Renovasi Kota Tua Jakarta, Terowongan Penuh Bunga

terowongan bawah tanah kota tua tertata

Matahari masih terik ketika kami menginjakkan kaki di Kota Tua akhir pekan lalu. Datang dengan moda transportasi busway, saya dan keluarga bergegas mengikuti jalur pejalan kaki menuju terowongan bawah tanah. Ini jalur utama untuk berpindah dari shelter busway menuju stasiun kota.

Awalnya saya tak terlalu bersemangat melewati koridor ini. Bagi yang sudah pernah melewati koridor ini tahu sendiri kan bagaimana suasana biasanya. Kotor, bau pesing dan gelap.

Jadinya, sempat terpikir untuk menyeberang di atas saja. Menembus kemacetan dan semrawut lalu lintas di sekitar stasiun. Namun, urung lantaran hari itu saya bersama Bintang dan Zizi. Cara aman ya tetap melalui koridor dan terowongan.

koridor penghubung busway dan stasiun di kota tua

Mak Jang! Ternyata saya keliru besar. Untung saya tak jadi mengambil opsi menyeberang lewat atas. Kalau jadi, saya rugi besar karena melewatkan pemandangan yang mempesona. Pemandangan sebuah koridor yang penuh bunga.

Yup. Beginilah wajah baru koridor dan terowongan bawah tanah Kota Tua Jakarta. Aster, kopra, mawar, dan crisan, berjejer di sepanjang koridor. Melingkar di sepenuh dinding menuju terowongan. Di ujung koridor, kolam yang dulunya kering berubah jadi kolam cantik dikelilingi aneka bunga. Ikan mas berkejaran di dalamnya.

Suasana baru itu membuat saya terkesima. Pejalan kaki lain juga tak kalah terpesona. Besar, kecil, tua, muda, laki-laki dan perempuan berebutan mengabadikan perubahan itu. Saya pun tak mau ketinggalan berkodak ria. Cheers!

terowongan penuh bunga
eksis bareng si kecil Zizi
pejalan kaki antusias berfoto di koridor kota tua
Pejalan kaki antusias berfoto

Ini terobosan yang brilliant. Paling tidak saya punya rekomendasi tempat baru yang bisa dijadikan destinasi jalan-jalan bila ada keluarga atau kerabat yang berkunjung ke Jakarta. Jadi kalau ke Kota Tua tak melulu berkeliling di museum saja.

Bunga-bunga di sini dijamin tak akan layu kapanpun kita datang. Hihi, ya iyalah. Sebab ini kan bunga plastik. Jadi bakal awet sepanjang tak ada yang merusak. Apalagi yang mencomot dan membawa pulang. 🙂

Selain dipenuhi bunga, terowongan bawah tanah ini juga makin ramah sama pejalan kaki. Ingat gak dulu hanya ada terowongan kosong plus seorang pemain biola. Sekarang ada pojok kaki lima yang dibuat lebih teratur. Jadi pedagangnya lebih rapi.

terowongan bawah tanah kota tua tertata

Banyak pula pedagang makanan di dalamnya. Ada bakso, somay, pempek. Jadi sambil duduk melepas lelah pejalan kaki juga bisa nongkrong dan mengisi lambung di sini. Atau bisa juga belanja pernak-pernik dan mainan anak. Yang menggemberikan penataan pedagang yang rapi sehingga tak mengganggu pejalan kaki.

pedagang kaki lima di terowongan bawah tanah kota tua lebih tertata

Perubahan wajah terowongan bawah tanah Kota Tua Jakarta ini tentu saja kita harapkan bertahan lama. Pemerintah DKI Jakarta harus melanjutkan program ini agat tak hanya panas di depan. Sebagai pengunjung dan pejalan kaki, kita juga harus menjaganya.

Selain di terowongan bawah tanah semoga perubahan menyeluruh juga segera kita temukan di kota tua jakarta. Kalau tidak menyamai kota tua lainnya di dunia paling tidak kota tua bisa disulap jadi seperti Unesco World Heritage di Penang. Hal itu sangat mungkin lantaran di Kota Tua terdapat sekitar 60 bangunan bernilai sejarah.

Revitalisasi bangunan kota tua perlu dilakukan agar bangunan yang ada tak bernasib seperti beberapa bangunan yang sudah dihancurkan. Dihancurkan? Ya, beberapa bangunan di kawasan ini ada yang sudah dihancurkan karena tak terurus dan sudah rawan roboh. Ada juga yang diruntuhkan untuk kepentingan lain.

Kota tua jakarta tempo dulu

Bangunan apa sajakah yang dulu pernah berdiri dan kini tak ada lagi?

  • Benteng Batavia.
    Benteng ini dihancurkan pada awal 1900. Beberapa material bangunan ini digunakan untuk pembangunan Istana Daendels yang kini menjadi gedung Departemen Keuangan.
  • Gerbang Amsterdam.
    Lokasi gerbang ini berada di pertigaan Jalan Cengkeh, Jalan Tongkol dan Jalan Nelayan Timur. Gedung ini dihancurkan untuk memperlebar akses jalan sekitar tahun 1950.
  •  Jalur Trem Batavia
    Jalur trem ini dulu ada di tengah kawasan Kota Jakarta. Namun sekarang jalur itu sudah ditimbun aspal karena pernah dianggap menjadi biang macet.

So, mari berharap semoga proyek revitalisasi yang sedang dilakukan pemerintah DKI Jakarta saat ini berjalan sesuai rencana. Agar kita semakin jatuh cinta dengan Kota Tua Jakarta.

10 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *