi besar.

Seringkali niat awal yang sudah dibuat  tidak tercapai. Contohnya keinginan untuk family trip akhir tahun lalu gagal karena pos yang sudah dianggarkan terpakai untuk keperluan lain.

Tak hanya untuk urusan jalan-jalan. Perencanaan yang kurang matang juga terjadi untuk dana pendidikan. Tahun ajaran baru kemarin, Bintang mulai sekolah di Kelompok Bermain. Budget untuk uang masuk memang sudah disiapkan. Namun inflasi membuat biaya yang dibutuhkan jadi lebih besar.   

Semakin mahalnya biaya sekolah membuat saya harus lebih ketat. Apalagi tahun depan, si cantik Zizi mulai masuk Kelompok Bermain. Itu artinya akan ada tambahan pos anggaran untuk mereka berdua.

Di saat butuh instrument baru, saat itu pula saya membaca tulisan seorang blogger tetang Fitur Pengelolaan Finansial Pribadi atau BNI Finansial Planner yang disediakan oleh Bank BNI. Sebagai pengguna BNI Internet Banking  saya pun tertarik menggunakannya. 

 

Bijak Mengelola Keuangan dengan BNI Finansial Planner

Fitur BNI Finansial Planner

 

Mengenal BNI Financial Planner membawa saya pada kesimpulan baru. Bahwa punya penghasilan tidak tetap bukan berarti tak bisa merencanakan keuangan dengan baik. BNI Financial Planner memungkinkan saya membuat beberapa perencanaan keuangan .

Fitur ini membantu pengguna karena tak perlu lagi repot menyetor setiap bulan pada pos yang direncanakan. Dana otomatis disetorkan setiap bulan sesuai rencana penggunaan yang sudah disiapkan.

 

“Fitur pengelolaan keuangan pribadi BNI membuat saya lebih bersemangat menyambut liburan keluarga tanpa takut dan waswas liburan gagal karena dananya terpakai untuk hal tak terduga.”

 

Saat ini saya sudah memasukkan dua pos anggaran. Selain pos untuk family trip, juga ada pos untuk biaya masuk sekolah Bintang dan Zizi. Karena kedua anggaran ini  untuk jangka pendek, kurang dari 2 tahun, saya mengarahkan perencanaan ini pada rekening BNI Taplus. 

 

 

Bagaimana ya caranya menggunakan fitur BNI Finansial Planner ini? Mudah kok. Temans bisa mengaksesnya dengan mengikuti langkah berikut: 

  • Login ke BNI Internet Banking
  • Pilih menu Pengelolaan Finansial Pribadi
  • Pilih menu Pengaturan Tujuan
  • Pilih menu Tambah Tujuan Keuangan
    Pada menu ini, pilih tujuan perencanaan keuangan. Pilih Tetapkan Tujuan Anda untuk tema tujuan keuangan yang lebih fleksibel.

  • Lengkapi field yang tampil di layar, lalu pilih tombol Klik disini  untuk menampilkan nominal yang harus ditabung per bulan. Untuk menyelesaikan proses diperlukan otorisasi menggunakan BNI e-Secure/m-Secure

 

  • Selanjutnya, akan diarahkan memilih rekening afiliasi (Taplus / Tapenas) sebagai rekening penampungan dana untuk pencapaian tujuan keuangan.
  • Pilih detil rekening debet yang akan digunakan.
  • Setelah pembukaan rekening, perhatikan kolom Langkah yang belum dilakukan dan klik Taut Rekening untuk menyelesaikan pembuatan Tujuan Keuangan.
  • Klik tombol Proses dan kita akan diarahkan ke menu transfer untuk memulai pendanaan awal.

Catatan : Saat menginput nominal yang akan didebet setiap bulan perlu memperhatikan nominal hasil kalkulasi sistem.

 

  • Pilih menu Lihat Perkembangan Tujuan Keuangan untuk memonitor grafik pencapaian tujuan keuangan terakhir.

 

Nah buat temans yang masih penasaran bagaimana cara mengaktifkan fitur pengelolaan keuangan pribadi ini bisa lihat dai video ini ya.

 

 

Sekarang setelah menggunakan fitur BNI Finansial Planner saya menjadi jauh lebih tenang. Nyaman menghadapi masa depan. 🙂

 

Cara Cerdas Kelola Keuanganmu #BNIFinancialPlanner

 

5 out of 5 based on 5 rating. 5 user review.
44 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *