Reksadana Online dan Sebuah Mimpi di Hari Tua

Philip Reksadana Online

Apa yang diperoleh di hari tua adalah apa yang ditanam hari ini.

***

Matahari merambat turun di langit desa Batipuh Ateh nan permai. Angin berembus sepoi, menerbangkan dedaunan kering dari ranting kenanga di pinggir kolam.  Tak jauh dari pohon teduh itu, seorang perempuan paruh baya sibuk menabur pakan. Ribuan ikan mendekat. Berebut pakan yang ditabur.

“Makanlah ikan-ikan kecilku. Tumbuhlah sehat, agar engkau menjadi sumber gizi terbaik bagi masyarakat,” ujar perempuan itu.

Dari sisi kolam lainnya, seorang laki-laki memandang perempuan itu sambil tersenyum. Ia melihat gurat bahagia terpancar dari muka perempuan yang telah hidup bersamanya lebih dari seperempat abad. Aroma rumput menyeruak dari tangannya yang baru selesai memberi makan puluhan kambing Etawa.

Di sana, persis di atas kolam sebelah barat juga berdiri kandang Etawa. Puluhan kambing berbadan gempal berjejer di kandang seluas 500 meter persegi.

Sudah dua kali lebaran kandang-kandang itu berdiri. Selama itu pula pasangan paruh baya itu menjalani hari-hari sambil mengelola kolam ikan dan ternak Etawa. Tentu saja mereka tak berdua saja. Ada tiga pekerja yang membantu mereka saban hari mengurus kolam dan kandang.

“Sudah dulu Dek. Mari istirahat sebentar,” ujar laki-laki itu memanggil istrinya. Ia lalu berjalan ke pondok kecil yang ada di pinggir kolam. Di sana sepiring goreng pisang dengan dua cangkir teh panas sudah terhidang.

“Iya Bang, saya segera menyusul.” Perempuan itu lalu meletakkan pakan dan bergegas menyusul sang suami.

Di pondok tepi kolam itu, mereka berdua menghabiskan sisa sore. Bercengkerama, dan mengenang kembali cerita masa muda, ketika mereka masih tinggal dan bekerja di Jakarta.

Alhamdulillah ya Dek. Karena keyakinan kita di waktu muda untuk berinvestasi, hari ini kita bisa hidup dengan damai,” ujarnya.

Perempuan itu tersenyum. Ia lalu merogoh kantong dan menyambar gadget yang tersimpan di sana. Sambil menyeruput teh, tangan kirinya menyentuh  layar monitor dan melihat aplikasi  yang sudah terinstall di sana sejak dua puluh tahun lamanya.

“Iya Bang, Alhamdulillah. Dan hingga kini investasi kita masih bergerak naik.”

Mereka berdua berpandangan, bertukar senyum, lalu menyeruput teh bersama.

***

“Ma! Minum?”

Tiba-tiba si sulung Bintang menggamit tangan saya. Saya yang tengah duduk di kursi tamu sambil memandang brosur sebuah ternak kambing Etawa langsung terjaga dari lamunan. Kambing-kambing di dalam brosur itu telah membangkitkan imajinasi tentang mimpi masa tua saya dan suami.

Sejak si sulung Bintang lahir, kami berkeinginan menghabiskan hari tua di kampung sambil beternak kambing dan ikan. Menikmati masa tua dengan suasana perkampungan yang tenang. Gunung menjulang, sawah membentang, ditemani cericit burung berdendang.

Kami sepenuhnya sadar, untuk mendapatkan hari tua bahagia dan sejahtera seperti impian itu tidaklah mudah. Kami harus mempersiapkan sejak dini. Mulai berinvestasi untuk tujuan jangka panjang.

Urusan menyiapkan bekal hari tua tentu saja bukan satu-satunya tugas kami. Persiapan bekal anak-anak menghadapi masa depan juga tak luput dari pertimbangan. Memastikan kecukupan tabungan pendidikan, dana kesehatan, dana hiburan, dana naik haji dan tentu saja tabungan untuk keadaan darurat.

Banyak memang yang harus disiapkan. Tapi semuanya bisa dimulai dari sekarang. Dan untuk semua pos kami sudah mulai sedikit demi sedikit. Beberapa pos seperti dana pendidikan, kesehatan, dan ibadah sudah disiapkan.

Urusan lain yang kini tengah kami timang-timang adalah investasi jangka panjang, untuk tujuan jangka panjang pula. Memastikan hari tua kami berjalan dengan bahagia dan sejahtera.

Gayung bersambut. Beberapa pekan lalu, pertemuan dengan seorang kolega memupus keraguan saya tentang investasi jangka panjang yang tepat. Kolega itu, menjelaskan pada kami dengan gamblang mengenai produk investasi melalui reksadana.

Dulu, ketika masih bekerja, saya punya beberapa teman yang sudah berinvestasi melalui reksadana. Saya sempat mendengar kisah sukses mereka mendapatkan manfaat maksimal dari investasi tersebut. Namun saat itu, barangkali karena belum berkeluarga, saya tak terlalu memikirkan urusan investasi masa depan.

Nah sekarang, setelah bertemu dan mendapat penjelasan dari kolega ini saya jadi yakin kembali untuk memulai investasi melalui reksadana. Kolega itu membuat saya menjadi lebih mengerti cara kerja dan manfaat berinvestasi di reksadana.

Sesuai Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, reksadana merupakan wadah menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Sederhananya, reksadana merupakan model investasi patungan. Uang yang kita investasikan akan dikumpul dengan investasi masyarakat lain untuk dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi di pasar modal.

Apa Keuntungan berinvestasi dengan reksadana?

Sebenarnya ada banyak keuntungan berinvestasi di Reksadana. Namun menurut saya, ada 4 hal utama yang membuat investasi reksadana menarik.

Alasan memilih investasi reksadana dunia biza

  1. Mudah

minimum risk reksadan dunia bizaBerinvestasi di reksadana tidak memerlukan energi lebih untuk mengelolanya. Ada manager investasi yang akan mengelolanya secara profesional. Model investasi ini cocok untuk yang punya kesibukan tinggi, bekerja atau sibuk mengurus rumah tangga.

Cara memulainya pun mudah. Cukup menyetorkan sejumlah uang yang ingin diinvestasikan. Setelah itu percayakan pada Manajer Investasi untuk mengelolanya. Lalu tunggu laporan hasil pengembangannya.

2. Murah

manfaat maksimal reksadana dunia bizaBerinvestasi dengan reksadana termasuk murah. Beberapa produk bahkan bisa dimulai dari Rp 100 ribu. Bila ingin mendapatkan pengembangan usaha yang lebih maksimal, temans bisa menyesuaikan jumlah investasi yang ditanam.

  1. Maksimal

murah reksadana dunia bizaBerinvestasi dengan reksadana memungkinan kita mendapatkan manfaat maksimal. Berbeda dengan investasi saham, reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila kita membeli satu atau dua jenis saham dan efek secara individu.

Banyaknya modal yang dikumpul dari masyarakat juga memungkinkan manajer investasi lebih leluasa di pasar modal. Semakin banyak keuntungan yang didapat maka semakin banyak pula hasil pengembangan investasi yang akan kita terima.

4.Minimum Risk

mudah reksadana dunia bizaApakah berinvestasi melalui reksadana aman? Tentu saja, karena dijamin dan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan. Potensi rugi dengan investasi di reksadana menjadi lebih kecil bila dibanding saat membeli saham secara perorangan dan mengelolanya sendiri. Alasannya, reksadana dikelola oleh seorang manajer investasi yang lebih cakap dalam melihat peluang investasi.

 

So temans, tentu yang paling penting sebelum berinvestasi adalah menyadari risiko. Walau dikelola oleh manajer investasi yang paling berpengalaman sekalipun, investasi di reksadana tetap memiliki potensi rugi. Jadi harus pertimbangkan semuanya ya sebelum memutuskan menempatkan di reksadana. 🙂

 

53 Comments

Leave a Reply to Ira Duniabiza Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *